Meet Maqdalene

|Meet Maqdalene
Meet Maqdalene 2021-02-05T15:20:47+07:00

Some of my highlights

WHO IS MAQ

Saya suka simplicity, walaupun pada kenampakan luarnya ada yang bilang glamor. Saya lebih memilih duduk di belakang dan menjadi pendengar dibanding berdiri di depan dan memimpin. Tetapi karena saya tahu saya dipilih, saya tidak dapat berkelit dan mencoba memberikan alasan-alasan yang sangat masuk akal, saya hanya taat. Saya yang dulu malu, pendiam, tidak berani berbicara, nyatanya Tuhan perlengkapi untuk berada di frontline, memimpin para pemimpin-pemimpin dan anak-anak Tuhan yang sekarang sudah menyebar sampai di belahan dunia. Apakah itu passion saya? Pilihan saya? Keputusan saya? Sebagaimana beberapa mengejek bahwa perempuan tidaklah boleh memimpin. Saya tidak pernah punya ambisi untuk menonjolkan diri, orang-orang di sekitar saya pastilah kenal karakter itu, tetapi jika Tuhan yang menunjuk, apakah saya harus mundur karena tudingan orang yang tidak mengenal Tuhan saya atau panggilan Tuhan kepada saya? Saya tidak takut manusia.

Dari tahun ke tahun kerinduan saya hanyalah mengenal Tuhan, berdiam di kaki Tuhan. Setelah betahun-tahun naik-turun pesawat, bongkar muatan koper dan pindah hotel, kota, negara untuk melayani, saya mengambil kesimpulan bahwa berada di kaki Tuhan jauh lebih indah daripada kesibukan dan kecapaian itu. Tetapi saya juga tahu, ada saat-saat saya bangkit dari lutut dan berdiri untuk membangkitkan jiwa yang lesu, iman yang lemah, harapan yang pudar, dan semangat yang patah. Tuhan juga memakai saya untuk menyembuhkan orang sakit, melepaskan orang dari ikatan musuh dan roh-roh. Namun karena saya hamba, saya tidak melakukannya hanya karena saya suka mendoakan dan berkhotbah, tetapi karena saya disuruh Tuan saya. Karena itulah saya tidak takut menolak manusia dan ditolak manusia, karena saya bukan melayani mereka, tetapi Tuhan. Bertahun-tahun Tuhan mendidik saya yang lemah sehingga makin kuat dalam iman dan pengetahuan kebenaran, agar saya tahu membedakan mana yang kehendak Tuhan dan yang bukan, sehingga akhirnya setelah memberitakan Injil kepada orang banyak, jangan saya sendiri ditolak.

Panggilan dan visi saya sudah dijalani beberapa belas tahun bersama dengan rekan Team yang luar biasa (17 tahun di tahun ini, tetapi sudah lebih dari itu saat sendirian), yang Tuhan sejajarkan visinya, persepsinya, tujuannya, bahasanya, sehingga kami sederap menjadi pasukan untuk membangkitkan tentara Kerajaan Sorga. Baik Team yang bekerjasama di KCC Headquarters, maupun yang tersebar di penjuru dunia, kami sering bertemu, menyamakan visi, saling mendorong, mengoreksi, menguatkan, mengasihi dan memberkati. Saya telah diuntungkan dan diperkaya oleh kehadiran mereka dalam pelayanan yang tidak mungkin saya lakukan sendiri. Mereka sangatlah handal dan militan dalam perkataan dan perbuatan, mereka dapat diandalkan dalam waktu dan tenaga, karena kami sama-sama tahu Siapa yang kami layani. Tidak ada yang lebih besar di antara kami, kami hanya berfungsi sesuai panggilan masing-masing dan saling melengkapi, sebagaimana tubuh ada bagian-bagiannya yang membuat kesatuan pelayanan menjadi sempurna.

Ada banyak pewahyuan yang Tuhan bukakan sebelum memasuki tahun 2021 sebagai persiapan era rohani yang baru, dan sure enough di hari-hari awal tahun baru saja banyak pembukaan Firman yang mencengangkan dan menyukakan roh saya, yang dapat saya bagikan kepada para murid di seluruh dunia dan kepada setiap pemirsa yang bergabung sebagai subscribers KCC Channel. Mata saya makin dicelikkan melihat apa yang saya tidak pahami bertahun-tahun sebelumnya, Firman-Firman-Nya jadi sangat jelas seolah saya memakai kacamata baru atau mikroskop. Saya sangat antusias untuk melakukannya dengan detil, dengan segenap hati, jiwa, kekuatan, dan akal budi. Ini bukan hanya tulisan, tetapi kesungguhan yang saya rasakan bahkan sesudah mendekati akhir bulan Januari 2021 saat saya menuliskan ini. Terbukti, saat menuliskan ini, saya sudah memasuki hari ke-16 pada rencana (God willing) 40 hari doa-puasa, off ketemu manusia dan off hape serta semua media untuk hanya menghadap Bapa. Saya tidak peduli dengan urusan vaksin, pemilihan presiden USA, Papi saya yang sendirian karena baru saja ditinggal Mami ke Tuhan, atau hiruk pikuk kebisingan dunia – karena saya sungguh rindu bertemu Bapa.

Selain itu, kesibukan hari-hari saya adalah menulis, memuridkan, memimpin meeting-meeting facilitator dunia, rekaman, mengurus kelas-kelas, notulen kelas, memikirkan perkembangan pemuridan dan pelayanan, keliling dunia untuk menguatkan para murid serta mengadakan seminar (on hold saat pandemi), berkeliling ke daerah-daerah pedalaman untuk membangkitkan murid, berkunjung ke area-area di mana para murid dan alumni IDTC (Intensive Discipleship Training Course) kami berada, mendoakan orang sakit, dan sebagainya.

Saat di rumah, saya menyempatkan untuk jalan-jalan sore dengan my girls, Joy & Praise, di pagi hari saya jemur matahari dan olahraga sedikit. Saya juga suka menjahit, memasak, mengembangkan menu-menu sehat, perawatan tubuh dan wajah. Kadang makan keluar bersama Team kantor Kingdom.

Selain itu, ada beberapa murid dan alumni yang meminta kami bekerjasama untuk mengembangkan café, dan kami telah memulainya 2 tahun lebih yang lalu, so far so good. Saya ikut membantu meracik menunya, baik makanan ataupun beberapa minuman, lalu design-design ruang. Saya menyukainya, walaupun saya tidak terlibat dalam day-to-day activitynya, tetapi saya diminta untuk menjadi penasihat yang dipercaya mereka dalam pengembangannya. Saat ini sudah ada 2 café, dan 1 lagi on the making. Masa pandemi justru gak sepi, tuh! Untungnya malah berkali lipat, amazing, khan?! Nama cafenya Raffa Café, saya ambil dari kata Jehovah Rapha, Tuhan Penyembuh. Jadi makanan, minuman, dan atmosfir dirancang sebagai tempat kesembuhan bagi jiwa-jiwa yang masuk di sana. Sure enough, beberapa orang didoakan dan sembuh, berjilbab menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat, kerasukan dan dilepaskan. Café-café tersebut menjadi tempat pemuridan, pertemuan kelompok-kelompok komunitas seperti Full Gospel Businessmen Fellowship, bank-bank, asuransi, dan sebagainya.

Sepeninggal Mami saya akhir tahun 2020, saya sekarang sering setir ke Solo untuk menemani Papi. Kalau ke Solo, mobil penuh dengan berbagai bahan makanan untuk masak buat Papi. Senang sekali bisa merawat Papi di hari tuanya. Orang heran saya kok jauh-jauh setir sendiri, iya, “Demi Cinta.” Papi adalah orang yang luar biasa, orang yang sangat saya kagumi dan cintai; saya perceive beliau sebagai Rasul, Gembala, dan Pengajar/Guru. Membuka beberapa cabang gereja dari sejak di Jawa Timur (Kertosono, Bondowoso), dan di beberapa kota dan daerah/area di Solo. Menjadi guru dan dosen Sekolah Alkitab dan Teologia selama 20 tahun, penggembalaan selama lebih dari 50 tahun. Sekarang pelayanan penggembalaan telah diserahkan kepada adik saya, sementara beliau banyak di rumah karena pandemi ini tidak memperbolehkan lansia ke tempat-tempat yang rawan virus. Untuk itu beliau yang masih sangat mengikuti zaman, setia mengikuti streaming dan Zoom.

Hidup saya merupakan tumpukan kasih dari begitu banyak orang; saya tidaklah menjadi Maqdalene seperti sekarang jika bukan karena banyaknya kasih dan kepercayaan orang banyak yang hatinya Tuhan gerakkan untuk membantu menjadikan saya, saya. Tidak mungkin bisa dihitung dan dituangkan kisah kasih mereka satu per satu, tetapi dalam tulisan, buku, Youtube, cerita, seminar, saya berkali-kali menyebut nama mereka, berterima kasih atas uluran tangan mereka, ada yang memberikan hidupnya, waktunya, keuangannya, mimbarnya, anaknya, dalam pelayanan dan hidup yang Tuhan percayakan kepada saya. Saya tahu, jika bukan Roh Kudus, tidaklah mungkin mereka melakukannya; dan saya juga mengerti prinsip kebenaran, saat saya berjalan dalam kebenaran, maka semua berkat itu menyertai.

Well, masih banyak tulisan saya, karya-karya saya yang belum dimunculkan, banyak juga message singkat harian yang saya dapatkan dari Roh Kudus saat membaca Firman yang terus saya suguhkan ke publik lewat FB maupun lewat grup-grup kelas pemuridan KCC. Saya publish karya-karya tulisan saya bukan karena saya bisa publish dan ada uang tetapi karena disuruh Tuhan. Sudah bertahun-tahun saya tidak publish buku-buku yang sudah berjajar, karena saya tidak merasa digerakkan untuk itu. Saya tidak memupuk nama, kemampuan, ketenaran, keinginan jiwa – tetapi saya hanya melakukan semuanya untuk menjawab kerinduan hati Tuhan bagi jiwa-jiwa dan untuk menyenangkan-Nya, memenuhi panggilan-Nya saja. Rasanya setiap hari mengalir tanpa henti, saya sendiri sangat diuntungkan olehnya. Saya menanti pembukaan yang lebih jelas lagi saat nanti bertemu dengan Kekasih Jiwa, my Yashua, Yahweh, Sang Penebus, ketika tidak ada lagi air mata, kesusahan, penyakit, penderitaan, kekuatiran, saat adanya hanya siang, saat semua orang kudus bersatu dan menyembah tanpa perbedaan doktrin dan denominasi. That day, what a day!

Meanwhile, marilah kita sama-sama menaruh harapan kita kepada Tuhan, mata tertuju kepada Dia saja yang telah memanggil kita di dunia untuk mengerjakan visi-Nya. Jangan lelah bekerja bagi Tuhan, jangan mengeluh dengan apa yang diperhadapkan kepada Anda, sebab tidak ada pencobaan yang melebihi kekuatan Anda, ketika Anda berseru kepada-Nya, Ia akan memberikan jalan keluar. Trust Yashua!

Maqdalene Kawotjo
Awal tahun 2021

Profile Picture

Maqdalene Kawotjo
Maqdalene KawotjoAuthor, Writer, Teacher.
Maq lahir di tengah-tengah keluarga besar hamba Tuhan di suatu kota kecil di Jawa Timur, Bondowoso. Ayah ibunya sudah melayani waktu Maq lahir di tengah-tengah keluarga. Mereka merintis gereja kecil dan membuka beberapa cabang gereja di Sumber Ringin dan kota-kota yang berdekatan dengan Bondowoso. Pada waktu kecil, sekitar umur 4 tahun, Maq dibawa oleh neneknya ke Tegal dan kemudian pindah ke Slawi-Jawa Tengah untuk dididik dalam kehidupan doa, diajar membaca Alkitab, diajak ikut koor, diajak berjualan gambir dari kota ke kota, dan terlebih dilatih untuk bergaul karib dengan Tuhannya. Neneknya adalah seorang pejuang iman, pendoa syafaat, seorang yang cinta Tuhan dan hidup penuh pengabdian sampai hari terakhirnya di dunia.

Pada usia 11 tahun, Maq dijemput ayahnya untuk bergabung dengan kakak adiknya di Solo (Yudi, Paul, Dani, Diana, Moses). Tumbuh dengan latar belakang yang sangat sederhana, tinggal di rumah yang kecil, dan dari sana Maq mulai memasuki dunia pelayanan. Dari murid sekolah minggu, sampai menjadi guru sekolah minggu. Dari murid remaja menjadi guru ketua remaja, kemudian berkhotbah di Kaum Muda, Kaum Wanita, dan ibadah umum. Melayani dari satu cabang gereja ke cabang lainnya, di bawah pengawasan ayahnya Pendeta Benny Kawotjo – sebelum Maq mulai petualangannya untuk masuk dalam pendidikan-pendidikan khusus sebagaimana kisah lengkapnya tertuang dalam buku pertamanya yang berjudul BERHASIL KARENA IMAN.

Pada tahun 1991, Tuhan memanggil secara pribadi untuk menyerahkan diri kepada Tuhan untuk menjadi hamba-Nya secara full time. Seumpama seseorang yang menemukan harta terpendam di ladang, ia memendamnya lagi lalu pergi menjual seluruh harta miliknya untuk membeli ladang itu. Demikianlah Maq menemukan harta terbesar dalam hidupnya; ditinggalkannya seluruh kesenangan duniawinya dan menggadaikan seluruh hidupnya untuk memperoleh harta terpendam itu. Sejak saat itu Maq mempersiapkan diri untuk terjun dalam dunia pelayanan sepenuh waktu. Hidupnya, waktunya, masa mudanya, masa depannya, hak-hak pribadinya – seluruhnya dengan sukacita ia relakan terjual supaya ia memperoleh Kristus. Ayat-ayat di bawah ini menegaskan panggilan Maq bahwa tujuan Tuhan dalam hidupnya adalah untuk melayani jiwa-jiwa dan mengabdi kepada Tuhannya.

Efesus 2:10 yang mengatakan:
“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya”.

2 Korintus 5:15
Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.

Luke 14:33
Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

Galatia 2:20
namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Filipi 3:7-8
Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.

Matius 28:19-20
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

  • Tahun 1996 memperoleh gelar Master of Divinity dari Asian Center for Theological Studies and Mission (ACTS) Yang Pyong, Korea Selatan
  • Tahun 2001 memperoleh gelar Doctor of Ministry dari Ashland Theological Seminary (ATS) Ashland, Ohio, USA
  • Tahun 2003 meluncurkan buku perdananya dengan judul BERHASIL KARENA IMAN
  • Tahun 2004 meluncurkan buku keduanya dengan judul MENIKMATI KEMUSTAHILAN
  • Tahun 2004 membina discipleship RAJAWALI RADIKAL dengan Tim pelayanan (yang kemudian pada tahun 2007 diganti dengan nama Kingdom Community Center)
  • Tahun 2005 mendapatkan Award dari Ashland Theological Seminary, di Ashland, Ohio, USA sebagai “Ashland Theological Seminary Alumna of the Year 2005”
  • Tahun 2005 meluncurkan buku ketiga dengan judul MARIA MAGDALENA: “TELADAN IMAN DAN DOA”
  • Tahun 2005 meluncurkan 2 buku saku sekaligus berjudul BAHAGIA MENURUT STANDAR SORGA dan KUATKAN DAN TEGUHKAN HATIMU
  • Tahun 2006 mulai pelayanan keliling pulau-pulau dan kota-kota baik dalam negeri maupun luar negeri dalam bentuk Seminar BERHASIL KARENA IMAN khususnya untuk kalangan Hamba-hamba Tuhan, bersama dengan pengusaha-pengusaha sebagai kesatuan Team pelayanan
  • Tahun 2007 meluncurkan buku ke empat berjudul TRUE COLORS
    (Seri From Maq’s Heart-1)
  • Tahun 2007 menggelar Pemuridan di berbagai tempat di Indonesia maupun luar negeri dan berjejaring dengan gereja-gereja Tuhan – dengan suatu wadah bernama Kingdom Community Center (KCC)
  • Tahun 2009 meluncurkan buku ke lima berjudul INSANITY
  • Tahun 2010 meluncurkan buku ke enam berjudul NOT WITHOUT TEMPTATION
    (Seri From Maq’s Heart-2)
  • Tahun 2010 memulai Intensive Discipleship Training Course (IDTC atau PPPI-Program Pelatihan Pemuridan Intensif) di bawah naungan Kingdom Training Center (KTC) yang bertempat di kantor pusat KCC Jakarta. Training yang didesain untuk para pemimpin-pemimpin dan pendeta-pendeta dari dalam dan luar negeri ini merupakan program padat dari Pemuridan Kelas 101 berjudul “Mengembangkan Manusia Roh” yang ditempuh selama 2 minggu. Pada tahun 2010 telah melepaskan 5 angkatan dengan jumlah total alumni 34 orang dari dalam dan luar negeri dan dari berbagai denominasi.
  • Tahun 2012 memperlebar divisi pelayanan The Kingdom Ministries dengan divisi KMC (Kingdom Medical Center) dan KBC (Kingdom Business Community).
  • Tahun 2012 meluncurkan buku ke-tujuh berjudul VISION.
  • Tahun 2013 bersama dengan Youth Team memulai Y-I (Youth IDTC) pada tanggal 26-30 Desember 2013.
  • Tahun 2014 (14 Februari 2014 atau 14022014) atas prakarsa rekan kerja Simon, di bawah naungan The Kingdom Ministries, meluncurkan Album Perdana Musik Jazz bersama TorchLighter di bawah divisi KMAC (Kingdom Music & Art Community). Album perdana berjudul IN LOVE WITH YOU ini menampilkan 8 buah karya lagu ciptaan Maqdalene Kawotjo yang dinyanyikan oleh murid-murid yang tergabung dalam KCC dari berbagai tempat. Seluruh personil adalah murid KCC dan alumni IDTC dan Y-I.
  • Tahun 2015 – Tuhan memanggil tahun ini sepenuhnya untuk melakukan Sabbath yang kedua kalinya (setelah yang pertama tahun 2004-2005 (lengkapnya tertulis dalam buku INSANITY). Off dari semua pelayanan, termasuk IDTC, pelayanan mimbar, traveling seluruh dunia. Sepenuhnya tahun ini didedikasikan kepada Tuhan dalam doa dan empowering straight from heaven. Ternyata tahun ini juga merupakan tahun Shabbat besar bangsa Yahudi perhitungan usainya 7×7 tahun atau tahun Jubilee (Im 25:1-8). Dikatakan bahwa Shemitah/Shabbat adalah “God’s sacred year” dan “a test of religious faith” bagi kita.
  • Tahun 2016 – Memulai IDTC dan Youth IDTC dengan dua bahasa, Indonesian dan English, dengan peserta dari berbagai bangsa: dari Eropa, Amerika, (peserta bangsa Yahudi), dan dari Afrika-Kenya.
    Menggalang Doa-Puasa Laser 21 dan Perling (Perang Keliling) Movements untuk semua murid-murid KCC, Alumni IDTC, dan Pembaca web dan FMH di seluruh dunia. Menggerakkan mereka untuk berperang bagi kotanya, mengalahkan kuasa-kuasa kegelapan, berperang menahan kekuatan penguasa teritorial. Berdoa dan berpuasa seperti Daniel dengan sistem “laser” selama 21 hari dan seterusnya untuk memenangkan setiap pertarungan dengan musuh yang tidak kelihatan.
  • Tahun 2017 memulai pelayanan video clip seri From Maq’s Heart di Youtube. Baik dalam bentuk clip, interview, maupun khotbah, dan seminar-seminar. Bermula dari dorongan murid-murid, akhirnya Maq memberanikan diri untuk tampil mendunia, walaupun ini bukan ‘passionnya’ untuk tampil, tetapi jika berarti Firman bisa menjangkau lebih banyak lagi jiwa-jiwa lewat dunia maya, itupun dilakukan.
  • Tahun 2017 di akhir tahun ini, Training Youth IDTC bertambah umur dari 13-21. Makin mendesak kebutuhan anak-anak muda untuk diperlengkapi memasuki bahayanya games dan perusakan lewat Gadget android mereka. Serving SELFIE Generation menjadi thema Y-I ke 5 tahun ini.

Join Us

Kingdom Community Center

KCC adalah komunitas orang-orang yang menyadari keberadaannya sebagai Agen Sorga untuk hidup dengan Standar Kerajaan.
Join Us