Mujizat Terjadi Saat Kepepet – 1

||Mujizat Terjadi Saat Kepepet – 1

Mujizat Terjadi Saat Kepepet – 1

Matius 15:33-34, 36  Kata murid-murid-Nya kepada-Nya: “Bagaimana di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?”
Kata Yesus kepada mereka: “Berapa roti ada padamu?” “Tujuh,” jawab mereka, “dan ada lagi beberapa ikan kecil.”
Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak.

Yesus tidak membiasakan mengadakan mujizat jika keadaan tidak kepepet. Kita seringkali sedikit-dikit minta mujizat, padahal uang masih ada, mobil masih banyak, rumah ada beberapa, deposito masih gemuk, cincin dan perhiasan lainnya masih ada di brankas, hapenya 5 sendiri! Saya sendiri gak akan banyak teriak sama Tuhan jika masih banyak resources yang masih bisa dijadiin duit, sebab saya pikir Tuhan gak akan mendewasakan kita jika kita terbiasa punya mental minta-minta terus.

Kami suatu kali kedatangan orang yang katanya butuh duit, padahal kami lihat dia punya hape 2 dan punya laptop canggih. Bingung juga kalo begitu, semua yang melihatnya saling celingukan gak percaya, mana mungkin dia gak punya duit?? Cenglinya, isi pulsa aja butuh berapa banyak rupiah untuk bisa ‘menjalankan’ devicenya? Lagipula dipelajari dia suka ganti status, pasang foto-foto – hidupnya enjoy banget, tapi kok minta-minta duit. Kami kuatir dia hanya akan memakainya untuk hal yang tidak berguna.

Demikian juga kalo kita lihat pengemis tapi merokok, pengamen tapi keren dan pakai perhiasan penuh berambut punk. Kita kurang impress dengan pandangan yang di depan mata kita. Ini menandakan bagaimana kita tidak tergerak memberi jika keadaannya masih dapat menolong diri sendiri begitu. Bagaimana dengan Tuhan? Kita punya semuanya tapi doanya cuman minta-minta… merengek-rengek tapi masih bisa ‘jalan.’

Mungkin murid-murid Tuhan akan berharap mujizat terus menerus terjadi saat kas kecil mereka menipis, tapi kita hanya membaca bahwa Tuhan mengadakan pelipatgandaan roti dan ikan hanya 2x saja semasa hidup-Nya, itupun untuk kepentingan orang ribuan, bukan untuk perjalanan mereka sendiri. Tuhan itu selain Pengasih, Penyayang, Ia juga adalah Pendidik. Tidak membuat orang bodoh, malas, mengharapkan manusia, punya mental pengemis. Dia mendidik kita walau kadang kita sudah berurai airmata tahunan, tapi Dia punya cara agar kita tidak ada di level yang memalukan-Nya. Dia menguatkan otot roh kita, Dia stretching iman kita. Dia selalu baik, walaupun jawaban dari doa kita tidak selalu sama dengan harapan kita, tidak sama dengan waktu penentuan kita – Dia adalah Tuhan.

Matius 15:32  Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan.”

Orang-orang itu tidak membawa uang untuk makan, juga mungkin tidak ada warung di tempat itu – Yesus tahu jika mereka dibiarkan pulang lapar, dalam perjalanan mereka akan pingsan! Ini adalah poin dari fokus mujizat yang Ia lakukan. Mujizat diadakan-Nya saat kepepet, sebab jika mereka sesudah mengiringi Yesus selama beberapa hari lalu pingsan gara-gara gak dapet makan, Yesus pasti yang dituduh orang banyak dan keluarga ribuan orang itu. Bisa ngajar bisa sembuhin penyakit, tapi kok gak bisa nahan orang dari pingsanisasi?

Apakah roti Saudara sudah benar-benar habis dan sudah 3 hari tidak makan? Apakah Saudara bakal pingsan jika tidak ditolong? Apakah Saudara sudah pasti mati jika tidak disembuhkan? Atau masih bisa jual perhiasan? Rumah? Mobil? Deposito?

Dulu waktu mau cetak buku pertama Berhasil Karena Iman, saya sudah benar-benar tidak ada uang, saya malam itu merencakan untuk besok menjual beberapa perhiasan emas saya yang tidak seberapa nilainya. Saya berkata kepada Tuhan: “Saya siap mati, asal buku ini memberkati Indonesia.” Mengemis aku malu, mencangkul kutak mampu, hanya Kau Tuhan tempat harapanku… doa saya sambil lasido, dododosi, lasidododorela. Malam itu Tuhan mengadakan mujizat dengan menyuruh seseorang menelepon saya bahwa 3 hari sebelumnya dia sudah mengirim uang dari luar negeri, dan hari itu pasti masuk. Uang yang saya terima selain bisa menutup biaya percetakan, masih bisa menghidupi kami selama 3 bulan lagi. Dan setelah itu, setiap bulan saya mendapatkan hasil dari penjualan buku saya secara konsinyasi (laku bulan ini, uangnya ditransfer bulan berikutnya).

Pada waktu Nabi Elia disuruh Tuhan pergi ke Sunem, yang katanya Tuhan akan dipelihara oleh seorang janda (dalam benak kita pastilah janda kaya sebab akan memelihara seorang nabi kaliber), janda itu hanya punya segenggam tepung dan setitik minyak tok! Owalah, … begitulah sistim Sorga kalau mau ngadain mujizat, mefet mefettt gituuuu. Sang nabi memintanya dari tangan janda dan anaknya yang siap mati. Tetapi waktu janda itu mempercayai sang nabi dan memberikannya kepadanya dulu, maka mujizat mengalir!!!

Apakah Saudara sudah siap mati demi melihat mujizat Tuhan?

Berkali-kali selama bertahun-tahun saya ditantang untuk menjual barang-barang yang cuman Tuhan titipin sama saya, dan saya mendapatkan banyak mujizat mengangakan. Dia gak pernah salah, gak pernah ingkar janji. Dan saya memang sering melihat format kepepet ini. Mungkin bukan sengaja Tuhan mau liat kita kepepet, tetapi intinya saat tidak ada apapun atau seorang pun yang bisa diandalkan lagi, Tuhan datang. Dan fungsi dari itu adalah stretching iman kita. Tuhan mau agar iman anak-anak-Nya makin kuat, makin mempercayai Dia saja dalam kehidupan. Jika kita tidak dipersiapkan menjelang hari sukar lewat ujian-ujian iman, maka kita tidak akan mampu berdiri pada hari yang sukar itu nanti. Jadi jika sekarang ada tantangan, bersyukurlah, sebab Dia sedang terus memperbesar kapasitas imanmu. He is a good Father whom we can trust so much with our life affairs.

By | 2015-09-16T20:02:54+07:00 June 20th, 2015|From Maq's Heart|1 Comment

One Comment

  1. admin 13 August, 2015 at 5:53 pm - Reply

    this is good

Leave A Comment

11 − two =