
Menyambung topik hangat kita yang mungkin banyak pembaca tidak menyadari bahwa mungkin roh dunia telah melekat di hatinya, marilah kita eksplor kembali kerinduan Tuhan bagi anak-anak yang dikasihi-Nya. Kita ambil Firman Kebenaran dari Kitab Yakobus 4, kita bedah 1/1.
Yakobus 4:1-10 (TB)
1. Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?
*Rupanya jika ada sengketa dan pertengkaran di hati kita itu datangnya dari hawa nafsu dalam diri kita, ia selalu mau menang sendiri dan sangatlah egois jika dituruti kemauannya. Semuanya selalu bermuara ke aku. Coba saja setiap hari bikin catatan perkembangan/pergolakan hati, jika di jalan, jika berhadapan dengan customer, jika menerima telepon, jika menjawab bbm, jika membaca status FB orang lain, semuanya adalah HAWA NAFSU dalam dirimu! Yang selalu ingin menang, belum memiliki kasih yang tulus, cepat mengumpat, cepat panas, tidak dapat mengendalikan diri.
2. Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.
*Ini merupakan jawaban dari beberapa sengketa yang dimaksud, walaupun zaman dulu tidak bisa mengungkapkan adanya persengketaan di FB, di bbm, di status dsb, tapi setidaknya ini mewakili: mengingini sesuatu, egoisme lagi! Iri hati, yang keduanya itu bisa mencapai puncaknya dengan tindakan pembunuhan, pertengkaran dan perkelahian — baik lewat mulut, lewat pasang status lagi, dan tindakan-tindakan pembunuhan di balik punggung.
*Rupanya semua itu bermula karena seseorang TIDAK BERDOA. Sehingga keinginannya/kerinduannya tidak terjawab, lalu mulailah petualangan hawa nafsu yang membelitnya membuatnya melakukan tindakan seperti iblis.
3. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.
*Ini sudah jelas, kebanyakan anak Tuhan doa-doanya adalah untuk diri sendiri, egoisme lagi! Bukankah menjadi suatu norma umum bahwa anak-anak Tuhan hanya berdoa bagi dirinya, yang kesemuanya itu adalah egoisme dan pengungkapan hawa nafsu? Coba saja dengarkan setiap kali orang berdoa… tidak jauh dari aku, bagiku dan untukku. Ini hawa nafsu.
4. Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
* Jadi, garis besarnya, baik kekristenan, baik doa, baik keinginan manusia kebanyakan adalah DUNIAWI. Ini harus disadari, bukan ditentang. Menuliskan topik ini sampai di sesi ke 3, bukanlah untuk menunjukkan bahwa saya sebagai pekerja Kristus lebih dari Saudara yang bekerja di sekuler. Saya hanya ingin memberi warning alert agar Saudara yang dipanggil di luaran sana supaya berjaga-jaga dengan sinyal yang tinggi, bukan karena dalam hal rohani tidak ada tantangan dan cobaan dosanya (itu lebih gede!), tapi bahwa di dunia juga punya tantangan sendiri yang tidak kalah luar biasanya dan tiap hari berjuang dengan hawa nafsu. Hanya jika mau sedikit dibedah, saya berkata dari sisi saya bahwa pekerjaan saya adalah ngupas Firman, meditasi Firman, bedah Firman, gaul dengan Firman, nulis Firman, dan semua yang berhubungan dengan kefirmanTuhanan. Saya mengirimkan Firman, posting Firman, memperkatakanFirman, berdoa Firman. Lalu saya kerjanya mendoakan orang, mikirin orang, murid dan alumni kami sedunia, doain participant kami tiap hari, memberi jalan keluar bagi mereka. Mikirin dan mendoakan perkembangan manusia roh mereka, dan semua yang berhubungan dengan orang lain yang Tuhan bawa kepada lingkar pelayanan kami. Bukan itu saja, tapi memikirkan daerah kami, kota kami, dunia, bangsa-bangsa ini didoakan, dijalani keliling dengan mengambil tindakan-tindakan profetik. Itu masih belum cukup, masih banyak yang Tim (bukan nama orang atau nama suami, tp team maksudnya) dan saya lakukan jika keliling dunia.
*Tidak beda dengan Saudara yang berkecimpung di dunia IT misalnya, Saudara menekuni IT, kerja utak-atik komputer, tiap hari bergelut di sana, dari pagi sampai pagi. Lalu yang kerja di bidang lain/usaha wiraswasta, tiap hari mikirin gimana muteri duit. Saya hanya ingin mengingatkan agar Saudara fokus kepada Tuhan, bukan kepada duitnya. Karena jika akhirnya pekerjaanSaudara didrive oleh uang Saudara akan bete, down, kesel, pusing tiap hari karena uang gak masuk-masuk, uang nggak jalan-jalan, uang nggak muter-muter, gak balik-balik modal, dsb. Itu sudah masuk dalam kaidah HAWA NAFSU tadi di ayat sebelumnya itu, dan berakhir di ayat ini PERSAHABATAN DENGAN DUNIA, YANG MERUPAKAN MUSUH ALLAH.
*Nah, saya sudah ungkapkan di “What d’you think 2” bahwa hamba Tuhan juga tidak kalah terjebak jika berkutat di uang, ngejar target pelayanan, muter khotbah cari duit, minta sana-sini, sebar proposal dan ngarepin manusia. Itu lebih ngeri hukumnya di Alkitab: TERKUTUK! Semua ada jerat dan ranjau masing-masing, baik di dunia sekuler maupun rohani. Hanya yang rohani mungkin nampak dibungkus dengan anu, sedangkan satunya nampak dibungkus dengan bisnis dan uang. Tapi keduanya harus waspada, apakah bekerja dengan HAWA NAFSU, DUNIAWI, yang keduanya menjadi MUSUH ALLAH.
5. Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: “Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!”
*Roh Tuhan adalah roh yang cemburu, Dia hanya rindu kita menjadi bagian-Nya saja, tidak terbagi dengan dunia. Kita hidup dan bekerja di dunia, tetapi hati dan semuanya fokus kepada Dia. Dunia merupakan musuh Allah, jadi yang mencintai dunia otomatis menjadi musuh-Nya. Saudara sendiri yang mengukur apakah Saudara mencintai Tuhan lebih dari dunia, buatlah assessment waktu, fokus, pemberian — itu saja dulu, mana yang lebih condong. Bukan asaz “pokoknya” ya, tapi pertimbangan/timbangan/ukuran. Hati nurani akan menolong Saudara dalam meneliti cinta kepada Tuhanmu. Dan saya berdoa kiranya anak-anak Tuhan yang membaca ini dibukakan matanya jadi cinta abis sama Tuhan dan jadi benci sama dunia.
6. Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”
*Kemudian ini ada remedy untuk kita-kita, Dia memberikan anugerah yang luar biasa besar daripada dunia, oleh sebab itu jauhkan diri Saudara dari dunia, mendekatlah kepada Tuhan. Rendahkanlah dirimu kepada Dia, jangan mengandalkan dunia dan uang, Dia mengasihi anak-anak-Nya, Dia mengasihi Saudara lebih dari apa yang Saudara bisa pikirkan, kasihi Dia dengan segenap hatimu, percayakan kepada Dia segala kebutuhanmu.
7. Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!
*Penyebab utama dari hawa nafsu dan cinta dunia adalah dia, si iblis, pembohong, pembunuh sejak awal. Saudara sadari dahulu pelencengan yang sudah disebabkan olehnya sehingga Saudara lebih mempercayai dunia dan uang daripada Tuhan, lalu setelah meminta ampun, balikkanlah, berkati dirimu dengan berkat-berkat ilahi, lalu LAWAN TIPU DAYA IBLIS selama ini, USIR DIA, roh mammon jika Saudara telah diikat dan terbelenggu tangan dan hati sehingga hari-hari hanya mikirin mammon, gimana masa depanku, gimana kebutuhanmu, gimana sekolah anak-anakku, gimana daganganku, jaman sepi, cari duit sulit, dsb. Gantikan dengan memperkatakan berkat bagi diri Saudara sendiri, berkati hari Saudara. Jangan kerjasama dengan iblis, usir dia, dia adalah LAWANMU, ingat, jangan dikeloni.
8. Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! Dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!
9. Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita.
10. Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.
*Kalo disuruh mentahirkan, ambillah baskom, cuci tangan, Saudara suami isteri minta ampun sama Tuhan, basuhkanlah secara profetik dari roh mammon — ini bukan kebetulan ditulis “tahirkanlah tanganmu” jika selama ini tangan Saudara tidak ada hubungannya dengan menjadi pekerja mammon. “Sucikanlah hatimu” urapi dengan minyak urapan Tuhan, minta disucikan, karena selama ini sudah mendua hati. Kembalilah ambil komitmen untuk hanya menyatu hati, mengerucut kepada Tuhan Penciptamu, Juruselamatmu, Kekasihmu. Rendahkanlah diri Saudara di hadapan Tuhan, maka Dia akan meninggikan engkau pada waktu-Nya. Nantikanlah Dia, sebab orang yang berharap kepada-Nya tidak pernah dikecewakan. What d’you think?
Akhirnya, marilah kita baca perbedaan dunia dan Kristus:
2 Korintus 6:14-15 (TB) Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?
Orang percaya disebut “Kebenaran” dan orang yang tidak percaya disebut “Kedurhakaan,” Orang percaya disebut “Terang” dan mereka di luaran sana disebut “Gelap.” Orang percaya disebut “Kristus” dan lainnya disebut “Belial.” Jelaslah bahwa ada perbedaan mencolok di dunia kita dan mereka. Itu sebabnya jangan ada orang yang hidup dengan jalan dunia, kegelapan, nafsu si jahat.
1 Petrus 1:14-16 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.
1 Petrus 4:2 (TB) supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.
Leave A Comment