2 Samuel 11:1-2
Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem.
Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.

Kita semua tahu kisah kejatuhan raja Daud dengan Batsyeba isteri Uria panglima setianya. Kita juga mempelajari mengapa ia jatuh, tetapi mungkin tidak banyak yang belajar bagaimana kita-kita menghindari kejatuhan yang demikian dari sisi kita di jaman seperti ini. Memang pelajaran ini sangat aplikatif bagi kita semua, khususnya yang sudah memiliki posisi mapan, yang sudah tidak harus berkhotbah tiap minggu, persiapan tiap Sabtu atau sepanjang minggu, atau tidak harus bekerja jungkir balik cari omset sebab sudah banyak anak buah. Posisi-posisi nyaman yang akhirnya memudahkan kita untuk lega berbuat hal lain selain “perang” seperti Daud ini sangatlah membahayakan bagi kita.

Mungkin tidak lagi bisa mengintip isteri orang mandi dengan kolam terbuka, tapi kita mengintip lewat internet body-body ‘batsyeba’ yang menggiurkan sampai ke kedalaman alat privatya karena bisa dizoom dan enlarge sesuai dengan kemauan kita. Jika jaman dulu Daud pertama hanya bisa cleguk dari loteng, sekarang siapa saja yang mau bisa untuk mendapatkan semua akses dengan mudah. Ini trap besar bagi manusia jaman ini.

Saya tidak dapat membayangkan bagaimana bebasnya anak-anak Tuhan membuka situs-situs porno, seram, film hantu, sinteron, film-film dan acara apapun juga untuk memuaskan nafsu kedagingannya tanpa merasa deg-deg-an atau bersalah dan terus melanjutkan dari hari ke hari selama bertahun-tahun. Doa minta ampun sebentar karena nyesel sudah buang waktu dan mencemari mata, sesudah itu malamnya kembali lagi ke situs-situs tersebut karena linknya hafal nama modelnya hafal, dan masih ada gadgetnya, tab, jaringan internet tak terbatas.

Sudah lama sekali sejak belasan tahun yang lalu Roh Kudus melarang saya untuk menceritakan ulang lelucon apapun, seperti karangan-karangan atau bikin-bikinan, banyolan, buatan, di khotbah-khotbah saya, terus merembet bahkan tidak kepada audience cafe saat duduk nyantai. Beberapa kali saya ‘mencoba’ mengujinya apakah benar-benar hal ini masuk akal, dan saya betul-betul tahu bahwa saya tidak bisa lagi melakukan demikian. Nampaknya innocent dan tidak keji, sebab hanya kisah lelucon saja, tetapi sebagai hamba Tuhan saya dilarang keras, warning keras,… jika saya melakukannya tubuh saya bisa bergetar. Padahal baru sepatah dua patah kata, akhirnya melewati tahun demi tahun saya makin taat dan makin peka.

Terakhir, yang lebih ekstrim lagi, saya merasakan debaran keras saat saya nonton lelucon asli seperti anjing berbicara di X-Factor! Saya pikir tadinya janggal sekali, masa begitu saja dilarang, …. tapi Roh Kudus yang paling tahu bagaimana saya harus hidup dalam jalur strict-Nya untuk dipakai bagi pekerjaan-pekerjaan mulia. Ini batasan-batasan yang saya kenali untuk diri saya sendiri, dan saya menyadari betapa berbahayanya jika hati nurani anak Tuhan sudah dull, kapalan, tidak peka/tidak memekakan diri lagi terhadap ragi dunia, susupan iblis, hawa nafsu dan semacamnya yang menyebabkan kita mendukakan Roh Kudus atau yang membuat Roh Kudus tidak bisa bekerja dengan bebas dan penuh memakai hidup kita karena kita masih berjejal dengan keduniawian?

Berapa banyak kita excuse memberikan banyak alasan yang matang dan dipertimbangkan, alasan yang terus membenarkan diri untuk tetap melakukan kehendak kita dan menyingkirkan hentakan Roh yang biasanya lembut dan sepi-sepoi itu? Jika kita tidak terbiasa taat dengan desahan suara Roh, kita akan terjun kepada daging dengan bebas. Kita bilang bahwa kita sangat sibuk, gak ada waktu untuk baca Firman atau doa, padahal suka baca politik berjam-jam, suka browsing internet, buka status orang, FB dan link youtube dari satu ke lainnya sampai pagi. Ini alasan yang mendukakan Roh Kudus.

Daud, dahulu saat berjuang terus dalam perang, saat hanya memotong jumbai jubah Saul hatinya berdebar-debar, tetapi sekarang bahkan merancangkan kejahatan dengan menghamili isteri pasukan setianya pun dia sampai tega membunuh suami perempuan itu untuk kelanjutan pemenuhan pelampiasan hawa nafsunya! Posisinya membuat debar hati nuraninya tidak lagi berfungsi, atau tepatnya difungsikan.

Kerinduan dan doa saya bagi Saudara-saudara yang sudah mendapatkan posisi dan waktu yang bebas, agar menjaga hati, mata, pikiran, tangan, alat vital, organ tubuh, gadget, alat transportasi, bukan untuk memuaskan daging dan menuruti hawa nafsu. Tetapi semakin kita dipercaya dan mendapatkan banyak waktu luang, makin kita giat dalam melayani Tuhan, agar kita tidak terjerat oleh dosa yang sudah dipasang perangkapnya dimana-mana. God bless your spirit.

Roma 6:13
Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup.
Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

Roma 13:14
Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

Markus 9:47
Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam
neraka,