Hello God’s beloved,
Firman Tuhan memberikan foot-print agar memilih pasangan yang SEPADAN. Ini penting, bukan hanya cinlok, pandangan pertama nafsu, tapi kesepadanan akan sangat menolong dalam banyak hal.

Kejadian 2:18

TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang SEPADAN dengan dia.”

Jika anak-anak muda hanya kawin karena debar-debar hawa (nafsu), dikejar umur, dipaksa ortu, dikata-katain status, mereka akan nyesel berkepanjangan. Banyak yang pada pingin kawin dan waktu tekan-tekan tombol computer mendapati yang gini dan gitu di warung jodoh internet kristen dot net, maka mereka bikin janji dan keputusan, nggak tahu bahwa mereka gak sepadan, akhirnya baru 1 minggu udah bale ke rumah ortu nangis-nangis. Kemarinnya saya dengar begitu, baru seminggu kawin isterinya pasang status: “Tong kosong berbunyi nyaring.” Yang baru kawin 3 tahun lakinya udah mukulin, menyesah, jederin wajah isterinya di tembok, jatuh dipukul masih diinjak dan diludahi 4x. Itu penganiayaan yang ke 8 kalinya. Semuanya anak Tuhan! (2 peristiwa ini adalah the latest stories yang saya dengar)

Kesepadanan harus dipelajari dari jarak dekat. Duduk bersama, bikin assestment masa depan bersama. Membuka forum kepribadian, impian, kelemahan, kekurangan dan kelebihan masing-masing. Latar belakang, keuangan, kebiasaan baik dan buruk. Itu sangat penting untuk mempertimbangkan apakah sepadan dalam mengarungi bahtera. Perkawinan tidak boleh terlalu cepat pengambilan keputusannya, sebab ini bukan keq beli krupuk – ini jangka panjang dan ‘mingling’ hidup. Kawin adalah percampuran hidup dalam segala hal. Kalau ada yang sedikit gak beres aja udah males tidur seranjang. Kalau bangun pagi males liat wajahnya! Ini bukan sebatas “males,” karena perkawinan itu sudah menyangkut pertalian jiwa, yang jika satu gak beres maka keduanya menanggung akibat sakit di jiwa. Ke sana gak enak ke sini apalagi! Sebab keduanya telah menjadi satu.

Banyak anak muda kagak mikir yang ginian, mikirnya cuman gituannya thok. Dan pada masa pacaran kalau nggak mikir jangka panjang dan merinci secara detil, maka kaget-kaget di belakang, kok dia gitu banget! Egois (ini yang utama!), malas, nyebelin, jengkelin, seenaknya, cara makannya kok gitu, cara belanja, cara tidur, cara pake uang, pake baju, pake kamar mandi, pake sabun, ambil makan, dan masih seabrek gundukan perbedaan.

Coba teliti dulu yang waktu pacaran sepertinya “HAL KECIL,” jangan abaikan! Sebab nampak kecil waktu pacaran, tapi itu akan JADI besar jika udah kawin. Believe me! Pacaran semuanya masih micro, nanti kawin semuanya pake magnifying glass. Yang kecil jadi gedek banget, yang dulu ngeselin jadi benciin. Rasanya gak bisa tahan deh aja deh. Makanya sekarang mumpung masih ada kesempatan, masih pacaran, masih belum ada ikatan,… jangan buru-buru. Eksplorlah kebiasaannya, hal-hal kecil yang sering muncul yang “sedikit” mencengangkanmu, sebab itu berpotensi jadi raksasa pada masa perkawinan usia sekian taon.

SEPADAN. Hal ini akan sangat penting jika anak-anak muda menyoroti hal ini dengan jeli dan jelas. Jangan main perasaan, jangan sungkan, sebab kawin itu bukan seperti masuk restoran kalo udah duduk dan disodorin menu akhirnya liat harganya mahal-mahal ga enak ati mau kelaur tapi ga bisa. Ini kalo udah makan, bayar, ga bisa meninggalkannya, harus dihadapi dan dihidupi seumur hidup. Walaupun hanya sepenggal kata SEPADAN, Tuhan punya maksud banyak dan luas untuk elo-elo yang belum married. Harap pay etensyen.

If you DOUBT, don’t make any decision! Bikin kepalamu CLEAR! Kalo gak clear clear, dateng ke pendeta. Kalo dateng ke saya sih jawabannya udah default: NO. Gitu aja sih. Mau ngelawan? Ya nabrak lah, sebab Tuhan udah kasih senjata di hati nurani, jika engkau ragu, itu bukan dari Tuhan. Kau bilang cuman secuil keraguan? Silakan tabrak, kebentur gede nantinya, sebab ingat hukumnya: Kalo married: magnifying glass – hal kecil jadi gedek buangetttt. Tanya aja yang udah pada termagnified! Liat aja orang tuamu, liat aja sekelilingmu, bahkan pendetamu. Tanyain apa mereka pernah merenung KESEPADANAN ini sebelum married!

Saya melihat banyak anak udah kawin karena ‘charisma.’ This is another tragedy! Charisma khan adanya cuman di panggung, di mimbar, senyumnya di sana, gayanya di sono. Tapi di rumah semuanya jadi beda, my dear….. Kalo udah ngorok, kalo udah jengkel, kalo udah marah, kalo udah ga mau betulin pintu bunyi, kalo udah tidur kelamaan, kalo udah kumat… weleh weleh…karisma minus plus pluslah. Jadi jangan sampai tersirap karisma. Pelajari, duduk bersama, tukar pikiran, jedukin otak — be clear in your thinking. Terbuka bener pikirannya, jangan senyum kulum-kulum pacaran gitu. Pokoknya bukalah matamu dan mata hatimu lebar-lebar untuk melihat dia yang sesungguhnya, selain terbuka sama Roh Kudus untuk menunjukkan keaslian orang yang di depanmu itu. Supaya kalau memungkinkan Tuhan datangkan kasus untuk menampakkan keasliannya. Tapi kalao kau sudah jatuh cintrong, pastilah yang begitu udah ketutup lagi, asli! Makanya jangan jalan jauh-jauh sama dia, harus jaga kekudusan, supaya gak ada rasa sungkan, gak enak dll dalam mengambil keputusan untuk menolaknya jika memang bukanlah dia yang Tuhan maksud.

Kita kira satu kata itu gak terlalu penting, dan yang penting kata cinta? Ha, you judge! Mereka-mereka yang udahmarried baru tahu pentingnya kata ini, tapi udah jadi bubur asiong. Cinta, right? Apakah benar cinta itu melengketkan hati selamanya waktu udah married? You judge! Jika di awal mula pembuatan manusia Tuhan belum bicara mengenai cinta, kasih, ketundukan, mengasihi seperti Ia mengasihi gereja-Nya, baiklah kita jelajahi saja rentetan peristiwanya di Kejadian – sepadan is the only word God declared waktu Dia memberikan Hawa sebagai penolong Adam. Isn’t that something, but many people don’t realize this!

But, but, but, apakah kalo udah sepadan emang gak ada persoalan? Whoa, yang saya tanyakan udah kejawab dengan baik dulu belum, bahwa pertama Sez dan Brur dapetin yang sepadan? Satu kata ini aja akan menolong mengurangi lebih pasti banyaknya persoalan yang muncul dalam KETIDAKSEPADANAN, ya ampun banget deh! Maksudnya gini, kalo ujan, biar Anda pake payung, tetap juga kena air. Mau masuk mobil, tetap juga kena air. Tapi kalo ga pake payung atau lainnya, ya kebroh tili-tili vanilli. Tapi khan kalo pake daun pisang, pake plastik, pake topi koboi, mengurangi air yang mengguyur langsung dari langit, to’ gak? Namanya persoalan ya siapapun kena, tapi seberapa kenanya, itu tergantung dari berbagai penangkal, pertama yaitu itu tadi yang diulang-ulang sejak awal.

Trus kalo udah gak sepadan gimana (tanyamu lesu karena kau so kaweng). Masih bisa ditanggulangi dengan berbagai peralatan lain yang saya gak bisa susun di sini saking buanyaknya juruse. Saya khotbahkan dalam beberapa DVDs walaupun gak detil, tapi ada inti-inti jawaban yang sudah menolong banyak pasangan. Tapi kalo mau lebih detil lagi sih harus masuk dan dibimbing dalam kelas-kelas pemuridan (tanpa saya mau promo pemuridan KCC, seriously).

Emang kudu masuk kelas pemuridan untuk tahu jawabannya? Enggak sih, tapi kalau kau nelangsa dan butuh pertolongan dan udah cari sana-sini dan kembali ke internet yang mempertemukanmu jadi sejolee dan gak dapet jawaban, kau pasti akan keliling dunia demi mempertahankan pernikahanmu jika kau serius bahwa kau dipersatukan sampai maut memisahkan kalian. Kecuali kalo cari jl. pintas, Saudara gak akan serius cari pertolongan. Di pemuridan juga bukan jalan pintas atau selalu ending dengan happiness, sebab lagi-lagi tergantung personilnya untuk menjalani jalan keluarnya. Tidak harus pemuridan, tetapi bimbingan pernikahan juga akan membantu untuk ditolong step-by-stepnya. Psikolog, Psikiater, juga menolong walaupun mereka tidak langsung tembus ke alam roh untuk mendeteksi kesalahan awal. (ehh, kok jadi panjang kemana-mana ya…).

Baiklah, I pray and wish you the best. Firman is kebenaran.