Kejadian 3:5 — tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”
Tawaran ini masih terus berdengung sampai saat ini. Jika berhadapan dengan computer, tawaran untuk membuka situs-situs dan bacaan tertentu menggoda kita: jika engkau membukanya, engkau akan tahu yang lucu, imoet, aneh, unik, gede, indah aduhai, beda, extraordinary, super, ga pernah terlupakan, membuat kaya, membuat pinter, nambah pengetahuan…dll — yang saat kita membukanya, benar-benar kita terperangkap dan jatuh, seperti Hawa. Entah berapa banyak manusia ditipu dengan tipuan usang seperti itu dan masih saja jatuh satu persatu setiap hari.
Media sangatlah menguntungkan dunia saat ini. Tapi iblis juga bekerja paling giat lewat media; betapa banyaknya tawaran dunia, giuran iblis yang sekarang disesatkan lewat media sesuai dengan perkembangan jaman. Jika kita yang sedang mengejar pencapaian visi lengah sedikit, lama-lama kesedikitan itu akan merambah ke kebanyakan, dan akhirnya kita kecurian! Memang iblis adalah bapa segala pencuri dan pembinasa; jika kita tidak merasa kecurian sedikit, maka dia akan merogoh kantong kita dan mengeruk isi tabungan rohani kita.
Saat mata kita melek terhadap dunia dan melihat apa yang terlarang, maka mata rohani kita tertutup/buta dari hal-hal Sorga/rohani. Saat kita tergiur dan jatuh dalam dosa tawaran dunia, maka mata rohani kita tertutup selubung dunia dan kejahatan. Tuhan memberikan kepada anak-anak-Nya secara khusus roh pengendalian diri, tetapi jika itu tidak digunakan dan kita memilih untuk melakukan kehendak sendiri/daging, maka kita lepas kendali.
Saat kita curious (ingin tahu) hal-hal bukan kehendak Tuhan, bukan ketuhanan, bukan untuk mewujudkan visi kita, maka kita jatuh dalam dosa. Saat hati kita diseret untuk hal-hal yang berbau daging, maka iblis mencengkeram pikiran kita dan ingin menghancurkan tujuan Tuhan dalam hidup kita. Itu sebabnya banyak anak Tuhan akhirnya membuang waktu untuk hal yang sia-sia setiap hari. Waktu-waktunya yang berharga tahu-tahu sudah banyak terbuang karena habis dipakai untuk browsing internet dan hal-hal yang sama sekali tidak berguna untuk visi Tuhan dalam hidupnya. Dari kisah ini, di sebelah atau bawahnya sudah ada lanjutan kisahnya atau kisah lain yang lebih menarik. Ada kisah dan gambar lainnya yang memikat, dan akhirnya habislah banyak waktu terbuang hanya untuk hal-hal yang tidak menambah pengertian dalam Tuhan.
*Pada waktu saya membuat assessment dan memikirkan apakah selama beberapa saat saya terjun di (pelayanan lewat) FB, dan sempat buka link postingan teman-teman, saya berpikir apakah selama ini ada yang saya ingat? Apakah ada yang begitu membangun sehingga menolong dan mengubah saya? Apakah ada yang lalu-lalu yang betul-betul saya ingat? Jawabannya TIDAK ADA sama sekali! Jadi saya mengambil kesimpulan bahwa rupanya saya hanya menghabiskan waktu saja.
*Lalu saya juga membuat assessment lagi mengingat apa yang lebih cenderung/dominan nempel di benak? Jawabannya adalah: mereka-mereka yang memposting tulisan yang jelek, yang menampilkan/menjelekkan orang lain, yang narsis, yang aneh bin ajaib.
Saya pikir ini membawa pengaruh yang sama sekali tidak baik dan tidak berguna bagi roh, jiwa dan organ saya. Dengan demikian, saya menyimpulkan bahwa ‘pelayanan’ saya di FB selama 2 tahunan sama sekali tidak menolong saya mencapai visi, tetapi malah membuang waktu percuma. Ini adalah assessment saya karena mungkin kelemahan saya dalam pengendalian diri dan browsing sampai larut malam, yang seharusnya saya pakai untuk banyak membaca dan berdoa bagi teman-teman di FB. Yes, saya mendoakan teman-teman, tapi karena sudah larut, maka doanya seadanya dan bukan doa peperangan seperti saat saya punya banyak waktu seperti sekarang.
“Flesh attracts flesh; spirit attracts spirit.”
Galatia 6:8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.
Saat kita kedagingan, maka daging kita cenderung tergiur dengan hal-hal yang berbau daging – dan ini melulu pekerjaannya iblis. Tetapi saat kita fokus kepada roh kita, yaitu mewujudkan panggilan Tuhan dalam perlombaan iman ini, maka kita tentu butuh asupan yang berbau rohani, makanan rohani, makanan iman, semua hal yang dapat mempercepat perjuangan ini.
Mudah diketahui apakah seorang mencintai Tuhan dan mengejar panggilan Tuhan dalam hidupnya dengan mengamati ketertarikannya; mudah melihat ketertarikan orang dari cara dia berbicara dan membicarakan topik-topik hatinya. Ini tidak jauh-jauh, mulut dan hati sangat dekat, berkaitan. Topik juga berkaitan dengan fokus hidup. Jadi, the bottom line is, bukan mengganti topiknya, tetapi mengubah arah tujuan hati, mulai fokus kepada kerinduan Tuhan, kehendak Tuhan – bukan kehendak diri, kecintaan daging, pertahanan kesukaan. Itu sudah harus diserahkan jika Saudara mau melayani kehendaknya Tuhan, jika Saudara sering berdoa “Jadilah kehendakMu.”
Mungkin beberapa Saudara belum membaca kutipan dari buku Making Jesus Lord yang ditulis oleh Loren Cunningham, sangat luar biasa bagaimana seorang pendeta yang memiliki isteri menyerahkan haknya untuk dipakai Tuhan bagi keselamatan orang lain. Ia bisa memperoleh keringanan dan keluar dari penjara bersatu dengan isterinya, tetapi ia mematikan keinginan dagingnya untuk keselamatan jiwa-jiwa. Betapa mulianya upah yang ia terima dalam kekekalan!
OF NO REPUTATION (TIDAK ADA REPUTASI)
(Kisah seorang pendeta yang menyelamatkan pembunuh dan para narapidana)
Ada seorang pendeta dipenjarakan selama 14 tahun di daerah Soviet Union karena memberitakan Injil. Dia disekap bersama dengan tawanan lain. Pada waktu itu dia memutuskan bahwa penjara itu menjadi ladang misinya, sehingga dia mencari narapidana terjahat di sana. Dia menemukan orang tersebut yang adalah seorang pembunuh. Melihat perangainya, yang bahkan kepala penjara pun takut kepadanya, dia berpikir harus mengalahkannya dengan doa puasa. Di penjara itu mereka diharuskan bekerja selama 12 jam sehari. Dalam kecapaiannya bekerja 12 jam itu pun sang pendeta tidak mau makan, karena beban hatinya terhadap pembunuh ini.
Suatu kali saat dia sedang berlutut dan menangis dalam doanya, dia merasa ada seseorang berdiri di belakangnya. Saat menoleh, dia melihat pembunuh itu sedang menatapnya, lalu bertanya, “What are you doing, man?” “Saya sedang berdoa,” jawabnya. “Berdoa untuk siapa?” “Untukmu,” sambil mengusap airmata yang meleleh.
Tak lama setelah itu, si pembunuh ini bertobat, dan kabar mengenai hal ini tersebar dengan cepat, sehingga kepala penjara memanggil pendeta ini dan menanyainya apa yang dia lakukan sehingga membuat penjahat itu menjadi orang baik. Ia menjawab bahwa dia tidak berbuat apa-apa selain doa. Kepala penjara tidak percaya adanya Tuhan, tapi dia berkata, “Saya suka dengan perubahan ini, tidak peduli dengan Tuhan, saya tetap tidak percaya. Tapi mulai sekarang saya akan memberikanmu pekerjaan yang lebih ringan di dapur agar kamu bisa lakukan hal yang sama kepada penjahat-penjahat lainnya di penjara ini.” Ini adalah penjara kedua terburuk di seluruh Soviet Union. Makin hari makin banyak orang bertobat dan atmosfir di sana berubah total.
Lalu pendeta ini dipindahkan di penjara terburuk di Rusia, dengan janji bahwa jika dia membuat perubahan di penjara ini, maka dia akan diberikan keringanan hukuman tahanan. Kegerakan Tuhan bekerja lagi di penjara terburuk di Rusia ini, membuat sang pendeta mengirimkan surat yang menyakitkan kepada isterinya untuk meminta pengertiannya agar isterinya sepakat memberikan waktu hidup suaminya sepenuhnya 14 tahun di penjara untuk melanjutkan pelayanannya di sana.
(Dikutip dari buku Making Jesus Lord, Loren Cunningham.)
Seandainya orang Kristen berani memberikan hak-hak hidupnya, keinginannya, dan nafsu dagingnya serta semua keinginannya kepada Tuhan, maka Tuhan akan memakainya menjadi alat yang mulia di tangan-Nya, untuk menyelamatkan banyak dari mereka yang terhilang. Ada pepatah mengatakan: “Christianity that costs nothing is worth nothing.” Bapa dan Yesus memberikan ‘hak’ yang berharga bagi dunia ini agar diselamatkan.
Pendeta tersebut nampak hidup dalam ketidakbebasan, tetapi nyatanya DIA BEBAS menentukan pilihan hidupnya untuk KRISTUS DAN JIWA-JIWA. Kita yang tidak hidup bebas, hendaklah TIDAK TERIKAT pada kehendak-kehendak daging yang adalah kehendak iblis. Kita yang ‘bebas’ justru bisa memilih untuk menyerahkan kehendak kita kepada SALIB. Kejar visimu, capailah, raihlah mimpi Tuhan lewat hidupmu. Engkau dinanti banyak jiwa-jiwa yang membutuhkan uluran tanganmu. Gunakan waktumu untuk keselamatan jiwa-jiwa.
Leave A Comment