Efesus 4:8, 11-15
Itulah sebabnya kata nas: “Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.”
Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,
tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
Guna karunia adalah menyempurnakan Tubuh Kristus dalam jemaat, juga untuk membangun, memperlengkapi, yang kesemuanya ditujukan GUNA PELAYANAN, bukan untuk diri sendiri. Banyak orang Kristen tidak mengerti arti kekristenan sehingga mereka pontang-panting untuk kepentingan diri dan nama. Jangankan orang Kristen awam, pendeta saja banyak yang melayani untuk perut, untuk kepentingan diri sendiri, jabatan, ambisi, uang.
Di bawah ini ayat peringatan yang sangat menyedihkan, sehingga sang rasul menangis saat menuliskan dan berdoa bagi jemaat-jemaat di Filipi:
Filipi 3:18-21 (TB) Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,
yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.
Ini sangat menyalahi ‘kodrat’ panggilan.
Mereka lupa bahwa dengan mencari dahulu Kerajaan Sorga, kebutuhan jasmani pasti dipenuhi, menyusul. Pelayanan semata-mata untuk kepentingan daging, duniawi, hawa nafsu. Ini justru menjadi aib bagi mereka, hamba-hamba ego – ini membahayakan kekekalan.
Justru rasul Paulus dan banyak tulisan lain mengingatkan kepada kita agar kita hidup memikirkan perkara yang di atas, melayani tanpa pamrih, sekalipun kita tidak mendapatkan uang/hasil dari manusia, sebab pelayanan kita hanya kepada Tuhan, Dia yang menggaji kita.
Beberapa waktu lalu salah satu murid KCC diperkenankan Tuhan untuk melihat neraka, dan di sana dia melihat seorang pendeta yang duduk di pojok dan menangis dalam kesedihan kesumat. Waktu ditanya kenapa dia di sana, jawabnya adalah karena dia salah mengajarkan jemaatnya selama ini, hanya prosperity, uang, uang, dan uang. Lalu saat ditanya: “jika diperkenankan sekali lagi hidup di dunia, apa yang akan lakukan?” Jawabnya adalah: “PENYANGKALAN DIRI, MEMIKUL SALIB.”
Ini sudah jelas ditulis dalam Firman, tetapi orang-orang Kristen malah jadi sama dengan dunia, jadi pengejar mammon, diperbudak mammon dengan berbagai alasan yang masuk akal dan hanya menghindar dari kebenaran. Tidak disadari bahwa alasan-alasannya berasal dari di jahat, pencuri yang hanya membohongi, mencuri kebenaran, yang siap membunuh dan membinasakannya karena telah menjadi budaknya.
Saat seorang telah lahir baru, yang dilakukannya adalah berjalan dipimpin Roh. Dia tidak akan mengikuti kehendaknya sendiri, dia akan selalu bertanya kepada Tuhan, karena sekarang posisinya adalah hamba Sorga; Bosnya juga yang di Atas.
Saya selalu ingat 2 hal:
1. Waktu saya jengkel liat ayah saya dimanfaatkan oleh jemaat khususnya untuk memberkati pernikahan mereka yang sudah hamil di luar nikah, ayah saya menjawab dengan tenang: “Kita khan cuman hamba….”
2. Melihat baby sitter adik saya yang sibuk menyuapi dan menjaga anak kembar adik saya, dan waktu kami sibuk ngobrol, makan, sampai lupa sudah malam, baru ingat kasih makan dia, sisa-sisa kami, walaupun jenis makanannya sama, tapi dia tidak didahulukan, dia tidak bisa komplen, tidak bisa cemberut, menahan lapar, menahan masuk angin mungkin.
Ini sikap hamba; dan jika kita manusia lupa dan menomersekiankan hamba dunia, tidak demikian dengan Tuhan, Bos Agung kita.
Sebaliknya, mari kita pikirkan sikap kita sebagai ‘hamba’ Kristus; melayani mikir dapat untung, banyak itung-itungannya. Menilik sikap kita, apakah kita benar-benar memiliki sikap kehambaan? Apakah kita mendahulukan Tuan kita? Apakah kita taat dalam segala hal tanpa mempertanyakan perintah-Nya?
Kita maunya berkat, prosperity. Jika datang kepada Tuan kita, doanya cuman meminta, merengek, menangis, komplen. Doa cuman untuk penjagaan dan pemberkatan, seolah Dia satpam dan mesin ATM. Kita bukan datang dengan hati melayani Dia, bukan memperlakukan Tuhan sebagai Raja. Kita sering lupa, atau sama sekali lupa kedudukan kita. Benar ada kalanya kita bisa menempatkan diri sebagai ‘raja’ atau yang sering dikatakan ‘anak Raja.’ Tapi kita sedang bicara konteks ‘hamba,’ ini beda lagi dengan konteks prajurit, atau konteks co-heir.
Jika kita hamba, kita harus senantiasa menantikan order tugas dari Tuan kita. Lalu Saudara tanya, caranya tanya gimana? Ya tanya, seperti di Yeremia 33:3. Jika kita nanya segenap hati, Dia akan menjawab kita. Itu janji-Nya. Nah, dari sana, kita akan melakukan semua/seluruh perintah-perintah-Nya. Saya telah berjalan dengan cara demikian berpuluh-puluh tahun dan diberkati karenanya – menikmati kemustahilan, hidup dalam pimpinan Roh yang menakjubkan. Ini seharusnya natural bagi setiap anak Tuhan! Jangan sampai mencari Tuhan lewat internet, karena selama ini orang percaya tidak begitu percaya Tuhan tapi percaya informasi dunia; segala-galanya nanyanya ke mbah googl-e, nggak nyadar bahwa itu bukan tuannya.
Carilah Dia dengan sungguh-sungguh, maka Ia berkenan ditemui.
Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.
Yeremia 33:3
Meet your God today, seek Him and He will be found.
Leave A Comment