Waktu pertama kali Blackberry menjamur rekan saya hamba Tuhan dari Australia menyarankan agar saya membeli BB. Saya yang ogah-ogahan hanya diam saja kedip-kedip. Lama dia menanti dan gak ada perkembangan, akhirnya beliau mengirimkan utusan sampai di rumah saya dengan Blackberry baru. Saya lupa tipenya waktu itu, mungkin Bold tipe sekian, tetapi kemudian waktu sudah sekian tahun, saya melirik kepada Dakota yang waktu itu baru keluar. Pegangannya mantap, hurufnya bisa gede-gede, dibold juga bisa, lagi. Maka saya adalah salah satu pemakai setia BB Dakota, garansi TAM. Saya paling senang dengan semua cara kerja Dakota ini, dan memang saya masih penggemar Qwerty.
Tetap Dakota saya dalam keadaan prima waktu harus menjualnya karena tahun ini saya shut off banyak dari alat komunikasi selain kebanyakan waktunya vertikal. Bersama dengan gadget lainnya, saya menjualnya dan uangnya dipakai untuk keperluan-keperluan lainnya. Saya bersikeras tidak mau membeli tetapi berdoa – “ask and it will be given unto you.”
Pada selang waktu itu (2-3 buln lalu), ada yang mengirimkan BB Passport kepada saya yang duilehh harganya selangit. Tapi setelah 2 hari saya mencobanya, jari-jari tangan saya pegal semua saking beratnya dia. Lalu saya bungkus rapi, dan dijual, ternyata ada pembeli yang rela membeli seharga 10 juta, lebih tinggi dari harga awal beli 3 hari sebelumnya. Saya kembalikan uang tersebut kepada pemberi murah hati itu. Sisanya masuk dompet, karena pemberinya gak mau ambil, katanya sayalah yang hoki. Well, what can I do? Ngotot?
Jadi saya kembali kepada keputusan semula, saya berdoa meminta sama Tuhan, bukan manusia. Sebelum berdoa meminta, saya survey dulu kira-kira gadget tipe manakah yang berikutnya akan menemani saya mengawali tahun depan apa. Dan akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada Galaxy Note 4. Why? Untuk cewek seperti saya sih sebenernya pilihannya simple aja:
- Karena baterai tahan lama, saya males colok-colok charger dalam perjalanan atau bawa power bank yang 30.000mAh. Note 4 agaknya tahan seharian penuh.
- Kedua, ukurannya! Mata saya yang makin membaik ini butuh kebesaran huruf dan gambar. That’s all, beside all the fancy S pen yang yuhuyy punya… bisa corat-coret dan memudahkan kinerja, saya berharap kiranya ia diciptakan untuk menolong hamba Tuhan ini.
Dua bulan kemudian, waktu saya menjemput staff di pul Damri Bogor, dia menyodorkan tas Samsung! “Ada titipan,” katanya singkat. Bergegas membukanya, dan… TaDa!
Si impian dambaan melotot di depan saya! Tepat seperti doa saya 2 bulan lalu. She came faster than what I counted for, before the year ends!
Mintalah!
Kepada Tuhan.
Kalau punya uang.
Belilah.
Maka kamu akan.
Mendapat.
the story is to be continued…below.
Samsung Galaxy Note 5!
Belum lebih dari 2 bulan menikmati gadget baru saya Note 4, saat Note 5 muncul, sang pemberi sudah mengulurkan seperangkat gadget baru kepada saya dengan pesan: “Untuk memberkati bangsa-bangsa lebih luas lagi, dipersiapkan kecanggihan mutakhir.”
Wuaouw… saya yang diam-diam dulu mendoakan Note 5 walaupun waktu itu belum lahir, tapi Tuhan gak sabar untuk ngasih Note 4, supaya saya terbiasa dengan pemakaiannya yang mana saya harus belajar at least sekali sampai jam 4 dini hari, supaya setelah itu saya bisa mahir dan gak sia-sia dikasih perangkat canggih. Gak cuman sms, foto-foto makanan, terima telepon dan nulis email. Saya perlu tidak terbelakang juga dalam hal ini, sebab hubungannya adalah untuk service saja, bukan untuk kesenangan saya. Saya udah sangat amat bersyukur dengan Note 4, tapi saya harus nurut saat menerima yang satu ini.
Note 5 ini lebih slim, dan tentunya lighter. Membuat pegangan tidak terlalu capek. Memang ada 2 hal yang membuat saya dan penanti peranti baru ini menekuk jidat, yaitu: zonder SD slot dan batere yang ditanam. Anyway, saya pikir yang baru pasti latest dan betterlah. Jadi why not menyerahkan anggur yang masih agak baru 4 itu! Dan karena pemberinya sudah indent sebelum perangkat muncul, maka ia datang bersama dengan 2 jenis fast charger, dan the slim-chic-womanly-ever power bank and of course the ever needed stylus! Sudah langsung ditukar, diisi penuh semua tulisan dan foto-foto bersejarah, dan langsung on air to bless worldwide readers!
What can we say? If God loves us, who can stand against us?



Leave A Comment