Maksud Iblis

||Maksud Iblis

Maksud Iblis

Beberapa kali saya tergerak untuk berpuasa dan dipanggil untuk masuk dalam puasa yang tidak umum. Sehingga mungkin agak merisaukan beberapa orang yang tidak terbiasa dengan cara hidup dipimpin Roh seperti ini. Maksud mereka baik, tetapi karena mereka empati, jadinya malah dipakai iblis menjadi batu sandungan bagi saya. Misalnya ada yang bilang: “Lho, jangan kurus-kurus lho…siang makan aja…Tuhan juga bicara sama saya agar kamu makan banyak…(sambil bercanda).” “Duh Maq, jangan kurus-kurus donk…udahlah ga usah kebanyakan puasa.”

Bagi saya itu adalah suara iblis, seperti pada waktu Petrus menegur Yesus untuk tidak berjalan melewati salib. Dengan maksud baik dan empati, orang-orang bisa dipakai iblis sebagai batu sandungan dan hanya memikirkan apa yang dipikirkan manusia, bukan kehendak Allah. Kehendak Allah sangat berlawanan dengan kehendak manusia, sehingga seringkali jika manusia ‘tidak tahan’ akan panggilan Allah, maka ia akan melawan Allah. Saya juga gak mau kurus, tapi dalam menjalani puasa yang berkepanjangan saya turun badan, walaupun tidak lemah atau sakit. Ini adalah kehendak Tuhan dan saya melawan norma manusia yang makan 3x sehari dan hidup wajar. Saya bertahun-tahun dipanggil untuk hidup ‘tidak wajar’ menurut hitungan manusia, dan btw, saya menikmatinya. Hidup dalam zona Sorga merupakan suatu khidmat tersendiri bagi hamba-hamba Tuhan.

Sejak umur belasan saya sudah terbiasa berpuasa untuk jiwa-jiwa, tambah ke sini saya dipanggil untuk berpuasa dengan cara yang tidak saya pahami – tapi itulah IMAN, kita tidak harus memahaminya, hanya TAAT. Jika memakai perhitungan ilmu kedokteran, saya pasti sudah mati. Tapi yang memerintahkan saya berpuasa adalah Tabib segala tabib, jadi saya manut. Manusia seringkali kalah dengan tuntutan iman, menghitung segala sesuatu dengan teliti pakai kalkulator manusia, hidup dengan tradisi dan norma-norma umum. Jika kita dipanggil untuk hidup dengan hukum Sorga, maka norma umum itu tidak terpakai, tidak masuk hitungan. Tetapi anak Tuhan banyak yang tidak hidup dengan iman, tetapi dengan logika. Akibatnya mereka tidak pernah mengalami loncatan iman. Bukan itu saja, tetapi mereka hidup dalam DOSA! Sebab tanpa iman tidak seorang pun dapat menyenangkan hati Tuhan, dan yang tidak hidup dengan iman adalah dosa.

Saya akhirnya menyadari bahwa banyak orang Kristen sampai pendeta pun hidup dalam dosa, memberikan anjuran-anjuran ‘berhikmat’ seperti di atas yang adalah pikiran manusia dan dosa! Mencoba melencengkan seorang beriman untuk kembali kepada daging dan norma umum. Banyak orang di gereja hidupnya gembos, kempes, karena tidak percaya kepada Tuhan dan tidak hidup dalam iman. Bagaimana mungkin seorang “percaya” hidup tidak percaya? Membohongi diri sendiri dan bermain dengan iblis itu namanya. Sebagai orang percaya kita harus tahu maksud-maksud iblis, harus berani menelanjangi maksud jahat iblis yang bersembunyi di balik empati manusia yang berupa nasihat-nasihat yang kedengarannya baik dan umum. Kita anak Tuhan dibedakan, kita tidak umum, kita radikal, ‘aneh’, tidak biasa-biasa.

Membaca kisah seorang nabi muda yang diutus Tuhan setelah melakukan tugasnya tidak mampir atau makan minum roti di situ tapi pulang lewat jalur lainnya. Seorang nabi tua merasa concern dan ingin berbincang, menahan nabi muda itu dengan memakai nama “Tuhan berkata” juga. Seperti salah satu orang baik yang mengatakan hal yang sama kepada saya bahwa Tuhan berbicara padanya agar saya makan pagi-siang agar tidak kurus. Akhirnya nabi muda itu mendengar kata-kata nabi tua untuk menghormatinya dan untuk menerima penghormatan, tetapi ketika ia pulang, Tuhan mengirim singa untuk mencabik tubuhnya karena ketidaktaatannya. Kisahnya simpel, tetapi harga yang dibayar adalah nyawanya! Saya berharap bertemu dengannya di Sorga karena saya selalu mengingatnya sejak masih muda dan sangat iba dengan kisah ngenes ini, tetapi saya mendapatkan pelajaran yang sangat berguna sepanjang umur hidup saya, walaupun ditimba dari sisi negatifnya.

Sangat ringan bagi orang yang tidak dipanggil Tuhan secara khusus untuk mengucapkan kata “kata Tuhan kamu seharusnya begini dan begitu…” Tetapi yang menjadi pedoman adalah ketetapan pertama Tuhan kepada nabi tsb, kepada saya dan kepada orang-orang yang dipanggil Tuhan untuk melayani dengan cara yang berbeda.

Iblis selalu punya maksud untuk twisting pendengaran awal kita, dari dulu dia perbuatannya begitu. Hawa sudah kena tipu muslihatnya, dan ada beberapa deret nama lainnya yang masuk dalam jerat dayanya dan beralih dari kehendak Tuhan untuk masuk dalam ‘pengetahuannya sendiri’ yaitu buah pengetahuan baik dan jahat itu daripada pohon kehidupan. Bersyukur saya punya Teladan Anak Allah yang berani berkata kepada murid yang dikasihi-Nya: “Enyahlah engkau iblis, sebab engkau merupakan batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikiran Allah tetapi apa yang dipikirkan manusia.”

Saya tidak peduli lagi apa yang dikatakan atau dipikirkan manusia terhadap saya, sebab saya tidak melayani mereka dan tidak berusaha menyenangkan hati mereka. Saya hanya melayani kehendak Bapaku.

Pagi ini saya mendapatkan email dari salah satu murid setia reguler kami, dia menceritakan mimpinya. Dalam mimpinya saya bertanya kepada murid-murid: “Apakah kamu sudah Menikmati Kemustahilan (MK) dalam hal menangis? Sakit?” Selalu saja roh bertentangan dengan daging, daging maunya enak dan dienakkan terus, tapi kehendak Roh seringkali harus berlawanan dengan kenikmatan daging. Nangis MK? Sakit MK? Tapi itu dia, jika kita berani Menikmati Kemustahilan pada saat ditimpa masalah, sakit, maka ada pahala yang tersedia besar menanti. Sebagaimana selalu saya sampaikan bahwa mujizat itu seringkali datang dengan paket buruk/dibungkus dengan masalah, sakit, dll – tapi jika kita memilih “rugi”, berbahagia dan berpesta saat menghadapinya dan menganggapnya sebagai berkat, maka mujizat akan nongol. Kita harus Menikmati Kemustahilan dahulu saat menangis, saat kekurangan, saat sakit. Sebab itu adalah tindakan profetik, menang sebelum menang, sembuh sebelum sembuh. Itu IMAN!

Saya pikir seharusnya Menikmati Kemustahilan dalam segala hal sudah merhema di hati para murid2, tapi masih banyak yang maunya ikut daging, maunya dibenarkan, dibela, disetujui  jalan-jalan dan pikirannya yang jahat, yang keliru, meminta konfirmasi kanan kiri, menceritakan keburukan orang lain sana-sini untuk mendapatkan dukungan bahwa dirinyalah yang maha benar. Ini daging, ini ketidakmustahilan, biasa, normal, duniawi, carnal. Saya berdoa kiranya semua murid belajar MK dalam hal yang berlawanan dengan daging, sebab daging sama sekali tidak berguna. Hiduplah oleh roh, maka engkau tidak menuruti kehendak daging. Sulit, tapi Tuhan akan memampukan engkau berjalan dalam kemustahilan, sebab Dia Allah yang special dalam hal yang mustahil.

Hiduplah berbeda dengan dunia, jangan tergiur dengan maksud Iblis, berdirilah teguh, STAND ALONE. Jika harus berdiri sendiri, berdirilah!

 

STAND ALONE – MARK ROTH

The Lord, He is God (1 Raja-raja 18:20-21, 30-39)

Allah dan kebenaran-Nya harus senantiasa dinyatakan,
Sekalipun hanya engkau sendiri yg melakukannya.
Tidak peduli bagaimana Dia dihina, tetaplah berdiri.
Tidak peduli seberapa firman-Nya direndahkan, berdiri.
Berdirilah sekalipun engkau harus melakukannya sendiri.
Bersiaplah untuk berdiri sendiri, namun tidak dalam firman sendiri.

Sekalipun yang lain mengatakan kebenaran namun hidup di bawah standar itu,
berdirilah sendiri dalam firman dan perbuatan.
Ketika mereka yang berada di sekelilingmu mencari kepuasan melalui ketidaktaatan,
hiduplah bagi TUHAN, sekalipun engkau harus melakukannya sendiri.
Ketika yang lain bertoleransi bahkan mengizinkan ketidakkonsistenan,
berdirilah untuk integritas dan pernyataan hidup, sekalipun hanya engkau yang melakukannya sendiri.

Ketika yang lain menghargai hidup dari materialisme,
berdirilah untuk hal-hal rohani dan hal-hal yang kekal.
Ketika yang lain membengkokkan hukum dan kewajiban (sekalipun dalam hal-hal kecil),
berdirilah untuk suatu penundukkan diri dan ketaatan.
Ketika yang lain memberi kebebasan tubuhnya melalui kenikmatan dunia,
berdirilah untuk menundukkan daging dalam kematian.
Ketika mereka yang berada di sekitarmu secara perlahan menurunkan derajat moral mereka,
berdirilah untuk kekudusan total.

Jangan pernah mengorbankan kebenaran sebagai sahabat karibmu,
berdirilah sendiri jika engkau harus melakukannya!
Sekalipun engkau harus kehilangan teman dan menimba lawan,
Sekalipun hal itu membawa ketidaknyamanan, berdirilah.
Sekalipun engkau dihina dan diolok, berdirilah.
Sekalipun menakutkanmu dan melelahkanmu, berdirilah.
Sekalipun engkau disebut radikal, berdirilah.

Ketika pilihannya berdiri antara kebenaran dan jatuh kepada kesalahan, berdirilah.
Ketika pilihannya berdiri antara pernyataan benar atau miring kepada kenikmatan, berdirilah.
Sekalipun engkau merasa sendiri, berdirilah.
Sendiri jika engkau harus.

Ingatlah, mereka yang berdiri dengan Allah, tidak akan pernah berdiri sendiri.
Mereka yang tidak dapat berdiri untuk Allah, suatu hari nanti (dan selamanya dalam kekekalan), akan berdiri sendiri.

By | 2017-03-16T11:28:28+07:00 June 13th, 2015|From Maq's Heart|0 Comments

Leave A Comment

three × 4 =