Soto Mie

Soto Mie

 The Cullinair Lovers,

Saking panas-panas langsung harus dilahap, ingat jepretnya waktu tinggal sisa 3 iris dagingnya. Soto Mie Pak Kumis ini saya tahu karena waktu itu saya sering mondar-mandir ke Jakpus lewat Jl. Garuda yang banyak empek-empeknya. Tapi justru saya lebih tertarik sama Pek Kumis ini dibanding banyak Pek Pek.

Dari waktu ke waktu, sampai bertambah tahun sajiannya dan rasanya bertahan kemantapannya. Kalau Sis pernah makan Soto Mie Jason yang terkenal di Mangga Dua yang banyak vetsinnya itu, dijamin kalau di sini saya selalu minta tanpa vetsin, rasanya bener-bener haucek.

Waktu awal saya beli harganya masih sekitar 13-16 ribu, setelah 15 tahun kemudian sudah Rp. 30.000-an. Tapi saking rasanya bertahan dan kualitas, daging, bumbu, semuanya tidak berubah, kalau turun gunung, saya akan mampir ke sana. Kepada yang sudah mendapatkan rekomendasi warung ini (that’s right, warungan di ruko kecil sesak gitu), mereka bilang menggiurkan dan pasti balik – ngangenni, Gan.

Saya perhatikan hanya empingnya aja sih yang makin sedikit, tapi acarnya, dagingnya, kuah, sambel, isi, semua gak ada yang berubah. Pak Kumis ini cuman jualan Soto Mie, produknya cuman 1, warung kecil sekitar 6x9mt kali, pegawainya banyak, sekitar 5. Mungkin udah bisa beli 2 rumah dari hasilnya itu. Luar biasa diberkati,… oh by the way, mereka anak Tuhan, minggu tutup kalo gak salah, untuk waktu istirahatnya sekalian ke gereja.

Mampir, mampir lidah penikmat rasa….

Bukan warung saya dan gak dapet komisi, tapi demi yang suka kulinerin lidah sampe goyang…. monggooo, nderek’aken.

By | 2017-03-16T11:28:03+07:00 January 28th, 2017|Maq's Choice|0 Comments

Leave A Comment

1 × three =