christmas_milis_alumni
Kepada seluruh Murid-Murid KCC and Alumni IDTC di seluruh dunia,
Merry Christmas.
Rasanya kalimat di atas sudah terlalu beat up dipakai tiap Natal dan di bulan Desember khususnya. Entah apakah semuanya tahu artinya dan bagaimana menjalani tiap Natal dengan caranya sendiri, entah sempat merenungkan atau hanya kumpul rame-rame liat drama gereja.
Khususnya Natal ini saya tidak merencanakan Natal, karena selain masih ber-Sabat, keadaan di KCC belum memungkinkan untuk mengadakan Natal bersama seluruh murid. Namun demikian, rupanya Tuhan menaruh message di hati saya tanpa saya pikirkan sama sekali! Ini agak aneh bagi saya, karena message ini sepertinya ‘drop’ di benak saya dan saya menuliskannya dengan cepat judulnya saja dan kemudian semuanya mengalir saat saya harus membawakannya hari Sabtu kemarin. Saya ingin membagikannya secara garis besar saja kepada Saudara yang mungkin tidak dapat klik link di bawah ini, dan yang ada di pelosok area non-wifi.
CHRISTMAS MESSAGE:
Anda Hidup di “mana?” 
Masa lalu, masa sekarang, atau masa depan?
Banyak orang bahkan sebelum mati telah “menguburkan dirinya” di masa lalu dan hidup di masa lalu. Contohnya:
-Hanya karena perkataan orang tertentu yang dipakai iblis yang tidak ada hubungannya dengan masa depannya saja, ia sangat terpuruk dan menguburkan masa depannya.
-Hanya karena ia mendengar desas-desus suaminya ‘main’ dengan sekretarisnya saja, ia hidup dalam kegalauan dan bayangan kelam akan rumah tangganya.
-Hanya karena ia terbangun ‘mendengar’ suaminya ngigau menyebutkan nama “perempuan itu” saja ia tidak pernah mau lagi menikmati hubungan intim selamanya.
-Hanya karena luka masa lalu saja ia tidak pernah mau bangkit lagi untuk memupuk/membangun masa depan.
THIS IS FATAL!
“Sesungguhnya masa depan ada dan harapanmu tidak sia-sia.” Yesus yang telah “lahir” dalam hati dan hidupmu seharusnya ‘beranjak dewasa’ dan mendewasakanmu. Dalam Yesus selalu ada harapan, selalu ada kemenangan, selalu ada masa depan yang berbeda dan cerah-indah.
Lupakan masa lalu!
“Well, Maq, you don’t know what he said to me…how harsh he ever treated me!”
Yeah, I had those kind of experiences, too...tapi sampai berapa lama saya akan tinggal dalam masa lalu, jika saya tidak membangkitkan diri untuk meraih masa depan yang Tuhan sudah sediakan bagi saya? Tuhan menyediakan masa depan saya dengan segala kegemilangannya, tetapi iblis selalu MENCURI, MEMBUNUH DAN MEMBINASAKAN MASA DEPAN SAYA, maukah saya terus menerus blaming ‘that people’ dan tidak mengampuni perkataannya dan perlakuannya terus, sehingga saya menjadi seperti apa yang iblis mau dan apa yang orang lain katakan? I’m not gonna let that happen to me.
Jika saya mengingat semua perkataan orang lain, beberapa delegasi dan alumni, beberapa teman dekat yang mengkhianati saya, staff yang keluar dan menjelekkan saya, hamba Tuhan lain yang mendiskreditkan reputasi saya, dan jika saya terus meraung meratapi nasib sesuai ‘iman’ mereka, lalu terpuruk dan tidak bangkit karena kalah dengan kenegatifan mereka –  maka Tuhan tidak akan memakai saya seperti sekarang ini atau sampai di titik ini.
But, hey, I have a future! Mereka serta perkataan mereka tidak boleh mengikuti masa depan saya! Saya harus mengikuti apa yang Tuhan katakan tentang masa depan saya. Saya hidup di masa sekarang untuk mengerjakan sedikit demi sedikit menuju ke arah masa depan yang Tuhan persiapkan bagi saya. Saya harus ada di jalur positif, jalur optimisme, jalur iman, jalur sikap dan sifat Tuhan, jalur cerah, bright future. This is optimism, this is faith!
Saya berdoa dan memperkatakan serta beriman bersama Saudara untuk menatap tahun depan, kiranya Saudara “rela” mengebaskan masa lalu dan hidup di masa depan! Saudara punya masa depan! Semua orang bertumbuh, berubah, berkembang, mungkin mereka tidak menyadari waktu berulah/mengatakan/mengatai/memperlakukan Saudara dengan buruk, ampuni mereka, mereka sekarang juga sedang dalam proses pendewasaan menyerupai Kristus. Kebaskanlah masa lalu, apapun itu, baik perkataan buruk, perlakuan, anything! Lalu bangkitlah, dan mulai berlarilah.
Jika Saudara belum tahu mau lari kemana, mulailah dari garis start yang positif, “apa yang ada di tanganmu” lakukanlah, seperti Tuhan berkata kepada Musa dengan satu-satunya alat di tangannya, yaitu tongkat. Jika Saudara membaca rentetan kisah Tuhan memakai Musa, maka tongkatnya menjadi “tongkat Tuhan.” 
Mulailah mungkin dari keahlian Saudara dengan tanganmu: memasak? Melukis, menjahit, menulis buku, puisi, kisah anak, mengajar anak, membelai, mengurus orang jompo, renovasi rumah, membangun rumah, mengajar berenang, membersihkan rumah orang, mencuci, melayani di dapur orang lain,… anything! Jika Saudara ingin menjadi pengkhotbah kaliber, mulailah dengan anak-anak, atau dengan keluarga, atau dengan siapa saja yang mau duduk mendengarkan Saudara. Jika mau memuridkan banyak orang, mulailah dengan kelompok kecil dan SETIALAH! Saya melihat banyak orang mempunyai lebih dari tongkat tetapi tidak melakukan apa-apa, ini juga fatal! “Menantikan Tuhan” dengan kemalasan tidak akan terjadi apa-apa. Carilah! Mintalah! Ketoklah! “Aku sudah mencari tapi gak nemu juga!” Seberapa banyak kali? Mungkin benar Saudara sudah mencari, meminta, mengetok, tetapi apakah sudah dengan daya juang yang tinggi dan tak kenal menyerah? Tuhan pasti ada di sana saat melihat perjuangan dan peluh Saudara.
Tahun 2016 adalah masa depan yang cerah bagi Saudara! 
“Saya stress nih mikirin duit terus; saya stress nih mikirin utang; bener-bener orang itu kerjanya bikin stress; ini kerjaan kok bikin stress. Banyak barang, rumah kotor, bikin stress aja.”
Pernyataan ini merupakan kutuk stress terhadap diri sendiri, roh stress mendapatkan akses bebas untuk membuat apa saja di tubuh Saudara dengan berbagai penyakit karena dia diundang dan diminati.
Berkati dirimu! Berkati tubuh Saudara, kesehatan Saudara! Saudara stress dan jadi sakit karena perkataan Saudara yang melilit Saudara sendiri. Jangan biarkan keadaan memurukanmu, lepaskan dari jerat kesusahan dan masalah dengan perkataan IMAN! Berkati masa depanmu, berkati suaminu, isterimu, anak-anak, mertua, tetangga, rekan kerja, customer yang menganiayamu. Jika Saudara ingin tahun yang baru dengan pembaharuan, berkati sekelilingmu, berkati hidupmu, tahun-tahun hidupmu!
Awalilah dengan hati yang lapang, hati yang positif, awali dengan senyuman, sapaan, pengampunan, ajakan, gurauan, kebersamaan. Awalilah dengan menulis kembali mimpi-mimpi yang terpendam, yang bahkan sudah ‘terkubur.’ Cintailah hidup, percayalah hari-hari barumu, percayailah masa depanmu. You won’t be the same in the year 2016.
NO MAGIC! 
No magic year
Kita mendengar banyak hamba Tuhan mengajar kita untuk claim, claim Tahun pemulihan, Tahun Pelipatgandaan, Tahun Prosperity, Tahun pembalikan kekayaan bangsa-bangsa. Disuruh tumpang tangan, tumpang tindih sampai rebah-rebah di altar, bahkan ada yang hobi altar call… tapi nyatanya banyak orang Kristen yang dari tahun ke tahun sama saja hidupnya merana dan doanya melulu ‘berkati aku, berkati aku,’ masih saja hidup dalam hutang yang berkepanjangan, hutang credit card, dikejar debt collector, dan tidak mengalami breakthrough seperti khotbah claim-claim.
Jika hidup orang Kristen masih sama walaupun claim-claim dan ke gereja tanpa absen dan ikut khotbah tengah minggu, ikut seminar, dengar khotbah TV dan radio, maka apa yang di-claim-kan tidak akan pernah terjadi.
Are your words still the same? 
Are your attitude, laziness, complaints, still the same?
THEN THERE IS NO MAGIC CLAIM such as what many churches teach.
GOD SEEMS TO LET US GO NATURAL (Nampaknya Tuhan suka membiarkan kita bekerja/hidup dengan cara natural)
Saya tidak menentang claim-claim profetik, sebab mujizat masih terjadi. Tetapi orang Kristen maunya quick-fix, sudah sakit diabetes tetap saja makan makanan manis sebab punya obat di tangan untuk menetralisir. Sudah tahu kolesterol, tetap saja makanannya tidak dijaga sebab ada obat anti kolesterol. Lalu claim-claim kesembuhan dan bilur Yesus. That doesn’t work! Tuhan tidak akan menghargai yang demikian. Saya mempercayai mujizat, karena Yesus masih melakukannya dimana-mana, tetapi mujizat seringkali dilakukan untuk mempermuliakan Nama Yesus, bukan melulu untuk keuntungan kita sementara menentang kodrat hukum alam.
Saya belajar bahwa Tuhan sering melakukan hal-hal secara natural. Ada beberapa contoh yang saya tidak perlu mengutip ayat-ayatnya:
-Nabi Nuh membuat bahtera selama 100 tahun – ya ditungguin Tuhan dengan sabar, gak “dibantu” mujizat. Padahal ini jelas-jelas visinya Tuhan.
-Bangsa Israel dijanjikan Tanah Perjanjian, tetapi tetap saja mereka yang harus berperang untuk mengusir musuhnya. Kenapa Tuhan gak gemes dan semua disambar geledek sekaligus supaya umat-Nya enak nyantai nyaman. No magic!
-Waktu Tuhan mendatangkan tulah di Mesir, dan membawa burung puyuh di padang gurun  … semuanya dengan “perbuatan-Nya” – Ia seolah gulung tangan dan fuuuuhhhhhhzzzz… menghembuskan angin. Ia juga”semalam-malaman berjaga!”
Can you believe that? The God of universe yang dengan mudah bisa melakukan mujizat, tapi masih saja berjaga semalaman, menghembuskan angin timur, dsb. Ini menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan tidak selalu blink-blink dalam sekejap menaruh uang di account kita dalam semalam sekalipun itu sangat mudah bagi-Nya.
WELCOMING FUTURE WITH NEWNESS
Marilah melakukan hal-hal yang baru untuk mendapatkan suatu pembaharuan.
  • Bicara dengan bahasa dan cara yang baru. (Coba tanyakan kepada orang terdekat bagaimana cara bicara Saudara. Relalah dikoreksi jika ingin mendapatkan hal yang baru, kenaikan tingkat/posisi/kepercayaan).
  • Berpakaian (coba tanya orang lain apakah selama ini penampilan Saudara sudah cocok untuk dapetin jodoh? hehehe)
  • Cara berkhotbah, (apakah masih relevan, apakah sudah ketinggalan jaman dan membosankan. Cobalah bertanya kepada jemaat Saudara dengan jawaban jujur)
  • Cara bekerja (tanyakan rekan kerja dengan hati lapang jika ingin upgrade).
  • Makan, kesehatan. (Yang overweight... silakan.)

 

HOTEL, RESTAURANT, TEMPAT-TEMPAT YANG BERKELAS, BAHKAN BELANJA ONLINE SEMUANYA MEMBERIKAN CARD UNTUK PENILAIAN, artinya mereka siap untuk suatu perubahan dan perbaikan. Masih banyak lagi jika Saudara mau berubah, datalah dan mintalah pendapat, masukan, kritik membangun dari orang lain. Saya melihat banyak orang yang tidak pernah siap untuk maju, tidak mau berubah, takut dikritik dan merasa paling benar sendiri. Ini kemalangan dan kebebalan.

Dengan cara-cara natural seperti ini Tuhan dapat menolong Saudara. Sebab Tuhan ada dimana-mana, bahkan sangat dekat dengan kita, Dia memakai orang-orang (atau suara-suara) yang sangat familiar untuk membentuk kita, tetapi kita seringkali tidak suka, tidak mau mendengar suara Tuhan lewat mereka, maunya langsung dari tingkap langit, dan nyatanya itu tidak pernah terjadi!

Saya tidak ingin discourage Saudara, tetapi justru mendorong Saudara untuk hidup dengan pengejaran, dengan anugerah yang ditambah-tambahkan sesuai dengan ketekunan Saudara.

Efesus 4:7 – Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.

Roma 1:17 – Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada imanseperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

2 Korintus 3:18 – Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

1 Timotius 4:14-15 – Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.
Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.

Ayat-ayat dan penekanan bold dari saya merupakan himbauan orang percaya agar ada peningkatan iman, perubahan, kemuliaan yang semakin besar dan ‘kemajuan’ yang nyata kepada semua orang. Ini indah, sebab kita tinggal mempercayai saja, Tuhan yang mengerjakan di dalam kita – inilah anugerah dan hidup dalam anugerah.
Help yourself, set up your goals, do it one by one each step… God will be there for you to accomplish His purpose in yuh.
Thy Kingdom come, Thy will be done on earth as it is in heaven.
Merry Christmas.

KCC-HQ,
Kingdom Royal Family with Maqdalene Kawotjo

Christmas Message link:

Untuk membalas:
Reply ALL, Nama, Kota, Angkatan.

 

Untuk mengirim masukan atau kritik kepada KCC atau Maqdalene:
kcc@maqdalene.org