Sebab engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah dan dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin.” Hakim-hakim 13:5 (TB)
“Kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab…”
Ini adalah kondisional dari janji lahirnya seorang hakim yang akan menyelamatkan umat Tuhan yang akan diberi kuasa. Kelahiran Simson berbeda dengan kelahiran hakim-hakim lainnya, ia sangat spesial, kelahirannya ditentukan oleh Tuhan lewat seorang perempuan mandul yang sudah berumur lanjut.
Langsung saja pada topik bahasan tanpa menele-nelekan waktu dan penulisan serta pembacaan, kita semua tahu bagaimana Simson melacur, suka perempuan asing, dan akhirnya jatuh dan Tuhan sempat meninggalkannya. Dimulai dari larangan tadi “Kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab…” – ini sebenarnya satu-satunya yang harus dijaga. I mean, bukannya alat kelaminnya gak perlu dijaga (maaf ya, agak vulgar, tapi hanya bermaksud untuk menegaskan saja tanpa ditutuptutupi, sebab kalau gak di’daratkan’ begitu, orang pura-pura gak tahu); tapi itu alat masuk dalam rentetan yang mengarah ke pencukuran rambut dan penghilangan urapan.
Setan tahu kelemahan Simson di perempuan, maka balik ke alat itu tadi… perempuan yang gak jelas hubungannya ngarahnya/diarahkan ke alat kelamin atau vice versa. Saking setan tahu benar bahwa alat kelamin yang jatuh sama dengan urapan yang jatuh, dan akhirnya rambut berjatuhan dicukur gara-gara sudah beralat-kelamin-game.
Jadi masalahanya bukan melulu di “rambut” yang tak boleh kena pisau cukur. Kita pikir menjaga rambut=menjaga urapan. Seperti pendeta berpikir menjaga gereja=menjaga urapan,… wrong! Menjaga gereja adalah menjaga bait diri ini lho, tubuh, diri, hati.
Menjaga toko bukan melulu menjaga etalase berdiri di depan, tapi menjaga mulut, menjaga hati, bagaimana melayani dengan bibir yang manis, melayani dengan senyum.
Menjaga domba-domba (jiwa), bukan menjaga tiap minggu/hari lain pelayanan harus hadir dan berkhotbah, tapi justru menjaga hati dan diri dari perkataan yang pedas, menjaga sikap, menjaga komunikasi. Ini bukan soal MEREKA, tapi AKU, bagaimana “aku” melayani mereka, berkorban untuk mereka. Tidak peduli di dunia sekuler atau kerohanian, prinsipnya sama.
Setan tahu betul bahwa untuk mencukur rambut yang diurapi itu tidak hanya lewat pencukuran rambut, tapi Simson digiring melewati gang-gang, jalur-jalur pdkt dengan perempuan, meladeni rengekannya yang terus menerus, — ini bukan soal menjaga rambut, tapi Simson harusnya menjaga langkahnya, menjaga hatinya, lalu menjaga anunya, supaya rambut kenazirannya tetap terjaga.
Gak perlu diunggul-unggulkan bahwa setan pinter, tapi justru kita jaga diri supaya gak bodoh, tergiring lewat hati, dipersombong dulu, dikasih banyak kerjaan dulu, disuruh melayani sana sini dulu, disuruh cari duit dulu, disuruh heboh, baru abis itu diketok. Gak perlu diperjelas bahwa setan pinter strategi, tapi kita yang seharusnya mempelajari kelemahan kita dimana, (karena sudah tahu kekuatannya, sudah tahu arahnya – seperti Simson tahu kekuatannya, tahu arah tujuan misi hidupnya) kita harusnya mewaspadai itu, jangan sampai lengah, itu alat harus dijaga, karena lewat alat itulah Setan mudah ngetok Simson dan dia kehilangan urapan.
1. What can satan get you? Dengan cara apa setan bisa menjatuhkan Anda? (Ini tujuan akhirnya, seperti Simson di rambut).
2. Tapi pelajari jalur-jalur yang mengarah ke kejatuhan Anda. (Seperti Simson lewat wanita, pdkt, lirik-lirikan, chatting, FB-an, ketemuan, berduaan, tidak mau diusik, tidak dengar nasihat orang tua/otoritas, melanggar aturan-aturan, keras kepala, kehendaknya harus dituruti, tidak takut Tuhan, merembet ke arah ‘main api’, dan mengumbar daging.)
3. Jika “Tuhan” masih memberi kesempatan lolos berulang kali, jangan pikir bahwa itu merupakan pass (passport) perkenanan… sebab jika Anda masih terus bermain dengan iblis, dia akan membinasakanmu.
Help us, Lord….
Lihatlah, betapa besar rencana Tuhan kepada Simson lewat rambut yang tak boleh dicukur itu: “dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin.”
Visi dan misi Tuhan dalam kehidupan kita tidak pernah kecil. Tapi iblis mengecilkannya lewat kelemahan dan kejatuhan, lewat ketidaktaatan dan kemudahan. So ugly! Yet, so many people believe his lure. Jika Saudara mengerti bahwa tugas Saudara bisa mencakup keselamatan seluruh bangsa, Saudara gak akan main-main dengan anumu, dengan hidupmu, dengan kelemahan dan kesenangan dagingmu, dengan kesibukan yang tak membawa kepada keintiman dengan Tuhan.
Saya tahu, ini tidaklah semudah membalikkan tangan bagi anak-anak muda yang hormonnya masih berloncatan. Gimana donk caranya? Ini PR yang harus dikerjakan. Tidak hanya anak muda, anak tua juga yang masih suka bermain ke arah sana, yang masih memanjakan daging, memberi perhatian berlebihan juga sangat mudah untuk jatuh ke arah-arah sana. Dosa rasanya gak enak, walau pada mulanya seperti ‘madu’ di mulut, tapi dalam perut ‘rasanya pahit’ seperti empedu. Apa lagi jika kita memiliki Roh Tuhan dalam hati kita,… seyakin-yakinnya kita memperoleh anugerah atau hidup dalam anugerah, perasaan bekas dosa tidaklah semudah dihalau oleh ‘grace’ tersebut sampai kita tahu benar bahwa kita berbalik dari jalan-jalan kita yang jahat dan tidak melakukannya lagi.
Itu sebabnya PR bagi kita adalah menjauhi area kelemahan, tidak bermain api, tidak mencobai, tidak memberi akses, memotong semua akses, tidak membuka celah; banyak membaca Firman, banyak membaca buku, mengerjakan hal-hal yang berguna untuk pengembangan manusia roh.
Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut. Amsal 14:27
Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.
Mazmur 119:9
Stay strong, men and women of God… you are chosen for His purpose.
Leave A Comment