Pada kesempatan ini, saat membahas Urapan, saya ingin insert pribadi seseorang dengan spirit yang sangat mematikan yang tidak kalah pentingnya untuk diwaspadai. Jika kita disuruh mencomot nama-nama pembunuh besar di Alkitab atau dalam sejarah, kita akan menaruh nama-nama penting seperti: Yudas; Herodes pembunuh Yohanes Pembaptis; Saul (sebelum diubah menjadi Paulus); Kain pembunuh 1/4 penduduk bumi.
Tetapi saya tidak mau Saudara melupakan jasa sadis seseorang bernama Doeg yang telah membunuh Imam Ahimelekh beserta 84 imam-imam lain di kota Nob, dengan seluruh penduduk kota itu, baik bayi yang masih menyusu maupun semua hewan piaraan mereka. Roh Doeg ini ada di sekitar dan masih sangat hidup – roh pengkhianatan, roh penyebaran nama baik, roh pemburukan nama. Biasanya dilakukan oleh bawahan kepada atasannya/otoritasnya (seringnya), jemaat kepada pendetanya, karyawan kepada bosnya, sahabat, teman baik, teman kerja, kakak-adik, bahkan pasangan suami isteri.
Kita ulangi ayat-ayat bacaan kita minggu lalu:
1 Samuel 22:7-19 (TB) Lalu berkatalah Saul kepada para pegawainya yang berdiri di dekatnya: “Cobalah dengar, ya orang-orang Benyamin! Apakah anak Isai itu juga akan memberikan kepada kamu sekalian ladang dan kebun anggur, apakah ia akan mengangkat kamu sekalian menjadi kepala atas pasukan seribu dan atas pasukan seratus, sehingga kamu sekalian mengadakan persepakatan melawan aku dan tidak ada seorang pun yang menyatakan kepadaku, bahwa anakku mengikat diri dengan anak Isai itu? Tidak ada seorang pun dari kamu yang cemas karena aku, atau yang menyatakan kepadaku, bahwa anakku telah menghasut pegawaiku melawan aku menjadi penghadang seperti sekarang ini.”
Lalu menjawablah Doëg, orang Edom itu, yang berdiri dekat para pegawai Saul, katanya: “Telah kulihat, bahwa anak Isai itu datang ke Nob, kepada Ahimelekh bin Ahitub. Ia menanyakan TUHAN bagi Daud dan memberikan bekal kepadanya; juga pedang Goliat, orang Filistin itu, diberikannya kepadanya.”
Lalu raja menyuruh memanggil Ahimelekh bin Ahitub, imam itu, bersama-sama dengan seluruh keluarganya, para imam yang di Nob; dan datanglah sekaliannya menghadap raja. Kata Saul: “Cobalah dengar, ya anak Ahitub!” Jawabnya: “Ya, tuanku.” Kemudian bertanyalah Saul kepadanya: “Mengapa kamu mengadakan persepakatan melawan aku, engkau dengan anak Isai itu, dengan memberikan roti dan pedang kepadanya, menanyakan Allah baginya, sehingga ia bangkit melawan aku menjadi penghadang seperti sekarang ini?”
Lalu Ahimelekh menjawab raja: “Tetapi siapakah di antara segala pegawaimu yang dapat dipercaya seperti Daud, apalagi ia menantu raja dan kepala para pengawalmu, dan dihormati dalam rumahmu?
Bukan ini pertama kali aku menanyakan Allah bagi dia. Sekali-kali tidak! Janganlah kiranya raja melontarkan tuduhan kepada hambamu ini, bahkan kepada seluruh keluargaku, sebab hambamu ini tidak tahu apa-apa tentang semuanya itu, baik tentang perkara kecil maupun perkara besar.”
Tetapi raja berkata: “Engkau mesti dibunuh, Ahimelekh, engkau dan seluruh keluargamu.”
Lalu raja memerintahkan kepada bentara yang berdiri di dekatnya: “Majulah dan bunuhlah para imam TUHAN itu sebab mereka membantu Daud; sebab walaupun mereka tahu, bahwa ia melarikan diri, mereka tidak memberitahukan hal itu kepadaku.” Tetapi para pegawai raja tidak mau mengangkat tangannya untuk memarang imam-imam TUHAN itu.
Lalu berkatalah raja kepada Doëg: “Majulah engkau dan paranglah para imam itu.” Maka majulah Doëg, orang Edom itu, lalu memarang para imam itu. Ia membunuh pada hari itu delapan puluh lima orang, yang memakai baju efod dari kain lenan. Juga penduduk Nob, kota imam itu, dibunuh raja dengan mata pedang; laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak yang menyusu, pula lembu, keledai dan domba dibunuhnya dengan mata pedang.
Roh mencari nama, roh mencari jasa semu, roh kesombongan, roh tinggi hati, roh keangkuhan, roh ingin dipuji, roh ingin dipandang dan diangkat, roh menjilat, roh kepalsuan, roh tidak dapat mengekang diri, roh hawa nafsu – inilah beberapa nama roh yang terkait bersamaan dengan keputusan yang diambil Doeg – selain nama-nama roh yang sudah saya sebutkan sebelumnya di paragraf atas. Sesuai dengan keterangannya, demikianlah saya mendapatkan sendiri jenis roh-roh yang merasukinya berdasarkan pengamatan saya terhadap orang-orang yang memiliki roh yang sama.
Roh ini biasa dipicu oleh sakit hati terhadap musuhnya, dalam hal ini, saya sinyalir Doeg telah sakit hati terhadap Daud. Bisa jadi karena dia tidak diangkat Saul, sehingga pada saat Daud diangkat untuk mengepalai pasukan seribu, dia menjilat Saul dengan menyerahkan Daud sebagai korban kematian.
Banyak orang tidak sadar, dijangkiti oleh roh Doeg ini – mereka berani menyerahkan atasannya kepada orang lain sehingga orang lainlah yang membunuh orang yang ia serahkan. Kami mempunyai beberapa orang kepercayaan yang keluar dari kantor kami dan menjual kisah yang tidak sesungguhnya terjadi. Biasanya dipelintir dan dibumbui – mereka dengan berani menebas kepala kami, memancung di depan orang-orang yang memusuhi kami. Mereka bersepakat dan menghakimi kami, orang-orang yang pernah duduk semeja dan telah didewasakan dalam roh. Mereka keluar karena sakit hati, karena iri hati, karena ketidakpuasan terhadap rekan kerjanya, mereka tidak bisa mengejar, dan akhirnya menjegal.
Tanpa disadari, “kisah Doeg” menurut versinya telah membunuh kami dimana-mana. “Para saul” di luaran sana menjadi percaya dan ramai-ramai memancung kami di hadapan teman-teman mereka.
Berikutnya ada “doeg-doeg” lainnya yang memberi diri untuk menjadi pengkhianat dan menyerahkan Daud kepada musuhnya, yaitu Saul.
1 Samuel 23:19-21, 26-28 (TB) Tetapi beberapa orang Zif pergi menghadap Saul di Gibea dan berkata: “Daud menyembunyikan diri dekat kami di kubu-kubu gunung dekat Koresa, di bukit Hakhila, di sebelah selatan padang belantara. Oleh sebab itu, jika tuanku raja berkenan datang, silakanlah datang; tanggungan kamilah untuk menyerahkan dia ke dalam tangan raja.” Berkatalah Saul: “Diberkatilah kiranya kamu oleh TUHAN, karena kamu menunjukkan sayangmu kepadaku.
Saul berjalan dari sisi gunung sebelah sini dan Daud dengan orang-orangnya dari sisi gunung sebelah sana. Daud cepat-cepat mengelakkan Saul; tetapi Saul dengan orang-orangnya sudah hampir mengepung Daud serta orang-orangnya untuk menangkap mereka, ketika seorang suruhan datang kepada Saul dengan pesan: “Segeralah undur, sebab orang Filistin telah menyerbu negeri.”
Maka berhentilah Saul mengejar Daud dan pergi menghadapi orang Filistin. Itulah sebabnya orang menyebut tempat itu: Gunung Batu Keluputan.
Biar bagaimana pun orang yang ada dalam urapan pasti ada dalam perlindungan. Hanya saja kerap kali Daud takut, sehingga dia harus berbohong, berlaku seperti orang gila, dsb, sehingga karena memakai akalnya sendiri, imam-imam dan seluruh kota Nob dibunuh karena kebohongannya, kebohongan seorang calon raja besar.
Di lain pihak doeg-doeg dan saul-saul kehilangan pengurapan, hidup dalam ketidaknyamanan, hidup dalam hukuman yang cepat atau lambat akan menimpa mereka. Mereka-mereka adalah orang-orang yang tidak pernah menyadari bahwa sepatah kata pengkhianatan yang ia sampaikan terhadap “orang yang bisa dipercaya – di ruang tersembunyi” dikumandangkan lewat dinding-dinding bisu dan tidak dimengertinya sudah berbalik menyebarkan racun yang perlahan membunuhnya sendiri.
Jika kita masih hidup sampai hari ini, artinya Tuhan masih memberikan kesempatan kepada kita untuk membalikkan keadaan, untuk meminta ampun atas dosa mulut kita, atas perkataan kita yang sudah tanpa disadari mengutuk hidup orang lain yang sebenarnya berbalik menjadi bumerang bagi jiwa kita sendiri. Tuhan begitu baik, Dia ingin kita sendiri dahulu sembuh. Sampaikan kepada Tuhan agar jiwamu disembuhkan dari semua kotoran dan kenajisan, sakit hati dan dosa yang ditimbulkan oleh orang lain, sehingga engkau meluapkan nanah dan penyakit borok itu kepada orang lain. Minta Roh Kudus untuk mencari sampai ke akar-akarnya, dan mintalah kembali DARAH YESUS untuk menyucikan setiap dosa dan noda, setiap darah yang kau curahkan dalam pembunuhan-pembunuhan terhadap karakter orang lain di alam roh – sebut nama-nama mereka. Baik yang telah melukaimu maupun yang telah kau lukai. Datang kepada mereka selagi mereka hidup, dan mintalah doa kepada mereka agar engkau sembuh.
Sebab sahabat-sahabat Ayub harus didoakan Ayub untuk diampuni dosanya dan Tuhan membebaskan mereka. Kita seringkali titip doa, atau minta orang lain yang melakukannya, tidak berani rendah hati, tidak berani datang, dan tidak diketahui kenapa kita terus sakit-sakitan, karena masih ada ketinggian hati, kesombongan, roh Doeg yang masih ngendon di sana karena kita tidak minta dilepaskan oleh orang yang telah kita ‘bunuh’ di alam roh. Rendahkanlah dirimu, datanglah, akuilah, Tuhan akan menyembuhkan engkau dan mengangkat engkau.
God bless your heart as He heals your soul and your wounds.
Leave A Comment