Kejadian 37:25, Saudara saudara Yusuf berikhtiar membunuhnya tetapi Ruben kakak sulungnya mencari akal untuk menyelamatkannya dan mengembalikan kepada ayahnya. Maka ia mengusulkan untuk membuang Yusuf ke dalam sumur supaya nanti diangkat lagi. Mereka setuju dan setelah kakak-kakak Yusuf lainnya mengeksekusi tindakan jahatnya, mereka makan minum.

Sementara mereka sedang makan, kafilah Ismael berjalan ke arah mereka! Tuhan sudah mempersiapkan perjalanan kafilah ini jauh sebelum tindakan kejahatan mereka tertuang. Tuhan punya rencana dalam kehidupan kita baik atau buruk kelihatannya. Perbuatan jahat orang lain atau maksud buruk mereka bisa Tuhan buat untuk suatu rencana kekal bagi orang yang mempercayai Tuhan sepenuh hati.

Tuhan selalu bergerak lebih cepat daripada rancangan buruk manusia. Ia selalu menyiapkan jalan dan jalan keluar.

Sekarang mari kita pikirkan dari sisi buruk orang yang memperlakukan Yusuf, yaitu saudara-saudaranya. Setelah mereka menjualnya, mereka membagi uang hasil jualannya, ada yang iri ada yang kecewa mungkin. Lalu mereka mulai merasa bersalah seperti Yudas waktu menjual Gurunya, uang darah… layak untuk dipakai sebagai apa? Makan? Beli barang? Semuanya menghasilkan kerusakan di hati nurani. Yudas yang begitu jahat saja sampai tidak tahan hati dan bunuh diri saat memikirkan kejahatan hatinya.

Lalu kehidupan yang mereka jalani setelah penjualan itu: melihat ayahnya hari-hari meraung dan tidak mau dihibur, bagaimana tercabik perasaan mereka? Rasa bersalah terus menggaung di hati selamanya puluhan tahun sampai mereka beranak cucu, sampai mereka bertemu dan sujud mintakan kepada orang tersebut! Belum pada saat mereka memiliki anak-anak, dan ada salah satu yang ia sayangi,… Bagaimana perasaan mereka dan bagaimana memperlakukan anak itu dan anak lainnya? Dilema sepanjang masa. Hari-hari sepanjang hidup tidak nyaman, tidur tidak nyenyak, tuduhan dan perasaan bersalah tidak dapat terhindar. Hidup dalam kebohongan yang saling diketahui hati masing-masing. Kepala mereka tidak bisa tegak saat mereka berbicara mengenai integritas kepada anak-anak mereka dan kepada siapapun. Sebab mereka tahu kejahatan dalam hatinya. Mereka tidak diberkati dan terkutuk dengan perbuatannya.

Kejadian 38 mengisahkan sekelumit dari saudara-saudara Yusuf yang telah menjualnya dan bagaimana mereka menjalani hidup dalam kutuk. Yehuda kawin dengan perempuan Kanaan, lalu ia mempunyai 3 anak lelaki. Anak pertama dan kedua mati dibunuh Tuhan, lalu ia pergi bersundal, tidak diketahuinya perempuan yang diajak bersundal adalah menantunya yang mempermainkan dan memberi pelajaran buat sang mertua yang licik. Kehidupannya sangatlah buruk dan tidak diberkati. Ini gambaran yang menyedihkan dari salah satu saudara Yusuf. Mereka tidak kemana mana, tidak berhasil sementara orang yang dijualnya sedang dipersiapkan untuk maksud besar bagi penyelamatan dunia. Sekalipun pada akhirnya mereka bertobat, namun kehidupan mereka sudah tercemar dan tidak menghasilkan apapun yang berdampak kekal.

Saya telah “dijual” oleh beberapa orang, seperti Yesus dan Yusuf, mereka adalah orang dekat, orang dalam. Mereka mendapatkan ‘hasil’ keuntungan dari penjualan itu, entahkah pertemanan semu yang perbincangannya selalu mengarah kepada hal negatif yang merugikan mereka sendiri, ataukah mendapatkan hasil kongsi bisnis atau pelayanan. Tetapi kita memiliki contoh teladan di depan kita, mereka-mereka pendahulu kita Yusuf dan Yesus, yang mendapatkan anugerah besar dari penjualan pengkhianatan orang orang terdekatnya. Kita advancing, dipersiapkan, dimuliakan, diberkati dalam segala perbuatan kita. Jangan takut terhadap orang yang berbuat jahat kepadamu. Tuhan sudah mempersiapkan jawaban dan kebaikan kekal yang tidak dapat diambil daripadamu.

Remember, Someone is preparing your answer and your prayers even before you were being “sold.” Rancangan Tuhan adalah baik dan penuh damai sejahtera semata mata. Jangankan kehidupan dan kebutuhan dari hari ke hari, masa depan saja Tuhan persiapkan bagi orang yang mengasihi-Nya! Saya bingung melihat anak Tuhan bahkan hamba Tuhan hidup dalam tidak percaya – mereka berdoa, tapi kalau merasa sudah mepet waktunya, mereka menolong Tuhan. Iman mereka kandas di tengah perjalanan iman. Mereka hutang, mereka nangis, mengeluh – semuanya membatalkan doa-doa dan kepercayaannya. Sesungguhnya mereka lebih percaya kekuatannya sendiri, percaya mammon daripada Tuhan. Mammon ngejar mammon, itulah yang terjadi pada kebanyakan anak-anak Tuhan yang tidak percaya. Tidak ada rileks di hatinya, tidak ada penyerahan, selalu kekuatiran, sudah mepet, sudah harinya, sudah due.

Andai saja orang percaya percaya! Ternyata banyak orang tidak percaya, mereka percaya semu. Seperti hamil semu, hamil anggur, pada saat hari ‘lahir’nya iman, ternyata kosong dan hanya air dan hitam. Saya kuatir nantinya Tuhan tidak mengenal mereka karena mereka tidak mengenal Tuhannya. Tuhan yang begitu mengasihi, memelihara, memperhatikan dengan detil – bagaimana tidak? Ia dekat, Ia di dalam diri anak-anak-Nya dan menuntunnya dengan kasih. Jika saja mereka percaya dan berserah. Selalu ada perjalanan iman, selalu ada perjuangan iman, selalu ada sport jantung dan percaya mati kepada-Nya jika iman kita ingin naik.

Sebelum menulis ini, di perjalanan saya baru saja mendengar Firman Bible audio mengenai perempuan yang dikatakan “besar imanmu…” oleh Tuhan. Ia menghadapi rintangan tingkat tinggi sebanyak paling tidak 4 macam (tanpa disebutkan berapa jauhnya perjalanan dan bagaimana sampai bisa berhadapan bercakap-cakap langsung dengan Sang Yang Tidak Ada Yang Mustahil itu:

  1. Oleh murid-murid Yesus: Ini sudah mengintimidasi sekali, pria-pria berotot mengusir perempuan lemah tak berdaya.
  2. Didiamkan Yesus sendiri: Intimidasi tingkat tinggi.
  3. Ditutup jalannya: hanya untuk orang Israel saja kesembuhan itu! No way, no cure, no more!
  4. Dikatain anjing: waduh, penghinaan kelewat batas. Sudahlah….

 

Tapi wanita ini keukeuh – ia menabrak pembatas yang bahkan ditetapkan Yesus sendiri. Jika begini, ternyata tidak ada yang mustahil bagi orang percaya! Iman, ya itu dia!

Saya berdoa terus bagi Saudara para pembaca dimanapun berada, saya ingin iman Saudara bangkit. Sebab Tuhan kita sendiri sudah seolah memprediksi dan mengeluhkan ketika Ia datang lagi di bumi, akankah Ia dapati IMAN? Berarti begitu langkanya ini power yang bekerja menyentuh Sorga,…seandainya Saudara percaya mati!

O, my prayer for you, ye little faith! He has prepared many answers just design for you, with designed problems ahead of them. Wake up…!