Markus 4:8
“….hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.”
Seorang hamba Tuhan berkata bahwa penghasilan kelipatan ini ditentukan oleh “Panggilan” dan “Kesediaan untuk dikerat.” Mungkin penjelasan kurang akurat dan gamblang, tapi saya siap menelaah keduanya dengan pandangan yang sudah saya lewati berdasarkan pengertian yang Tuhan bukakan kepada saya mengenai “panggilan” Tuhan dalam hidup saya pribadi.
Seseorang bertanya kepada saya bahwa dia berada di dunia market sebagai profesional dan menjalankan tugas “kerajaan” dengan mengembangkan leadershipnya. Tetapi saya tidak tahu apakah atau sudah berapakah sampai sekarang orang yang sudah dimenangkan berdasarkan gaya kepemimpinannya. Ataukah pernyataan “profesi” tadi karena memang mereka memilih berada di jalur profesi karena kurang mengerti fungsi mereka sesungguhnya sebagai orang Kerajaan yang seharusnya bertanya kepada Tuhan dengan sungguh apa fungsinya hidup di dunia, dan bagaimana harus menjalankan hidupnya tidak hanya bertahan atau mencari uang untuk keluarga.
Saya mengupas dari kenyataan bahwa tidak banyak orang Kristen mengetahui kesungguhan sampai menjadi pelaku dari ayat terkenal “Carilah dahulu Kerajaan Sorga dan kebenarannya” ini. Setiap orang Kristen membaca ayat ini tetapi tidak banyak yang sungguh-sungguh memulai kehidupannya dari sini. Jika seorang betul-betul mencarinya, maka ia akan menemukan jati diri Kerajaan, sebagai duta, ambassador, representatif Kerajaan Sorga. Bukan mengatasnamakan atau alasan dunia profesional tetapi sesungguhnya hanya kedok dan tidak berbuat apapun yang setara dengan wakil Kerajaan yang menghasilkan buah Kerajaan dan menguntungkan Sorga. Saya yakin orang Kristen banyak yang menghindar mendengar dipanggil menjadi hamba Tuhan sebab banyak HT yang tidak mencerminkan kehidupan Kerajaan dengan sungguh, sehingga image HT kurang mempesona orang-orang Kristen lainnya. Saya bisa memaklumi ini jika dilihat dari pengaruh dunia yang sangat pekat dan membuat orang Kristen lebih condong masuk ke jalur sekuler daripada mencari Kerajaan dahulu serta Kebenarannya. Ini sungguh tragis, bahwa orang-orang Kristen datang dari minggu ke tahun ke gereja hanya mengulurkan tangan meminta berkat tanpa mempedulikan “carilah dahulu” itu.
Memang untuk sampai menjadi pengikut Kristus yang benar syaratnya hanyalah MENYANGKAL DIRI DAN MEMIKUL SALIB SETIAP HARI. Ini kedengaran sulit dan tidak enak, dibanding dengan tawaran dunia dan uang yang nampaknya awalnya menggiurkan, to say the truth in sadness. Justru tawaran yang awalnya sulit dan tidak enak itu justru berakhir dengan indah, tetapi karena manusia mudah kena tipu, mereka memilih yang awalnya nampak enak itu tadi, dan menghindari penyangkalan diri. Oh, wahai… betapa menyedihkanya melihat orang Kristen di dunia yang tidak membayar harga, menganggap enteng kepengikutannya kepada Tuhan yang telah menebusnya dengan nyawa-Nya untuk segala dosa-dosa yang selayaknya bersamanya (dosa itu) kena hukuman kekal. Tetapi manusia mengentengkan anugerah ajaib itu dan hidup tanpa tanggung jawab – ini cheap grace.
Jadi untuk menjawab/mengejawantahkan tuaian yang berlipat kali ganda itu, jawaban pertamanya mengenai “panggilan” adalah apa yang saya uraikan di atas. Jadi “Apakah Panggilan itu?” Apakah hanya orang tertentu saja yang dipanggil menjadi HT? You got the answer!
Kedua, “Kesediaan untuk dikerat” merupakan jawaban yang tak terpisahkan, itu bukan jawaban tetapi syarat, dan jika kita berbicara mengenai ‘dikerat’ sebenarnya meringankan prosesnya dari hari ke hari, tetapi jika Saudara mau yang lebih maksimal dan vulgar ya itu tadi “menyangkal diri” dan “memikul salib.” Karena penyangkalan diri ini merupakan syarat tak terpisahkan bagi anak Tuhan saat ia menyerahkan diri untuk dibaptis – itu proses kematian manusia lama dan hidup dengan Kristus, menuruti segenap kehendak Kristus. “Self” tidak tersisakan, hanya Kristus, dan saat hanya Kristus yang memimpin hidup, maka tidak ada self-will, tapi His will.
Jadi, menjawab pertanyaan atau alasan apakah hanya segelintir atau orang-orang tertentu yang dipanggil menjadi HT, mungkin saya punya kesimpulan yang berbeda dari pandangan umum, yang mungkin jika digabungkan dengan pandangan-pandangan lainnya akan memperkaya aneka ragam pengetahuan dari berbagai sisi. Saya tidak bilang bahwa saya benar atau mereka salah atau saya salah mereka benar, semua pandangan bisa melengkapi kekurang-pandangan dari sudut tertentu. Itu sebabnya dibutuhkan pandangan yang berbeda untuk bisa melihat dari sudut yang berbeda, tetapi prinsip Firman tentang penyangkalan diri merupakan satu central Kekristenan yang tidak bisa ditawar, it’s a must.
Mungkin tidak akan pernah terlambat untuk memulai mencari dahulu Kerajaan Sorga dan Kebenarannya, sebab jika hidup tidak dimulai dari kata Firman mengenai yang harus diutamakan, maka kita akan menyisihkannya di terkemudian dan akhirnya tidak akan pernah mencapai pengetahuan yang benar. Dan untuk melangkah dalam zona Kerajaan selalu dibutuhkan penyangkalan diri, dan ini yang kerap kali ditakutkan orang percaya karena ketidakpercayaan mereka terhadap tipuan mammon. Tetapi orang benar hidup karena IMAN.
Ibrani 10:38
Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman,….
Leave A Comment