Yang Menarik Dunia

||Yang Menarik Dunia

Yang Menarik Dunia

Mungkin Saudara sudah mendengar tentang kisah seorang pria di Korea yang membuat Dropbox baby. Dia tidak pernah menyangka bahwa akan ada seorang bayi pun yang ditaruh di box itu, dan ternyata suatu hari ada bell berbunyi menandakan ada yang masuk di box bayi, dan ooh ternyata bayi betulan! Bayi demi bayi dikirim oleh para orang tua yang tidak menginginkan anak mereka. Entah karena hamil di luar nikah atau anaknya cacat fisik atau mental. Dari kisah inilah banyak orang di luar Tuhan diselamatkan dengan sendirinya.

Banyak kesaksian kasih yang serupa ini yang  dengan sendirinya menyelamatkan jiwa-jiwa di luaran sana. Ironinya saya tertegun membaca dan melihat YouTube mengenai pertarungan doktrin atau pengajaran mengenai hebatnya ajarannya dan saling memukul pengajaran lainnya. Mereka berpikir bahwa dengan cara demikian Injil masih bisa diterima oleh orang awam. Ini menyedihkan. Menyedihkan Sorga dan bahkan atas nama Injil itu sendiri yang mereka pikir dibelanya.

Saya melihat bagaimana menggebunya para televangelist yang seolah membela Tuhan tetapi justru meruntuhkan ajarannya atau Tuhannya dengan CARANYA. Mungkin ajarannya benar, tapi CARA seringkali mengakhiri attraction. Orang awam langsung mematikan channel Injil model saling “paling benar” dan “nomer satu”. Ini menyedihkan kalangan Kristen dan menjadi olokan orang luar. Bahkan setan sendiri sudah sangat senang dengan adu domba dan roh membenarkan diri sendiri di kubu anak Tuhan, mereka tidak perlu kerja keras untuk menjatuhkan anak Tuhan sebab mereka sudah saling menjatuhkan sesamanya.

Pada waktu rekan saya memikirkan MCK (Mandi Cuci Kakus) di daerah yang agak jauh dari kantor kami, saya mendukungnya dan malah memintanya agar justru membangun sebanyak yang dibutuhkan masyarakat setempat. Ini tidak ada embel-embelnya, sebab kami justru memikirkan sanitasi masyarakat dan ingin turut membangun daerah kami dan Indonesia. Kami sudah memberikan dana dan membangun beberapa, saat RW, Lurah dan aparat daerah kami mulai mengendus perbuatan baik kami. Lalu nama rekan saya jadi terkenal, dan setiap kali dia lewat orang sudah memanggil namanya. Dia ajak orang-orang kampung makan bakso, memberi nasi bungkus, bawa makanan, membuka lapangan kerja bagi mereka. Semuanya tanpa pamrih.

Saat aparat desa rapat dan bertanya, “Siapa sih orang yang memberi itu?” Akhirnya salah satu bilang bahwa “itu adalah orang yang pelayanannya diobrak-abrik kita semua. Yang waktu itu distop, diresolusi, tidak diijinkan mengadakan training.” “Jadi, jadi…ooh…trus kenapa dia berbuat baik kepada masyarakat?” tanya mereka. “Ya, memang baik saja dan suka berbuat baik,” jawab salah satu. Ini menarik! Ini namanya dampak, kekristenan, bukan adu mulut dan adu kebenaran, mana yang pengajarannya paling benar.

Yang menarik dari anak Tuhan adalah kehidupan Kristus di dalamnya, karakter Kristus yang terpancar dari perbuatan baiknya. Apakah kita tidak perlu melakukan perbuatan baik karena Kristus sudah melakukannya bagi kita? Benar Dia sudah menyelesaikannya, tetapi bagaimana kita memancarkan Kristus? Apakah hanya dengan mengaklamasi bahwa pekerjaan Yesus sudah selesai lalu kita berpangku tangan? Bagaimana “mereka melihat perbuatanmu yang baik dan mempermuliakan Bapamu yang di Sorga?” Perbuatan seperti apakah?

Ini menjadi tugas anak Tuhan yang hidup di tengah masyarakat. Mereka tidak impressed dengan orator, dengan kemewahan, dengan bahasa Ibrani, dengan kemegahan bangunan gereja. Orang luar impress dengan kesabaran kita, dengan kelembutan kita saat menjawab, dengan kebaikan kita, dengan kemurahan kita, dengan kasih kita, dan karakter-karakter Kristus lainnya yang terpancar melalui hidup kita. Bukan dengan perang pengajaran atau doktrin, dengan kebanggaan bahwa dirinya paling benar – itu kesombongan dan berlawanan dengan Kebenaran dan karakter Kristus. Jika Kristus ada dalam kita, maka kita memancarkan Kristus dan menjadi dampak bagi sekitar kita.

Ada orang-orang yang makin lama makin galak. Dan makin galak makin bangga. Ini mengherankan, sebab jika orang mulai menyanjung kegalakannya, rupanya ada orang-orang yang makin senang dan jadi makin menjadi galaknya. Karena ada dukungan, maka dia merasa pas dan pasti dengan gayanya. Tapi pertanyaan saya, apakah itu mencerminkan Kristus? Apakah jadi kesaksian yang baik? Apakah sesuai dengan Buah Roh Kudus? Jika tidak, kenapa mempertahankan “saya memang orangnya begini”? Itu namanya tidak mau berubah dan tidak seperti Kristus. Injil dibungkus kegalakan adalah bukan Injil – galak, kasar itu sendiri tidak mencerminkan Injil. Tidak terdengar manis, mulia, tidak sedap didengar, tidak patut diperkatakan.

Bagaimana jikalau galak plus memberi plus kebenaran? Atau pilihannya: Manis, plus kebenaran plus memberi? Saya rasa orang akan cenderung memilih yang terakhir. Tapi jika tidak dibukakan, maka orang tidak mengerti bahwa ada yang tidak benar dengan Injil yang diberitakan dengan cara yang keliru yang akhirnya hanya menjadi batu sandungan. Bahkan tidak perlu memakai kata “injil” seperti baby dropbox itu, kasih itu sendiri merupakan Injil; memberi juga sudah masuk dalam Injil. Tetapi jika Injil bercampur galak, kasar, perang adu doktrin, mengecewakan dan tidak jadi panutan orang yang belum mengenal Injil. Kristusnya baik, tapi pemberitanya aah.

If a Gospel comes in a harsh teaching, I would not be attracted at all costs.

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” – Matius 5:16

 

Kisah dibalik pembuatan film The Drop Box:
The Drop Box – Youtube link

Kesaksian pembuat film The Drop Box yang bertobat:
Filmmaker Comes to Christ – Youtube link

By | 2015-08-13T17:40:12+07:00 June 6th, 2015|From Maq's Heart|0 Comments

Leave A Comment

four × one =