Pria Ini
(At War – 2)
Saya membaca buku Rev. Derek Prince mengenai Doa syafaat dan Peperangan Rohani dan dibukakan pewahyuan yang sangat mengagumkan bagi saya. Membaca tulisannya, saya teringat perjalanan syafaat saya yang masih ecek-ecek dibanding mereka-mereka, entah sudah berapa banyak orang mendapatkan manfaat dari doa syafaat yang saya panjatkan bertahun-tahun lebih dari puluhan tahun walaupun tingkat syafaat saya masih belum seberapa. Rev. Prince mengatakan bahwa saat Daniel berdoa, ia menembus langit, dengan kata lain, ‘langit’ tidak akan terbuka sampai Daniel berdoa syafaat dengan kegigihan selama 21 hari. Doa-puasanya menggerakkan penghulu-penghulu malaikat seperti Gabriel dan Mikhael!
Daniel tidak menyerahkan inisiatif kepada musuh. Ketika dihadapkan dengan lawan, ia bertekun. Justru tantangan dari iblis adalah indikasi adanya jawaban doa dan berkat besar di balik keharusan kita bertekun dalam doa. Daniel memainkan peran yang menentukan di langit dan terjadinya kehendak Tuhan di bumi. Daniel tidak berdoa untuk kepentingannya, ia berdoa sesuai dengan nubuat kitab suci, ia berdoa dan membayar harga demi bangsanya.
Daniel 10:12-13
12 Lalu katanya kepadaku: “Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu.
13 Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia.
Jika kita memperhatikan peristiwa yang terjadi dalam penuturan malaikat ini, peperangan besar terjadi dan satu-satunya manusia yang terlibat adalah Daniel. Gabriel dihadang ‘pemimpin kerajaan orang Persia,’ – ini bukan manusia tetapi setan yang menghalangi kehendak Allah. Mereka ingin menguasai bumi yang di dalamnya ada orang-orang yang dapat diikatnya (sebab dengan menguasai, mereka dikuasai, diikat, diperbudak). Kejahatan, pergerakan politik akan dikuasai oleh mereka jika negara itu dikuasai oleh penguasa tersebut.
Dalam Efesus 2:2 mereka disebut sebagai penguasa-penguasa kerajaan angkasa, atau penguasa wilayah teritorial alam roh.
Dari sinilah kita mengetahui bahwa untuk menaikkan doa ke takhta Yang Maha Kudus, doa kita harus melewati suatu wilayah yang dikuasai oleh musuh. Mereka menyadap, mereka berusaha mengacaukan bahasa, berusaha menenggelamkan kita dalam kantuk sehingga tidak ada yang bisa naik ke takhta Yang Maha Tinggi. Doa-doa anak-anak Tuhan banyak yang ditentang, diruntuhkan, dikoyakkan, dibuai, disembur, khususnya mereka-mereka yang menaikkan doa untuk kepentingan bangsanya, untuk kepentingan orang lain, doa-doa syafaat sesuai kehendak Tuhan. Doa-doa seperti ini adalah doa-doa yang sangat penting, karena doa yang tidak egois, untuk dalam bentuk kasih, doa kehendak Tuhan. Doa yang disertai ketekunan dan ditambah puasa seperti Daniel membutuhkan escort dari penghulu malaikat! Doanya butuh didampingi malaikat untuk bisa tembus ke takhta Bapa! Sampai pada akhirnya setan menyerah dan doa Daniel termanifestasi di alam nyata.
Ini doa yang tidak ecek-ecek, bukan doa cengeng, doa yang tidak gampang menyerah. Ah, seandainya ada pria yang demikian gigihnya dalam doa, seandainya ada pria yang memiliki inisiatif dalam doa-doanya bukan untuk kepentingan dirinya! Hanya segelintir pria pemberani yang gigih dalam doa dan pencarian akan Tuhannya yang pernah eksis dalam sejarah, dan mereka yang demikian tidak luput dari pandangan Tuhan untuk dipakai secara besar-besaran di setiap jaman. Hanya saja (ughh!) dari segelintir yang dipakai secara besar-besaran itu saya pelajari masih saja menggunakan ego kepriaannya sehingga yang awalnya roh berakhir dengan campuran daging. Saya terus berdecak heran karena masih saja pria besar mampu digerogoti oleh uang, prestige, kesombongan dan diri sendiri atau wanita. Daniel mengakhiri hidupnya dengan tuntas tanpa ‘daging.’ Dia tetap berada di atas, menjadi penasihat raja-raja seperti Rev. Billy Graham yang mungkin saat ini berusia 98 tahun (bless his heart and health – sampai goalnya mencapai usia 100 th).
Kegigihan Daniel dalam berdoa dan berpuasa (yang memang sudah sejak awal nyata bahwa pria satu ini adalah pendoa, terbukti dari satu-satunya ‘kesalahan’ yang bisa dituduhkan kepadanya adalah dia berdoa 3x sehari berkiblat ke Yerusalem di tempat yang sama yang telah ia tentukan/pilih — yaitu tempat terbuka) membuatnya menjadi pria yang tekun dan tidak mudah menyerah. Ia berintegritas tinggi dan tidak takut kehilangan jabatan, uang, masa depan hanya karena tuduhan petinggi negeri, bahkan seisi negeri. Tuhannya tetap nomer satu dan lainnya merupakan sampah – jika ia harus memilih! Terbukti dari doa-puasanya, Daniel dilontarkan ke dalam tingkat aktivitas yang jauh di atas tingkat bumi. Doanya (atau ia sendiri) disejajarkan dengan penghulu terbaik malaikat di Sorga, Gabriel dan Mikhael! Lebih jauh lagi, akhirnya Tuhan memilih menitipkan pewahyuan masa depan kepadanya — penglihatan-penglihatan alam roh yang hanya bisa diterjemahkan oleh Tuhan dan malaikat. Ah, Daniel!
Tentu hal-hal tinggi alam roh dan rahasia Sorga dititipkan kepada segelintir orang yang hatinya dekat dengan Sorga, yang pencarian hidupnya hanya Tuhan. Let me tell you, this guy bukan pengangguran, dia bekerja full time sebagai staff resmi istana, dia sibuk, dia dibutuhkan lebih dari orang-orang pintar lainnya, karena Tuhan mengaruniakan ilmu Sorga yang diejawantahkan ke dunia 10x lebih dari orang-orang bijak seantero negeri! This guy gak bingung antara kapan menjadi rohani dan kapan berbisnis – dia melakukan keduanya dengan keseimbangan yang betjus; dia tahu mengatur waktu, so smart and sharp. Banyak pria bingung kalau mau sukses harus meninggalkan pelayanan – not this guy! He is the sharpest one of the example for all businessmen: cinta Tuhan abis, yet success! Itu kepastian dan jaminan. Tapi, lebih dari cinta Tuhan, pria ini cinta bangsanya, cinta negaranya. Jadi cinta-cintanya bukan sekedar berduaan nongkrong sama Tuhan tanpa arti, dia melakukan jauh lebih dari rata-rata pria, dia bersyafaat bagi bangsanya. Hayooh… Daniel,.. so something ya, this guy.
Kita bangsa Indonesia patut bersyukur dengan diangkatnya Presiden Jo-ko W-idodo dan Gubernur DKI Ba-suki Caha-ya Pu-rnama, orang-orang yang takut Tuhan dan membela rakyat dan negaranya. Ini adalah jawaban dari doa-doa orang Kristen di seluruh negeri selama bertahun-tahun meminta pemimpin-pemimpin yang takut Tuhan. Doa-doa syafaat orang-orang Kristen membuat malaikat mendudukkan mereka untuk menegakkan kehendak Tuhan yang lain, sebagaimana malaikat Tuhan juga telah membantu pemerintahan raja Darius dalam Daniel 11:1: seperti dahulu aku juga mendampinginya untuk menguatkan dan menyokongnya, yakni pada tahun pertama pemerintahan Darius, orang Media itu.”
Para malaikat membantu menaikkan dan/atau menggulingkan para pemimpin negara sesuai doa syafaat orang-orang benar di sana. Dan sesuai kisah Darius orang Media ini, yang adalah orang kafir, tetapi ia dinaikkan di sana untuk membantu memulangkan bangsa Yahudi ke negaranya sehingga mereka dapat membangun bait Allah kembali dan memberikan bantuan berupa materi-materi yang dibutuhkan dan menjauhkan orang Yahudi dari musuh-musuhnya.
Ketika seorang tidak berdoa, ia tidak akan mengerti kehendak Sorga.
Doa menghubungkan kita dengan Sorga.
Tetapi untuk menyampaikan doa kita ke sorga, ada penghalang-penghalang.
Dibutuhkan kegigihan dan kesungguhan dalam me”manjat”kan doa.
Doa itu di”naik”kan, di”panjat”kan – ini berulang kali dibawakan saat kita disuruh berdoa, tetapi kita tidak sepenuhnya sadar bahwa doa harus ‘diderek’ untuk ia sampai ke alamatnya/tujuannya, yaitu sorga/takhta Allah Bapa.
Hanya segelintir pria yang sungguh-sungguh dengan tekun menggerek doanya tidak peduli siapa penghalangnya. Untuk mengetahui penghalang doa, tidaklah jauh karena sudah ada contoh dan teladannya. Untuk mengenal jangka dan waktu doa sampai bisa diletakkan di altar Sorga, kita semua tahu karena sudah ada pendahulunya. Kalau hanya untuk tahu, semua sudah tahu dimana ayatnya terletak. Tapi untuk menjalani dan bersungguh memulai dan menginisiatifi dalam syafaat yang demikian, hanya segelintir yang siap dan berjuang. Banyak pria pintar khotbah dan pencak silat di mimbar, tetapi jarang yang pencak silat di tempat tersembunyi bersama malaikat dan Tuhannya adalah yang adalah warrior, a Man of war.
Semoga penjabaran tentang ‘Pria Ini’ menjadikan satirical writing that provokes other men or at least dapat mencubit ego pria yang biasa-biasa saja dalam doanya menjadi seperti Pria Sejati. Karena bagi saya Pria Sejati adalah pria yang sungguh-sungguh dalam pencarian akan Tuhannya berapa pun harga yang harus ia bayar, tanpa ada orang yang melihatnya, tetapi setelah ia melakukannya, seluruh dunia akan melihatnya. Pekerjaannya dimulai dari tempat yang tersembunyi, dan mimbarnya nantinya adalah dunia. Pria yang tidak tergelincir oleh uang, ego, diri sendiri, daging, wanita, atau masa depan.
Dimanakah Pria Sejati yang seperti ini?
Wanted by this woman.
PS: Aih, Daniel, if you were living in this age and were available….
Leave A Comment