Reader Zone Testimo 9

||Reader Zone Testimo 9

Reader Zone Testimo 9

Shalom.

Puji Tuhan, pada akhirnya saya boleh tergabung dalam kelas reguler pemuridan.Semua karena kasih karuniaNya.

Ketika mengikuti kelas IDTC di hari pertama, kondisi fisik saya sedang tidak fit, jadi walau mendengarkan kelas,namun saya tidak mengikuti dengan cukup baik. Namun bgitu, ada hal hal yang sepulang IDTC, saya benahi,Ketika menonton kembali video Peletakan Dasar, saya diingatkan kembali untuk terus mengejar pertumbuhan,di bagian ketika Bu Maq menyatakan byk orang orang percaya yang telah lahir baru tapi tidak beranjak dewasa.Saya tidak sadar ntah kapan saya berhenti bertumbuh atau berjalan di tempat, namun setelah IDTC, saya mulai melihat bahwa saya masih hidup dengan keinginan2 , daging,hawa nafsu, saya mginginkan barang barang fana,saya suka mengkoleksi parfum parfum alias barang fana, saya melayani Tuhan tapi saya malas belajar, saya belum mencintai firman,tidak menghafal ayat, saya banyak menghabiskan waktu saya dengan membuka facebook, instagram lihat lihat parfum lah, pakaian lah,dll. Trus ngobrol ga jelas lwt medsos dan karena tidak mencintai firman,jelas saya juga tidak bertumbuh dalam karakter Yesus.

Well, saya merasa diri saya sangat buruk apalagi setelah menikah, pindah ke desa, banyak hal terjadi,saya banyak mengeluh.Padahal Tuhan bawa saya keluar dari zona nyaman untuk membentuk saya. Dan hari ini,saya bersyukur untuk apapun rencanaNya bagi saya.Hingga hari ini ,saya sudah tidak lagi menghabiskan waktu saya dengan facebook, instagram, bbm,atau ngobrol ga jelas, saya mematikan segala keinginan keinginan akan barang barang fana, juga keterikatan saya dengan makanan atau minuman tertentu. Fil 3:7-8, bahwa semua itu sampah.Saya menghafal ayat tiap hari walau awalnya jatuh bangun, alias absen menghafal.

Hal lain yang mengganggu pemikiran saya setelah IDTC, adalah penyakit asma saya yang saya anggap sebagai duri dalam daging, tapi setelah saya sharing dengan bu Maq waktu itu, saya menjadi ragu dengan apa yang saya dapatkan di waktu lampau, dan saya terus brdoa kembali untuk kesembuhan saya,praktek iman, bahwa oleh bilur bilur darahNya saya telah sembuh.Kemudian sekitar tiga minggu lalu saya baru menyadari bahwa saya tidak lagi mengalami sesak asma, padahal justru sejak pindah ke desa ,saya sering kambuh.Sehingga selalu menyediakan ventolin untuk membantu pernafasan saya.Saya sangat senang ketika menyadari ini.Saya berdoa dan mengimani saya semBuh total,tapi baru semalam saya sesak lagi dan saya refleks mggunakan ventolin, setelahnya saya baru menyadari  betapa saya harus menguatkan sayap iman saya lagi dan mendeklarasikan kemenangan saya.

Dan hari iNi puJi Tuhan,pernafasan saya sangat baik. Saya berterima kasih untuk kelas IDTC dan bimBingan Bu Maq,Bu Atha dan faculty lainnya n kHususnya Tuhan yang telah membawa saya bertemu dengan hamba2Nya yang luar biasa.

Salam

Desy Masrina

By | 2017-08-30T11:31:25+07:00 August 30th, 2017|Reader Zone Testimo|0 Comments

Leave A Comment

13 + 14 =