Yosua 18:1-4, 8-9 (TB) Maka berkumpullah segenap umat Israel di Silo, lalu mereka menempatkan Kemah Pertemuan di sana, karena negeri itu telah takluk kepada mereka.
Pada waktu itu masih tinggal tujuh suku di antara orang Israel, yang belum mendapat bagian milik pusaka.
Sebab itu berkatalah Yosua kepada orang Israel: “Berapa lama lagi kamu bermalas-malas, sehingga tidak pergi menduduki negeri yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu?
Ajukanlah tiga orang dari tiap-tiap suku; maka aku akan menyuruh mereka, supaya mereka bersiap untuk menjelajahi negeri itu, mencatat keadaannya, sekadar milik pusaka masing-masing, kemudian kembali kepadaku.
Kemudian bersiaplah orang-orang itu, lalu pergi, sedang Yosua memerintahkan kepada mereka, pada waktu mereka berangkat, supaya mereka mencatat keadaan negeri itu, katanya: “Pergilah, jelajahilah negeri itu, catatkanlah keadaannya, kemudian kembalilah kepadaku; maka di sini, di Silo, aku akan membuang undi bagi kamu di hadapan TUHAN.”
Orang-orang itu pergi dan berjalan melalui negeri itu; mereka mencatat keadaannya dalam suatu daftar, kota demi kota, dalam tujuh bagian, lalu kembali kepada Yosua ke tempat perkemahan di Silo.

Pada masa ini Yosua sudah sangat tua, tetapi dikatakan bahwa suku-suku Israel belum mendapatkan tanah yang dijanjikan. Padahal mereka sudah sekitar 40 tahun lagi setelah kematian Musa hamba Tuhan besar itu, dan dalam kepemimpinan Yosua. Yosua sendiri sejak waktu itu sudah banyak memimpin dan memenangkan banyak sekali peperangan dengan raja-raja wilayah Kanaan.

Sekarang, waktu mereka komplen kepada Yosua (di pasal sebelumnya bani Yusuf datang kepada Yosua minta tanah, dan mereka beralasan, tetapi Yosua tetap menyuruh mereka berperang). Nah ini dia, saat Yosua berkata kepada mereka: “dudukilah” itu artinya mereka tinggal datang, memerangi penduduk setempat (pasti menang) dan menduduki tempat itu secara literal. Mari saya bukakan ayat-ayat sebelumnya:

Yosua 17:14-18 (TB) Berkatalah bani Yusuf kepada Yosua, demikian: “Mengapa engkau memberikan kepadaku hanya satu bagian undian dan satu bidang tanah saja menjadi milik pusaka, padahal aku ini bangsa yang banyak jumlahnya, karena TUHAN sampai sekarang memberkati aku?”
Jawab Yosua kepada mereka: “Kalau engkau bangsa yang banyak jumlahnya, pergilah ke hutan dan bukalah tanah bagimu di sana di negeri orang Feris dan orang Refaim, jika pegunungan Efraim terlalu sesak bagimu.”
Kemudian berkatalah bani Yusuf: “Pegunungan itu tidak cukup bagi kami, dan semua orang Kanaan yang diam di dataran itu mempunyai kereta besi, baik yang diam di Bet-Sean dengan segala anak kotanya maupun yang diam di lembah Yizreel.”
Lalu berkatalah Yosua kepada keturunan Yusuf, kepada suku Efraim dan suku Manasye: “Engkau ini bangsa yang banyak jumlahnya dan mempunyai kekuatan yang besar; tidak hanya satu bagian undian ditentukan bagimu,
tetapi pegunungan itu akan ditentukan bagimu juga, dan karena tanah itu hutan, haruslah kamu membukanya; kamu akan memilikinya sampai kepada ujung-ujungnya, sebab kamu akan menghalau orang Kanaan itu, sekalipun mereka mempunyai kereta besi dan sekalipun mereka kuat.”

Ini seperti rengekan anak Tuhan di seluruh dunia yang minta berkat tiap hari tapi tidak “menduduki” yang artinya “berperang melawan” penguasa sebelumnya. Kependudukan itu tidak hanya dengan doa atau profetik, tapi kita hari-hari berperang melawan penguasa-penguasa/strongholds yang memegang property itu sebelumnya.

Kita anak Tuhan jika tiap hari hanya doa dan gak keliling untuk berperang, maka jawaban Tuhan ya seperti Yosua itu. Lalu kita mengajukan “alasan-alasan yang tepat” yang diajukan kepada Tuhan dan orang-orang sekitar kita, persis seperti bani Yusuf tadi “mereka punya kereta besi, mereka kuat.” Dalam bahasa sekarang ini: harganya mahal banget, saya gak ada uang; atau sulit banget dan gak memungkinkan.

Kalau Tuhan yang sudah berjanji, maka sekuat, sesulit, se-gak-mungkin apa pun jika kita ‘berperang’ pastilah kita menang dan bisa drive out ‘pemilik lama.’

Jadi, berdasarkan ayat-ayat di atas, waktu Yosua minta mereka datang dan membuang undi, artinya bukan waktu menerima undi mereka langsung memiliki tanah yang ada penduduk asline, bo. Mereka masing-masing memerangi penduduk asli di tanah-tanah yang diundi bagi mereka itu.

Jadi, doa itu ndak enak-enak cuman merengek dan uang sekarung jatuh dari langit, mak gebum… gak begituuu. Di bawah ini ada ayat dari pasal 13, jadi waktu Tuhan bicara mengenai kapling ini sudah lumayan berjalan waktu sampai kisah pengundian itu.

Yosua 13:1-7 (TB) Setelah Yosua menjadi tua dan lanjut umurnya, berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Engkau telah tua dan lanjut umur, dan dari negeri ini masih amat banyak yang belum diduduki.
Inilah negeri yang tertinggal: segenap wilayah orang Filistin dan seluruh negeri orang Gesur,
mulai dari sungai Sikhor di sebelah timur Mesir sampai ke daerah Ekron ke arah utara — semuanya itu terhitung tanah orang Kanaan —; ada lima raja kota orang Filistin, yakni di Gaza, di Asdod, di Askelon, di Gat dan di Ekron —; dan orang Awi
di sebelah selatan; seluruh negeri orang Kanaan dan Meara, kepunyaan orang Sidon, sampai ke Afek, sampai ke daerah orang Amori;
selanjutnya negeri orang Gebal dan seluruh gunung Libanon di sebelah matahari terbit, mulai dari Baal-Gad di kaki gunung Hermon sampai ke jalan yang menuju ke Hamat;
semua orang yang diam di pegunungan, mulai dari gunung Libanon sampai ke Misrefot-Maim; semua orang Sidon. Aku sendiri akan menghalau mereka dari depan orang Israel; hanya undikanlah dahulu negeri itu di antara orang Israel menjadi milik pusaka mereka, seperti yang Kuperintahkan kepadamu.
Oleh sebab itu, bagikanlah negeri ini kepada suku yang sembilan itu dan kepada suku Manasye yang setengah itu menjadi milik pusaka mereka.”

Di sini kita baca lagi perkataan Tuhan sendiri: Aku sendiri akan menghalau mereka dari depan orang Israel; hanya undikanlah dahulu negeri itu di antara orang Israel menjadi milik pusaka mereka, seperti yang Kuperintahkan kepadamu. Oleh sebab itu, bagikanlah negeri ini kepada suku yang sembilan itu dan kepada suku Manasye yang setengah itu menjadi milik pusaka mereka.”

Ini merupakan KEPASTIAN JANJI, mereka menjelajah liat besar kaplingan tanahnya, lalu diberikan kepada pemimpin untuk diundikan di depan semua, lalu mereka pergi berperang dengan kepastian kemenangan, kemudian menduduki! That’s all,... sebab mereka tidak ada yang tidak menang jika berperang dengan penduduk asli. Lebih dari itu, ada janji covering tambahan:

Yosua 21:43-45 (TB) Jadi seluruh negeri itu diberikan TUHAN kepada orang Israel, yakni negeri yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah untuk diberikan kepada nenek moyang mereka. Mereka menduduki negeri itu dan menetap di sana.
Dan TUHAN mengaruniakan kepada mereka keamanan ke segala penjuru, tepat seperti yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka. Tidak ada seorang pun dari semua musuhnya yang tahan berdiri menghadapi mereka; semua musuhnya diserahkan TUHAN kepada mereka.
Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi.

Q: Trus-trus, gimana donk aplikasinya dengan perkaplingan modern yang sudah dalam bentuk hotel-hotel bintang 6 dan gedung-gedung tinggi? Apakah saya harus berperang dan menduduki?
A: Itu tergantung gimana Saudara mendengar ‘undian’ dari Tuhan dan apa keperluannya. Kalau kita meminta hanya agar kita punya investasi dimana-mana dengan kata lain hanya ingin punya uang banyak, kayaknya a’ak ya.

Q: Trus-trus yang gimana caranya sampai saya berhak mendapatkan kapling?
A: Sebagaimana kita masing-masing ditempatkan Tuhan di kota-kota tertentu, carilah tujuan Tuhan bagi kota itu; bagian proyek Tuhan apakah yang Saudara harus terlibat di dalamnya sehingga bisa menyalurkan bakat, potensi, skill, ide-ide, tenaga, waktu, hidup, bagi pekerjaan-Nya. Setelah jelas, maka Tuhan akan membukakan lahan kapling untuk Saudara duduki, karena itu adalah kehendak-Nya.

Q: Jadi saya gak bisa mendapatkan kapling pribadi untuk anak cucu?
A: Itu sudah pasti jaminan, jika kita melayani Tuhan. Kecuali atas ‘undian’ Tuhan sendiri bahwa kaum Lewi tidak mendapatkan bagian kapling dan Tuhan sendirilah upah mereka.

Tapi, janganlah kita di dunia ini hanya mengarah kepada kapling-kapling sementara yang mudah pudar, mudah hancur sekali kena hempas badai matthew. Saat saya melihat foto-foto kota, area, rumah-rumah yang terkena tsunami atau matthew, saya berpikir bahwa apa yang manusia kumpulkan bertahun-tahun bisa sekali hantam langsung hilang semua. Jadi, poinnya adalah bukan kaplingannya, bukan mencari dan mendapatkan berkatnya, tapi bagaimana memenuhi kehendaknya Tuhan, bagaimana menyenangkan keinginan hati-Nya – itulah yang seharusnya menjadi tujuan hidup kita di bumi.

KISAH LANJUTAN BANGSA ISRAEL MEREBUT KAPLING
Hakim-hakim 1:1-4, 8, 17 (TB) Sesudah Yosua mati, orang Israel bertanya kepada TUHAN: “Siapakah dari pada kami yang harus lebih dahulu maju menghadapi orang Kanaan untuk berperang melawan mereka?”
Firman TUHAN: “Suku Yehudalah yang harus maju; sesungguhnya telah Kuserahkan negeri itu ke dalam tangannya.”
Lalu berkatalah Yehuda kepada Simeon, saudaranya itu: “Majulah bersama-sama dengan aku ke bagian yang telah diundikan kepadaku dan baiklah kita berperang melawan orang Kanaan, maka aku pun akan maju bersama-sama dengan engkau ke bagian yang telah diundikan kepadamu.” Lalu Simeon maju bersama-sama dengan dia.
Maka majulah suku Yehuda, lalu TUHAN menyerahkan orang Kanaan dan orang Feris ke dalam tangan mereka, dan mereka memukul kalah orang-orang itu dekat Bezek, sepuluh ribu orang banyaknya.
Sesudah itu bani Yehuda berperang melawan Yerusalem, merebutnya lalu memukulnya dengan mata pedang dan memusnahkan kota itu dengan api.
Yehuda maju bersama-sama dengan Simeon, saudaranya itu, lalu mereka memukul kalah orang Kanaan, penduduk Zefat; mereka menumpas kota itu. Sebab itu kota itu dinamai Horma.

Kaplingan itu merupakan janji Tuhan, hanya saja mereka tetap harus berperang untuk mendudukinya. Hanya saja sangat disayangkan mereka tidak berperang dengan tuntas, sehingga masih membiarkan bangsa asli Kanaan diam di tengah-tengah mereka, yang di kemudian hari anak cucu mereka berkompromi melakukan dosa, perkawinan campur dan menyembah dewa-dewa mereka sehingga menjauhkan Israel dari Tuhan, dan Tuhan mencerai-beraikan mereka diaspora ke seluruh dunia.

Hakim-hakim 1:21, 27, 29-35 (TB) Tetapi orang Yebus, penduduk kota Yerusalem, tidak dihalau oleh bani Benyamin, jadi orang Yebus itu masih diam bersama-sama dengan bani Benyamin di Yerusalem sampai sekarang.
Suku Manasye tidak menghalau penduduk Bet-Sean dan penduduk segala anak kotanya, penduduk Taanakh dengan segala anak kotanya, penduduk Dor dengan segala anak kotanya, penduduk Yibleam dengan segala anak kotanya, dan penduduk Megido dengan segala anak kotanya, sebab orang Kanaan itu berkeras untuk tetap diam di negeri itu.
Suku Efraim pun tidak menghalau orang Kanaan yang diam di Gezer, sehingga orang Kanaan itu tetap diam di tengah-tengah mereka di Gezer.
Suku Zebulon tidak menghalau penduduk Kitron dan penduduk Nahalol, sehingga orang Kanaan itu tetap diam di tengah-tengah mereka, walaupun sebagai orang rodi.
Suku Asyer tidak menghalau penduduk Ako, penduduk Sidon serta Ahlab, Akhzib, Helba, Afek dan Rehob,
sehingga orang Asyer itu diam di tengah-tengah orang Kanaan, penduduk asli di negeri itu, sebab orang-orang itu tidak dihalaunya.
Suku Naftali tidak menghalau penduduk Bet-Semes dan penduduk Bet-Anat, sehingga mereka diam di tengah-tengah orang Kanaan, penduduk asli di negeri itu; tetapi penduduk Bet-Semes dan Bet-Anat itu menjadi orang rodi bagi mereka.
Orang Amori mendesak bani Dan ke sebelah pegunungan dan tidak membiarkan mereka turun ke lembah,
dan orang Amori itu berkeras untuk tetap diam di Har-Heres, di Ayalon dan di Saalbim, walaupun mereka mendapat tekanan berat dari keturunan Yusuf, sebab mereka menjadi orang rodi.

UPAH KETIDAKTAATAN MENYELESAIKAN MISI DENGAN TUNTAS:
Hakim-hakim 2:1-5 (TB) Lalu Malaikat TUHAN pergi dari Gilgal ke Bokhim dan berfirman: “Telah Kutuntun kamu keluar dari Mesir dan Kubawa ke negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyangmu, dan Aku telah berfirman: Aku tidak akan membatalkan perjanjian-Ku dengan kamu untuk selama-lamanya,
tetapi janganlah kamu mengikat perjanjian dengan penduduk negeri ini; mezbah mereka haruslah kamu robohkan. Tetapi kamu tidak mendengarkan firman-Ku. Mengapa kamu perbuat demikian?
Lagi Aku telah berfirman: Aku tidak akan menghalau orang-orang itu dari depanmu, tetapi mereka akan menjadi musuhmu dan segala allah mereka akan menjadi jerat bagimu.”
Setelah Malaikat TUHAN mengucapkan firman itu kepada seluruh Israel, menangislah bangsa itu dengan keras.
Maka tempat itu dinamai Bokhim. Lalu mereka mempersembahkan korban di sana kepada TUHAN.

Ini menjadi peringatan bagi kita, agar jika Tuhan sudah menyuruh kita secara tuntas, tidak diberlakukan kompromi apaun alasan kemanusiawian kita. Oh, Lord,… help Your sons and daughters to be end-time brave warriors.