Saya berdoa kiranya topik pembahasan Firman sejak 2 minggu lalu terus menolong beberapa Saudara yang membutuhkannya. Jika Saudara merasa jengkel dan tersinggung saat membacanya, tentunya itu justru penting buat Saudara. Sebab jika air garam disiram ke kulit yang tidak borokan, ia tidak akan berreaksi, tetapi jika ada auchy, seharusnya Saudara bersukacita karena menemukan boroknya. Hal-hal seperti itu sangat baik untuk kerohanian kita, sebagaimana saya menyadari hal demikian dalam hidup saya. Saat ada reaksi saat ditegur, saya senang karena menemukan adanya masalah dalam hati saya, dan saya segera mencari remedynya.

Banyak anak Tuhan tidak suka ditegur otoritasnya, mereka merasa sudah tahu, mereka membela/membenarkan diri, mereka menyalahkan dan berbalik mengoyak pemimpin – baik di balik punggung maupun terang-terangan. Ini sangat merugikan diri sendiri, membuka celah bagi iblis untuk masuk dan mengoyak rohnya. Mereka tidak sadar mendapatkan kesenangan iblis saat membicarakan, menyebarkan kutuk bagi dirinya sendiri – iblis pesta dan tidak perlu menyulut perang besar, karena mereka sudah ada di tangannya.

Akhir-akhir ini senjata besar diluncurkan iblis, bukan kelaparan, bukan kemiskinan, tetapi deceiveness. Saat anak-anak Tuhan tidak bersatu, saat mereka tercerai-berai, saat mereka berpencar dan membangun sekutu sendiri, maka mereka sedang masuk dalam perangkap iblis. Tetapi saat anak-anak Tuhan kuat, maka kesatuan mereka tidak dapat dipisahkan iblis. Saat mereka saling percaya, maka iblis tidak diuntungkan. Iblis paling tahu siapa-siapa yang hatinya agak tercemar oleh tipu dayanya, mereka yang sakit hati, mereka yang memuntahkannya kesana-kemari; iblis mencoba mencari ‘kekuatan’ pasangan lainnya yang sama-sama sakit hatinya untuk saling menguatkan dalam kelemahan. Jika pengaruhnya semakin besar, maka ia akan mampu menjebol pertahanan mereka dan mengadakan pemberontakan. Inilah tujuannya, inilah senjata yang ia pakai. Terakhir, dia akan membunuh dan membinasakan orang-orang yang diperalatnya.

Di bawah ini adalah contoh bagaimana seorang raja yang bermula dari kerendahan hati tetapi dalam keseniorannya ia menjadi sombong. Saat Tuhan menegurnya, ia marah kepada otoritas rohani, dan kita akan baca apa yang terjadi pada akhir hidupnya – bagaimana iblis bisa menghancurkan orang-orang yang mengambil tipu dayanya.

2 Tawarikh 16:1-10 (TB) Pada tahun ketiga puluh enam pemerintahan Asa majulah Baesa, raja Israel, hendak berperang melawan Yehuda. Ia memperkuat Rama dengan maksud mencegah lalu lintas kepada Asa, raja Yehuda.
Lalu Asa mengeluarkan emas dan perak dari perbendaharaan rumah TUHAN dan dari perbendaharaan rumah raja dan mengirimnya kepada Benhadad, raja Aram yang diam di Damsyik dengan pesan: “Ada perjanjian antara aku dan engkau, antara ayahku dan ayahmu. Ini kukirim emas dan perak kepadamu. Marilah, batalkanlah perjanjianmu dengan Baesa, raja Israel, supaya ia undur dari padaku.”
Lalu Benhadad mendengarkan permintaan raja Asa; ia menyuruh panglima-panglimanya menyerang kota-kota Israel. Dan mereka memukul kalah Iyon, Dan, Abel-Maim dan segala tempat perbekalan kota-kota di Naftali.
Segera sesudah Baesa mendengar hal itu, ia berhenti memperkuat Rama; ia menghentikan usahanya itu.
Tetapi raja Asa mengerahkan segenap orang Yehuda, yang harus mengangkat batu dan kayu yang dipergunakan Baesa untuk memperkuat Rama itu. Ia mempergunakannya untuk memperkuat Geba dan Mizpa.
Pada waktu itu datanglah Hanani, pelihat itu, kepada Asa, raja Yehuda, katanya kepadanya: “Karena engkau bersandar kepada raja Aram dan tidak bersandar kepada TUHAN Allahmu, oleh karena itu terluputlah tentara raja Aram dari tanganmu.
Bukankah tentara orang Etiopia dan Libia besar jumlahnya, kereta dan orang berkudanya sangat banyak? Namun TUHAN telah menyerahkan mereka ke dalam tanganmu, karena engkau bersandar kepada-Nya.
Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan.”
Maka sakit hatilah Asa karena perkataan pelihat itu, sehingga ia memasukkannya ke dalam penjara, sebab memang ia sangat marah terhadap dia karena perkara itu. Pada waktu itu Asa menganiaya juga beberapa orang dari rakyat.

Asa sekalipun raja atau penguasa tertinggi dalam pemerintahan, namun Tuhan memberikan kedudukan yang lebih tinggi di alam roh kepada hamba-hamba Tuhan. President-president Amerika selalu mengundang para hamba Tuhan seperti Rev. Billy Graham untuk berdoa di acara breakfast bersama. President Obama mengundang para pendeta untuk mendoakannya di balik layar saat setelah ia disumpah menjadi presiden. Para pemimpin pemerintah tertinggi negara di banyak tempat selalu membutuhkan doa-doa para rohaniawan, sebab mereka tahu bahwa rohaniawan memiliki otoritas tertinggi di alam roh. Banyak presiden Indonesia yang sering mengundang hamba-hamba Tuhan untuk minta nubuat dan mendoakan mereka lewat ‘pintu belakang’ – rekan saya seorang nabi menceritakan kepada saya bahwa dia beberapa kali diundang mereka.

Dan pada saat raja Asa sakit hati atas nabi itu, ia sedang melawan Tuhan. Sebab seorang nabi atau hamba Tuhan tidak berbicara atas keinginannya sendiri tetapi ia adalah utusan Tuhan. Jika orang melawannya, berarti mereka melawan Tuhan.

2 Tawarikh 16:12Pada tahun ketiga puluh sembilan pemerintahannya Asa menderita sakit pada kakinya yang kemudian menjadi semakin parah. Namun dalam kesakitannya itu ia tidak mencari pertolongan TUHAN, tetapi pertolongan tabib-tabib.

Orang yang sakit hati biasanya menjauh dari Tuhan, sebab hatinya sudah mengeras, dikuasai oleh iblis. Sekalipun orang itu nampaknya dekat dengan Tuhan, tetapi hatinya menjauh dari Tuhan. Sekalipun ia nampaknya ada dalam persekutuan, tetapi hatinya tidak di sana. Ini terjadi kepada Yudas; dan Yesus tahu bahwa dia sekalipun sudah dipercayakan pelayanan, masih saja membuka hatinya kepada musuh. Saya juga heran kenapa Yesus tidak pernah menegurnya. Banyak hal yang saya pelajari dari Yesus bahwa kadang murid yang sudah tahu nilai tetapi tidak menjadi pelaku tidak harus ditegur. Sudah tahu pencuri masih dipercaya pegang kas. Dari bahasanya mencuat hal-hal soal uang, namun Yesus hanya menegur secara global tanpa menuding ‘hidungnya.’

Yohanes 13:2, 10-11, 27Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.
Kata Yesus kepadanya: “Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua.”
Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: “Tidak semua kamu bersih.”
Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.”

Peringatan-peringatan ini adalah untuk kita, agar kita tidak mengulang kebodohan dengan membuka diri kepada musuh. Saat kita mulai menjauh, saat kita tidak unity, saat kita mencari sekutu yang mirip dengan sakit hati dan kata-kata negatif kita, atau mempengaruhi orang yang tidak tahu apa-apa, maka kita akan lebih jauh terjerat kepada musuh. Tetapi saat kita mempercayai otoritas, kita tidak akan mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan yang merugikan diri sendiri, walaupun dilontarkan kepada pemimpin, tetapi ingat bahwa yang najis adalah bukan yang masuk tapi yang keluar dari mulut. Kata-kata negatif kita menajiskan manusia roh kita.

Saat Yudas menimbang-nimbang di dalam hatinya untuk menjual Gurunya, dan pergi untuk membicarakannya, ia jadi KOTOR. Seharusnya jika kita berada di dalam Firman, kita menjadi bersih karena Firman itu kerjanya membersihkan. Tetapi saat kita mengeluarkan perkataan kotor, maka kita menajiskan diri sendiri.

Matius 15:11, 17-19 “Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.”
Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?
Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.

Kebutaan atau ketidakpedulian mengenai hal-hal tersebut sangatlah merugikan diri. Tetapi saat kita berada di bawah otoritas dan memiliki sikap yang benar, maka itu akan memberkati diri sendiri. Kerugian dan berkatnya sangat jauhhhh berbeda; yang rugi, rugi kekal, yang diberkati, memperoleh kesukaan kekal. Mari kita menimbun sukacita kekal dengan memulai pengertian yang benar dan penerapan yang benar dengan hati yang benar. Tuhan Yesus memberkati.