The Kuli-ner Sehat,…

Gak kepikir bahwa di hari itu makanan di meja kami adalah serba-serbi pepaya, dari yang mentah (masih putih, dimasak untuk lauk), mengkal (untuk rujak dengan sambel gula jawa), dan yang matang, plus daunnya untuk lalap. Hebat khan…! Kayaknya hari itu tubuh kami butuh detox pepaya — Tuhan sangat baik.

Yah, mungkin karena mentang-mentang di depan kantor kami ada pohon pepaya banyak, jadi hari-hari kami tinggal petik dan bagikan ke para tetangga, murid-murid, dan dimakan sendiri serta dimakan kelelawar dan binatang lainnya di hutan depan rumah. Kadang kami sedang target besok mau petik yang gede karena nunggu merah mateng pohon sekalian, ehh… besoknya udah ilang, dan ada kotoran gede di rumput dekat pohon… hehehe, bersyukur juga bisa berbagi dengan semua mahluk hidup.

Kalau binatang-binatang aja suka, berarti ini baik bagi tubuh. Seringkali pepaya kurang dilirik karena mudah tumbuh dimana-mana dan harganya murah. Tapi justru buah yang seperti inilah yang penting bagi tubuh, buah lokal yang tidak memakai pupuk hama, tumbuh karena air hujan saja.

Semua pohon pepaya ini juga ditanam sendiri, saya keringkan biji pepaya yang saya beli dan ditanam. Tuhan baik, ndak sampai setahun kok, kami sudah menikmati buah-buahnya dan bisa dibagi setiap hari. Karena di daerah kami curah hujan sangat tinggi, maka mereka cepat tumbuh. Para Faculty IDTC paling suka kalau saya bawa yang mengkal untuk rujak. Saya sangat menikmati yang dimasak juga. Wuih… enak tenan. Kapan-kapan saya akan tulis bumbunya ya.

19 manfaat pepaya bagi kesehatan bisa dibaca selengkapnya di link ini:

http://manfaatbuahkesehatan.blogspot.co.id/2014/05/manfaat-buah-pepaya-bagi-kesehatan-dan.html

Love pepaya, please…