1 Samuel 16:13-14, 18 (TB) Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.
Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul, dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN.
Lalu jawab salah seorang hamba itu, katanya: “Sesungguhnya, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai dia.”

Saat Tuhan mengurapi, kita harus bekerjasama dengan urapan itu – saat Roh Tuhan ada pada kita melewati urapan, maka kita seharusnya tidak boleh diam, kita harus mengadakan PREPARATION, persiapan untuk menyambut hari pengangkatan besar nanti.

Ada banyak contoh saat orang diurapi dan tidak bekerja sama dengan persiapan untuk mewujudkan visi itu, maka urapan itu “nguap.” Saul diurapi, bahkan seperti urapan para nabi, tapi dia tidak taat kepada perintah Tuhan, maka yang terjadi adalah Roh Tuhan, yaitu URAPAN itu undur daripadanya dan tak ayal lagi, sebagai ganti kekosongannya roh setanlah yang ‘mengurapinya.’

Ada pandangan-pandangan yang menyerukan bahwa jika kita anak Allah, sudah ditebus, maka urapan itu selamanya ada pada kita, semua kebaikan Tuhan nempel sampai ke Sorga. Yes and no. Untuk menjadi besar, Daud perlu persiapan besar. Dia rupanya tidak main-main; tapi saat di masa jayanya sudah menjadi raja, dia melanggar kekudusan dengan berjinah dan membunuh, maka dalam keturunannya ada pedang, dia sendiri dikejar-kejar anaknya, dan anak-anaknya berantakan. Selalu ada hukum tabur-tuai, sekalipun ada anugerah Tuhan yang besar. Anugerah-Nya tidak bisa melindungi kita dan urapan-Nya, jika kita sendiri keluar dari anugerah itu (grace vs disgrace). Ketika kita memiliki grace Tuhan, namun kita disgracing His grace and ourselves, maka kita sendiri yang terdisgrace.

Setelah Daud diurapi, dia terus berlatih dalam urapan – enaknya jika diurapi, latihannya pun dibimbing oleh grace and anointing. Dia sungguh-sungguh, sampai kabar excellencynya kedengaran di telinga orang kerajaan. Baca lagi apa kata orang istana itu setelah rentetan kepiawaiannya dari segi skill: dan TUHAN menyertai dia!

Rupanya nyata di pemandangan mereka bahwa penyertaan Tuhan tidak bisa meleset, seperti bisa diraba, mereka bisa melihatnya. Orang yang bekerja sama dengan urapan, akan sangat nampak perbedaannya. Orang yang diurapi tapi tidak melakukan persiapannya, maka terangnya tidak nampak dan memudar.

Saat sinar Daud sudah menyala, barulah dari sana, Tuhan memunculkan “kasus” untuk menggerek Daud agar naik ke permukaan.

Lupakan soal elok parasnya dan perawakannya, tapi “Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara,” ini membutuhkan latihan-latihan. Pahlawan, prajurit, gagah perkasa bukan dikerjakan melulu lewat urapan, tapi kerjasama antara urapan dengan yang diurapi. Sebab tanpa urapan pun para kopassus dan pahlawan-pahlawan juga bisa jadi gagah perkasa dan jadi prajurit nomer satu. Tapi kita di jalur ilahi tidak akan pernah bisa mengurapi diri sendiri dengan kemampuan apa pun, sebab kekuatan dan kemampuan alamiah kita tidak mengerjakan apa pun di hadapan Tuhan. Jika itu terjadi, semua pencapaian hanyalah fana dan tidak ada nilai kekalnya sedikit pun.

Tidak disangkali bahwa kekuatan Simson sangatlah ilahi dan beda kasus, mungkin dia tidak bisa latihan untuk mencopot pintu gerbang dan memanggulnya turun-naik gunung. Tapi ada berapa banyak “Simson-Simson” out there? Apakah kita akan berdoa untuk urapan Simson tanpa latihan, dan jika waktunya tiba saatnya bertemu singa dan beruang, kita akan serudug dan robek mulutnya? Not likely.

Untuk Daud bisa menembakkan batu sungai pas ke jidat Goliat sampai masuk di keningnya dan nancap sedalam-dalamnya diperlukan latihan sampai titis, seperti sniper. Ada kecepatan angin yang harus dihitung, apalagi dia sambil lari kencang dan Goliat juga sambil jalan goyang-goyang bawa peralatan berat kehebohan gitu. Tuhan memperhadapkannya dengan ulat, ular kecil, ular agak besar, serigala, anjing hutan, anak singa, babi hutan, mamak singa, anak beruang, mamak beruang yang kehilangan anaknya dulu sebelum Tuhan membangkitkan kasus dengan memperhadapkan Daud dengan raksasa menakutkan manusia itu. Tuhan selalu munculkan kasus-kasus jika kita sudah siap untuk naik level terus. Urapan menyertai orang yang terus mempersiapkan diri bagi hari besar itu.

Doa dan kerinduan saya terdalam, saat setiap kali menulis dan mendidik murid-murid di mana-mana, adalah agar dalam diri Saudara muncul kekuatan ilahi, raksasa rohani yang berani menentang musuhnya dalam bentuk apa pun; berkemenangan dan tidak pernah ciut menghadapi apa pun dan siapa pun juga. Sebab saat kita membawa Nama segala nama itu, maka tidak ada nama lain di permukaan bumi yang kepada-Nya tidak tunduk, jadi kita diback-up oleh The Powerful Name of Jesus. Daud berlari mendatangi Goliat dengan Nama Allah Israel yang perkasa; dia sangat PD sebab dia tahu siapa pun yang menghina barisan tentara Israel berarti berhadapan dengan Tuhan Allah Israel. Dan pembela kita adalah kekuatan di dalam Nama Itu!

Jangan merengek, jangan gentar. Saudara mendatangi musuh dengan Powerful Name. Jika Saudara utusan kerajaan Inggris, Saudara tidak akan datang dengan kikuk atau lemes, walaupun rumah Saudara masih kontrakan, sebab Saudara datang sebagai perwakilan sebuah kerajaan yang beradab – sekarang Saudara datang dengan kekuatan Kerajaan yang tak tergoyahkan,… siapakah yang bisa mengalahkan Saudara selain ketakutan Saudara sendiri yang akan terlihat di depan lawan? Saudara harus tampil PD dan yakin akan backingan Sorga; datangi “musuh” dengan kekuatan batiniah. Percayai bahwa dalam setiap medan peperangan engkau berkemenangan.

Saya menulis demikian karena saya mengalaminya, saya tidak takut terhadap musuh apa pun, sebesar apa pun, sebab saya datang bukan dengan kekuatan cilik yang tidak ada apapanya ini, tapi roh saya benar-benar mengerti bahwa saya adalah utusan Sorga. Jika saya datang dan berbicara, itu merupakan decree, amanat, perintah suatu Kerajaan yang tak tergoyahkan. Jadi perkataan saya adalah perkataan keyakinan, positif, nubuat, memerintah, menerima!!! HaleluYahhh… Hari-hari saya tidak biarkan mulutku negatif, tidak biarkan dia mengeluh, mengasihani diri, memikirkan the worst things that would happen… nothing bad can befall me because I am the child of the Almighty King! What do you say…. if God is for me, who can come against me? Haha…!!!

Hari demi hari saya penuh keyakinan karena Dia adalah Kepastian, Jawaban, Berkat, Pemenuh Janji. Kenapa saya harus meragukan saat kejadian di lapangan tidak sesuai ekspektasi doa dan kerinduan? Mata dan telinga jasmani merupakan kepalsuan, tetapi roh saya dan segenap batinku memuji Tuhan untuk apa yang Tuhan sedang kerjakan underway! Heyyyyyyyyyyyy….. look what the Lord has done, is done!!!

Pujilah Tuhan, hai jiwaku…. pujilah Nama-Nya yang kudus, pujilah Tuhan hai jiwaku dan janganlah lupakan SGALA KEBAIKANNYA. Dia baik bagi semua orang yang berlindung kepada-Nya JanjiNya murni seperti perak yang diuji 7x dalam peleburan api. Semua Firman-Nya adalah perisai bagi kita yang berlindung kepada-Nya.

Meloncatlah, terima janji Tuhan! Jangan menanti, jangan menangis. Terima, terima, terima………