Kalau Saudara pakai hape Android dan pakai laptop (atau entah perangkat apa lagi lainnya), pasti ada pemunculan penawaran “update software” berulang kali. Bagi saya ini menyebalkan, sampai saya tanya keponakan saya yang ahli IT gimana cara ngilanginnya supaya nggak ganggu. Dia jawabnya cengingisan: “hahaha… aunt, my dad juga baru aja bilang gitu dalam kejengkelannya!”
Saya selalu “close” penawaran itu, dan penawarannya datang dengan bertubi-tubi tanpa bosan-bosannya. Perangkat itu sudah disistem dengan pemunculan update software setiap kali ada pembaharuan dari pusatnya. Jika kita tidak mau mengupdate, ya mereka tidak ngamuk dan boikot perangkat yang sudah di tangan kita, tapi mereka selalu akan menawarkan software-software baru bikinan mereka yang tercanggih untuk compete dengan perangkat lainnya, jika kita gak mau kalah atau jika kita mau eksis, istilahnya.
Saya bekerja dengan memakai MBA (MacBook Air) tipis yang bisa dimasukkin ke amplop coklat sebesar ukuran map. Ini perangkat juga menongolkan update software berulang kali di sebelah kanan atas. Saat saya klik tombol close, setiap saya membuka dan bekerja, terus saja tanpa bosan nongol. Wuih, persistent bener ya dia… berapa juta orang yang diperlakukan sama dan yang memperlakukannya seperti saya, menolak mentah-mentah tawarannya. Gak kepikir deh.
Sampai suatu hari waktu saya hendak download materi tertentu, computer saya menolak dan satu-satunya jalan harus update software itu tadi,… jedug, saya berlarian keliling meja rapat minta tolong Bro Heri gimana inih… jawabnya… “hehehe, harus update bu softwarenya.” Berapa lama, bro? “Sekarang ini sambil meeting ibu bisa update, asal wifi on terus, sampai selesai, sekitar 4-5 jam.”
Haihhh… nurutlah saya demi bisa download materi. Setelah selesai update, saya heran,… beberapa tampilan jadi beda, baru, aneh, harus belajar lagi! Yang baru dan harus dipelajari tidak enak dan butuh waktu untuk penyesuaian. Dulu ada ininya kok sekarang ganti ya? Dulu itunya di area sini kok sekarang pindah kemana ya? Nah, kok sekarang gambarnya jadi ganti begini?
Mikirin soal update software ini sama seperti perubahan diri dan hati.
Kita ini khan ciptaan Tuhan, istilahnya perangkat bikinan Tuhan – setiap kali ada perubahan baru untuk kebaikan dan untuk keeksisan, Tuhan akan kasih kedip-kedip di hati nurani “update software.” Kita bisa klik “close” itu tadi dan tidak update dengan pembaharuan-pembaharuan yang terjadi. Kita juga bisa terus menerus mengabaikan karena senang dengan kebiasaan lama kita yang seiring berjalannya waktu udah gak sesuai dengan kekinian. Abis, untuk berubah khan sulit, aneh, gak biasa, gak enak, kudu belajar lagi. Tapi ya begitulah sistem sorga juga, jika kita gak update ‘software’ maka kita akan ketinggalan pembaharuan dari sorga.
Kenapa Tuhan bicara soal Anggur Lama versus Anggur Baru dan kebutuhan kantong yang baru untuk menampung anggur tipe baru. Karena selalu akan ada anggur baru, dan Dia tahu bakal ada orang-orang yang tetap memilih anggur lama dalam software lama.
Saya tidak tahu bagaimana meyakinkan kelompok anggur lama untuk mengupdate software baru jika mereka tetap berpikir bahwa software lama sangat nyaman. Karena pada waktu saya sudah mengupdate software saya, menemui yang baru saya berpikir: gimana ya saya bisa kembali ke yang lama? Sebab yang baru ini kok menjengkelkan! Ini terjadi sampai beberapa hari saya membiasakan diri dengan yang baru, barulah saya akan melupakan kenikmatan software yang lama. Tapi untuk sementara waktu (seperti saya baru update software perangkat lainnya sekarang ini), rasanya masih ‘getem-getem’ hati saya pegang-pegang tombol-tombol baru dengan gambar dan letak yang beda, u’ughhh!
Karena saya harus mewadahi semua laporan pemuridan dari seluruh dunia, yang mana mereka menggunakan perangkat dan software baru dari mana-mana, saya pun mau tidak mau harus bisa keep up dengan mereka. Jika saya mempertahankan kejadulan saya dan mengirim sinyal ke mereka, “Tolong semua laporan dikirim pakai Word saja,” maka walaupun mereka tetap akan mengusahakannya, saya yang tetap akan bertahan dalam kekunoan saya dan akan ditertawakan ‘dunia.’ Waktu GD sudah mulai masuk, saya harus mempelajari sesaat dan mulai terbiasa. Waktu RAR masuk, saya juga harus download dan belajar lagi. Demikian juga dengan berbagai software lain, saya harus terus bisa mewadahi pembaharuan yang terjadi dan mulai mencicipi kenikmatan ‘anggur baru’ walau kadang masih tunak-tunuk.
Dalam kelompok-kelompok pemuridan, para murid KCC yang tersebar di seluruh dunia juga merasakan hal yang sama – pada waktu mereka harus memasuki zona software baru, ada hal-hal aneh dan tidak nyaman untuk sementara yang harus mereka jalani, tapi dengan berjalannya waktu mereka akan merasa nyaman dan menyukai, apalagi jika nampak perubahan dan dampaknya… sangat menyenangkan dan menggairahkan untuk memasuki software baru lainnya lagi. Tetapi bagi orang-orang yang menyukai anggur lama, sulit bagi mereka untuk berpikir masuk dalam zona baru. Kebanyakan orang-orang dengan mentalitas kekinianlah yang suka dengan perubahan-perubahan mutakhir – tapi tidak menutup kemungkinan bahwa mereka yang mempromosikan ‘software baru’ dengan baik akan mendapatkan target manusia anggur lama yang mau mencicipi anggur baru.
Kebanyakan anggur lama yang sangat jadul hanya bisa didobrak dengan cara seperti contoh saya di atas, yaitu jika tidak bisa menerima materi baru yang dibutuhkan. Contohnya, saat tubuh tidak lagi bisa berfungsi dengan baik kecuali harus menelan obat baru, barulah pasien diyakinkan oleh dokter bahwa dia harus memasuki zona baru. Saat pasien sudah tidak ada jalan lain kecuali dokter menyarankan satu cara, yaitu ‘update software’ demi kehidupan atau keeksistensiannya, maka mau tidak mau ia harus menelan ‘pil pahit’ tersebut demi kehidupan.
Banyak orang tidak mau update dengan mengemukakan alasan-alasan yang menurutnya tepat, seperti: “saya ini orangnya,” “saya memang dari dulu,” “waktu dulu saya begini, hasilnya bagus,” “kalau orang lain begitu sih biarin aja, karena saya sudah dari sononya begini…” Ini penghambat Tuhan mengucurkan anggur baru, karena ia berpikir bahwa kelamaan anggurnya manis, padahal sudah irrelevant. Hanya dia yang berpikir bahwa jalannya lurus, padahal ujungnya entah kemana.
Tapi kelompok kekinian seharusnya tidak perlu menanti warning darurat seperti itu untuk eksis, sebab kita harus selalu bisa update dengan Pencipta kita yang selalu menawarkan update software demi Dia bisa berhubungan langsung dan memberikan latest update from heaven. Kekerasan hati kitalah yang menolak tawaran-tawaran mulia ilahi yang baik dan berguna bagi kita. Saat kita hidup dalam kebiasaan, maka kita perlahan-lahan akan ketinggalan update sorga, karena kita lebih suka update duniawi. Ini fatal sebagai orang-orang Kerajaan yang dititipkan menjadi agents di bumi. Kita justru harus tetap tune all the time dan update anytime jika ada seruan sorga untuk segera klik tombol update now!
Betapa bahayanya jika kita justru sangat cepat mau mendengarkan berita-berita terbaru dunia dan apa yang terjadi di seputar kita. Ada apa dengan orang itu, bagaimana akhirnya dengan masalah isterinya suaminya itu, lalu hutangnya dia akhirnya siapa yang bertanggungjawab, dan dia kawin dengan siapa lagi, dari mana asalnya dan umurnya, dan bagaimana akhirnya vonis hukumannya orang itu. Lalu berita politik terkini, desas-desus gosip celebrities, yang kita tidak masuk dalam kehidupannya dan tidak mendoakannya, malah condong memaki mereka dan bikin panas hati dan naik darah. Update duniawi seperti ini sama sekali tidak ada keuntungannya bagi kita, dan malah memperburuk keadaan manusia roh kita. Kita jadi makin miskin rohani tapi kaya jasmani. Coba baca ulang kalimat terakhir sebelum ini dan renungkan sesaat. Tuliskan di kertas atau catatan Saudara atau copas dan tulis di wall FB beserta nara sumbernya, supaya Saudara ingat selamanya. Sebab jika hanya membaca, kemungkinan ingatnya sedikit, tetapi dengan menulis ulang, Saudara akan lebih ingat sekian persen. Dengan melakukan/menghindari jerat update jasmani, Saudara akan memperoleh manfaat rohani yang besar baik di dunia ini maupun dalam kekekalan.
Masuklah dalam hadirat Tuhan, carilah kebenaran, hiduplah dengan cara yang berbeda, berhentilah melakukan dosa dan kebiasan-kebiasan buruk yang mengundang pengaruh iblis. Potonglah waktu-waktu tak berguna, bacalah Firman, bacalah buku yang membangun, berolah-ragalah. Makanlah sehat, banyaklah memberi, pikirkanlah orang lain, dan kasihi mereka. Perbaharui software Saudara sampai orang bisa melihat bahwa ada perubahan yang nyata, makin hari makin serupa Kristus.
Update software, now!
Hihihi.. ibu pas banget saya baca ini. Sudah 2 hari software hp minta update tp sy tunda.
Terimakasih sharingnya bu. Sangat memberkati ?
Setelah sekian lama tidak pernah lagi membaca FMH, renungan ini benar2 menegur saya dimana saya harus mengupdate hidup dan hati saya kembali. Sebagai mantan murid KCC saya menyesal sekali telah meninggalkan kehidupan sbg murid. Saya membaca renungan ini dari balik jeruji besi, krn akibat kebodohan saya skrg harus menjalani hukuman sebagai narapidana. Terima kasih ibu Maq utk renungan ini..
DOa kami untuk Bro Herry selalu…. Tuhan akan membuat Bro menjadi Yusuf di sana… masih ingat khan pelajaran2 di kelas… doa kami senantiasa untuk Bro, kasih kami tidak pernah luntur.
Terima kasih Bu, krn sudah setia menulis di fmh sehingga saya selalu tahu ‘jalan kembali’.
Hidup menawarkan banyak sekali pilihan, dan materi fmh membantu memberikan api di hati dan makanan yg menyehatkan buat roh saya.