(“Urapan” Campuran)
Masih menyambung kisah kita di FMH sebelumnya mengenai bagaimana menjaga “anu,” kita masih bersama orang luar biasa yang diurapi, Simson. Saya yakin Simson tidak keberatan kisahnya dibongkar demi menjagai kita agar tidak jatuh seperti beliau. Kita yang sudah banyak baca warning seperti ini, jika mata gelap masih saja tidak ingat kisah kejatuhannya dan akibat menyakitkan yang ditimbulkan dari kedagingannya. Mari kita telusuri mengapa harus menjaga urapan agar tidak tercampur daging.
Hakim-hakim 13:24-25 (TB) Lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan memberi nama Simson kepadanya. Anak itu menjadi besar dan TUHAN memberkati dia.
Mulailah hatinya digerakkan oleh Roh TUHAN di Mahane-Dan yang terletak di antara Zora dan Esytaol.
Saat Tuhan mengurapi, Dia sendiri yang menggerakkan hati. Saat Tuhan menggerakkan hati orang yang diurapi-Nya, majulah dan berangkatlah mengikuti kegerakkan-Nya. Ini bukan persoalan mudah, ada 2 hal yang bisa terjadi, bahkan lebih:
- Keadaan sulit, mencekam, menakutkan – tapi saat Tuhan yang menggerakkan, Dia juga yang bertanggungjawab.
- (Jawabannya ada di ayat berikut)
Ayat ini hanya dibedakan oleh pasal. Saya berasumsi bahwa Mahane-Dan yang terletak di antara Zora dan Esytaol itu dekat dengan atau di daerah orang Filistin di Timna yang kisah kejatuhan Simson bermula dari sana/sini.
Hakim-hakim 14:1-3 (TB) Simson pergi ke Timna dan di situ ia melihat seorang gadis Filistin.
Ia pulang dan memberitahukan kepada ayahnya dan ibunya: “Di Timna aku melihat seorang gadis Filistin. Tolong, ambillah dia menjadi isteriku.”
Tetapi ayahnya dan ibunya berkata kepadanya: “Tidak adakah di antara anak-anak perempuan sanak saudaramu atau di antara seluruh bangsa kita seorang perempuan, sehingga engkau pergi mengambil isteri dari orang Filistin, orang-orang yang tidak bersunat itu?” Tetapi jawab Simson kepada ayahnya: “Ambillah dia bagiku, sebab dia kusukai.”
Ayat yang dipisahkan oleh pasal itu tidak diteruskan, misi Simson seharusnya di Mahane-Dan yang terletak di antara Zora dan Esytaol itu apa, kok malah dia keblinger perempuan! Misi kegerakan Tuhan di hati Simson seharusnya langsung membantai orang Filistin, tapi karena Simson gak bisa jaga hati, dia malah kesandung ngawinin perempuan dulu untuk urusan anunya itu!
Well, Tuhan bisa saja ‘memakai’ keadaan itu untuk akhirnya membalaskan bangsa Filistin — gak harus dijelaskan dari sisi interpretasi para teolog mengenai kata “ini asalnya dari Tuhan” dan karena “Simson harus mencari gara-gara.” Apakah Tuhan harus ‘menjatuhkan’ hakim pilihannya dengan memasukkannya ke sarang penyamun dan menyangkali peraturan-Nya sendiri, sehingga Simson terbiasa jatuh dengan perempuan dan akhirnya panggilannya tidak tuntas? Itu kelemahan Simson sendiri!
Baik, kembali ke ayat awal,… pada waktu Tuhan menggerakkan hatinya pertama kali, yang tercantum bukanlah bagaimana Simson terus berjalan dalam roh untuk FOKUS, tapi dia malah DAGING, KEDAGINGAN, MEMUASKAN KEINGINANNYA, TIDAK MENJALANKAN MISI TUHAN TAPI MALAH MISINYA.
Let’s explore the word FOCUS.
Apakah Saudara FOCUS on God’s mission?
Side tracks apakah yang bisa menjatuhkan Saudara seperti Simson bisa jatuh?
Catat dan renungkan, telusuri dan langsung penggal.
No, this is serious, kalo kita gak penggal penghalang, kita dan misi kitalah yang terpenggal seperti Simson.
Ayah ibunya menanti-nantikan bagaimana Tuhan menggenapi rencana-Nya lewat Simson, bagaimana akhirnya tahun-tahun penantian, pendewasaan yang akan membuahkan penyelamatan bangsa. Eh,… kok misinya malah jatuh di soal perempuan dan minta kawin!
“Tolong, ambillah dia menjadi isteriku.”
“Ambillah dia bagiku, sebab dia kusukai.”
MISI CAMPURAN
Ini adalah “misi aku.”
Apakah Saudara sedang menjalankan misi Tuhan atau misi aku, atau misi campuran?
Hanya membaca tidak akan menolong menggenapi misi Tuhan. You must get rid of the mix missions. Yusuf lari meninggalkan anunya perempuan itu. Yusuf difitnah dan dijebloskan penjara demi MISI TUHAN. Amazing boy! Dia menjadi penyelamat keluarga besar, penyelamat istana, penyelamat bangsanya penyelamat suatu bangsa besar dan penyelamat dunia.
Let’s return to Simson and ‘learn from his mistake.‘
Hakim-hakim 14:5-9 (TB) Lalu pergilah Simson beserta ayahnya dan ibunya ke Timna. Ketika mereka sampai ke kebun-kebun anggur di Timna, maka seekor singa muda mendatangi Simson dengan mengaum.
Pada waktu itu berkuasalah Roh TUHAN atas dia, sehingga singa itu dicabiknya seperti orang mencabik anak kambing — tanpa apa-apa di tangannya. Tetapi tidak diceriterakannya kepada ayahnya atau ibunya apa yang dilakukannya itu.
Maka pergilah ia ke sana, lalu bercakap-cakap dengan perempuan itu, sebab Simson suka kepadanya.
Setelah beberapa waktu kembalilah ia ke sana untuk kawin dengan perempuan itu; dan ketika ia menyimpang dari jalan untuk melihat bangkai singa itu, tampaklah ada kawanan lebah pada kerangka singa itu dan juga madu.
Dikeruknya madu itu ke dalam tangannya dan sambil memakannya ia berjalan terus, kemudian pergilah ia kepada ayahnya dan ibunya, dan memberikannya juga kepada mereka, lalu mereka memakannya. Tetapi tidak diceriterakannya kepada mereka, bahwa madu itu dikeruknya dari kerangka singa.
Singa datang menghalangi langkahnya. Kenapa Simson tidak memberitahukan kepada orang tuanya? Kenapa perbuatan keperkasaan disembunyikan? Karena di hati nuraninya ia tahu ini adalah “ranjau” awal Tuhan, tanda dari larangan Tuhan.
Apa yang tidak kau beritahukan kepada otoritasmu? Apa yang kau sembunyikan? Pastilah kau tahu itu membahayakanmu, tapi tetap saja kau langgar karena kau tetap mau menjalankan misimu dan menuruti kedaginganmu. Watch out, itu pencurian iblis awal, kenali! masuklah dalam tudung covering otoritas. Di luar otoritas, engkau pastilah terseret kepada jalur-jalur kebinasaan.
Kembali ke bangkai rahasia itu, Simson mengeruknya dan berani-beraninya dia memberikan kepada bapa ibunya makanan yang mencemarkan jasmani dan rohani mereka, walaupun bentuk alamiahnya madu. Bisa saja kau tutupi otoritasmu dengan apa yang kau pikir ‘berkat rohani’ seperti uang dan barang, tapi jika itu keluar dari dosa dan pelanggaran, kau takkan lepas dari sana, iblis akan terus mengejarmu sampai menghabiskanmu jika tidak berhenti sekarang dan bertobat.
Hakim-hakim 14:17, 19-20 (TB) Tetapi isterinya itu menangis di sampingnya selama ketujuh hari mereka mengadakan perjamuan itu. Pada hari yang ketujuh diberitahukannyalah kepadanya, karena ia merengek-rengek kepadanya, kemudian perempuan itu memberitahukan jawab teka-teki itu kepada orang-orang sebangsanya.
Maka berkuasalah Roh TUHAN atas dia, lalu pergilah ia ke Askelon dan dibunuhnya tiga puluh orang di sana, diambilnya pakaian mereka dan diberikannya pakaian-pakaian kebesaran itu kepada orang-orang yang dapat memberi jawab teka-teki itu. Tetapi amarahnya masih juga bernyala-nyala, lalu pulanglah ia ke rumah ayahnya.
Maka diberikanlah isteri Simson itu kepada kawannya, bekas pengiringnya.
Perempuan itu merengek berhari-hari karena perbuatan Simson sendiri, karena hasil tuntutan dosanya; lalu Simson jadi marah saat permainannya terbongkar dan kehendaknya tidak bisa ia kendalikan. Simson marah bernyala-nyala, — ini pastilah kedagingan, pastilah bukan dari Tuhan. Ia masuk perangkap iblis.
Dosa demi dosa bergulir, ia masuk dalam perangkap demi perangkap karena bukannya menjalankan misi Tuhan tapi misinya sendiri yang berurap daging.
URAPAN CAMPURAN:
Hakim-hakim 15:4-5 (TB) Maka pergilah Simson, ditangkapnya tiga ratus anjing hutan, diambilnya obor, diikatnya ekor dengan ekor dan ditaruhnya sebuah obor di antara tiap-tiap dua ekor.
Kemudian dinyalakannyalah obor itu dan dilepaskannya anjing-anjing hutan itu ke gandum yang belum dituai kepunyaan orang Filistin, sehingga terbakarlah tumpukan-tumpukan gandum dan gandum yang belum dituai dan kebun-kebun pohon zaitun.
-“Pada waktu itu berkuasalah Roh TUHAN atas dia, sehingga singa itu dicabiknya seperti orang mencabik anak kambing.”
-“Maka berkuasalah Roh TUHAN atas dia, lalu pergilah ia ke Askelon dan dibunuhnya tiga puluh orang di sana,”
-Hakim-hakim 15:8, 14-15 (TB) Dan dengan pukulan yang hebat ia meremukkan tulang-tulang mereka. Lalu pergilah ia dan tinggal dalam gua di bukit batu Etam.
Setelah ia sampai ke Lehi dan orang-orang Filistin mendatangi dia dengan bersorak-sorak, maka berkuasalah Roh TUHAN atas dia dan tali-tali pada tangannya menjadi seperti batang rami yang telah habis dimakan api dan segala pengikatnya hancur tanggal dari tangannya.
-Kemudian ia menemui sebuah tulang rahang keledai yang masih baru, diulurkannya tangannya, dipungutnya dan dipukulnya mati seribu orang dengan tulang itu.
Menangkap 300 anjing hutan apakah tanpa urapan? (Ini murni pertanyaan, saya tidak mengambil kesimpulan ya atau tidak). Mencabik singa ditulis ada Roh Tuhan, membunuh 30 orang juga, tapi 300 anjing hutan? Meremukkan tulang-tulang manusia!!! Membunuh 1000 orang dengan tulang rahang keledai saja?
Semua perbuatan gagah perkasa ini dilakukan Simson baik dengan atau tanpa kejelasan urapan, sudahlah kurang jelas, karena dia memang sudah disertai Roh Tuhan dan hampir natural baginya melakukan hal-hal itu, tapi pertanyaannya, apakah jika disertai Roh Tuhan berarti diurapi untuk misi Tuhan? Ini dia yang saya maksudkan “urapan campuran” campur roh siapa/apa?
Kita sering berpikir bahwa hamba-hamba Tuhan yang mengadakan mujizat dan tanda-tanda, ‘urapannya’ murni dari Tuhan, tanpa memperhatikan apakah hidupnya sedang menjalankan misi Tuhan secara full, atau misi daging atau misi campuran. Apakah tanda dan mujizat itu dari Tuhan memang dikehendaki Tuhan atau ada Roh Tuhan tapi untuk kehendak manusia itu sendiri – ini sangat berlawanan dan kadang tipis garisnya.
Di hari akhir nanti, mereka yang disertai dengan urapan luar biasa campurannya akan mengerang kepada Tuhan: “Bukankah aku melakukan mujizat ini dan itu atas nama-Mu?” Lalu Tuhan akan menjawab: “Aku tidak mengenal engkau hai pembuat kejahatan!”
Beberapa kali saya dipertemukan dengan hamba-hamba Tuhan yang luar biasa dengan urapan campuran; saya mencoba menasihati mereka dengan lembut, tetapi mereka malah menista saya, dan lihatlah… mereka berjatuhan karena menggunakan anunya, memuaskan dagingnya, tidak murni, bocor mulut, meminta-minta, memfitnah, dan mereka jatuh berkeping-keping seperti Simson.
Siapa saja bisa diurapi, siapa saja bisa dipakai – tetapi bagaimana kita menjaga hidup dan urapan itu sampai akhir hanya untuk menjalankan misi Tuhan, yang tidak tercampur dengan kehendak daging. Ini sangat penting, kemurnian hati, ketulusan, kasih, hanya untuk Dia segalanya. Help us, Lord.
Leave A Comment