Kekasih-kekasih Raja dan Pelari Kerajaan,
Membaca ayat-ayat himbauan sang rasul, marilah kita belajar mengerti kehendak Tuhan dengan cara-cara yang disebutkan di ayat tersebut. Apa sajakah mereka:

Efesus 5:15-17
1) Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup,
2) janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
3) dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
4) Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

1. Perhatikan dengan saksama bagaimana kamu hidup.
-Apakah kita sudah memperhatikan dengan saksama? Hidup yang mana?

1 Korintus 9:24-27
Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!
Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.
Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.


Di bawah ini adalah alat untuk melihat apakah Saudara melatih bagian-bagian tubuh dengan baik?
CONTOH-CONTOH LATIHAN TUBUH, PENGUASAAN SELURUH TUBUH.
-Apakah bentuk bibir Saudara berbentuk U terbalik? Apakah Saudara suka mencep/mencemooh, menyindir, menggosip, negatif, ngatain orang; kening berkerut suka mikir negatif, kuatir, dsb?
-Apakah jari Saudara suka nuding-nuding,
-Kalo ngomong kepala suka dongak-dongak,
-Mata suka merendahkan lawan bicara

Hal-hal tersebut adalah manifestasi kesombongan di hati yang merupakan MANIFESTASI KEDAGINGAN.
Itu baru yang kelihatan. Yang gak kelihatan? Pepatah mengatakan: “You are what you think.” “Today is made up of your yesterday.” “Tubuhmu adalah hasil kerja tahunanmu.” Cara kita berpikir misalnya, menentukan bagaimana kita mengambil keputusan dan tindakan dan menentukan arah hidup. Apakah Saudara pernah berpikir apa yang Saudara sedang pikirkan? Saya belajar mengamati pikiran saya pada saat ia berpikir (ini saya pelajari dari buku Joyce Meyer – PIKIRAN ADALAH MEDAN PEPERANGAN, recommended). Sehingga dengan demikian pikiran saya gak ngelantur, dan saat pikiran ini ngajak mikir negatif, saya terbiasa membelokkannya ke arah positif dengan memikirkan kebaikan orang tersebut dan kemungkinan yang sangat baik yang sedang ia kerjakan saat itu untuk saya daripada menjahati dan menentang saya.

Ini baru soal pikiran, saya perhatikan dengan seksama. Lainnya? Oh, masih beberapa lagi, saya membuat catatan ‘hidup’ untuk berubah ke arah Kristus. Saya melatih tubuh dan pikiran dengan baik seperti yang Firman Tuhan ajarkan. Bagaimanakah dengan Saudara, apakah sudah memperhatikan hidup dengan seksama? Jika Saudara tidak pernah ‘berhenti’ dan memperhatikan hidup dengan seksama, Saudara tidak akan mengerti kehendak Tuhan.

Saya memperhatikan reaksi dan jawaban orang-orang sebagaimana saya memperhatikan diri saya sendiri dan mencatat kegagalan dan keberhasilannya. Saya membuat jurnal dengan serius dan mempelajarinya, membandingkannya dengan buah roh dan kasih. Saya belajar dari hamba Tuhan senior yang sangat sabar dan tidak berreaksi dalam banyak hal, dari sana saya mengukur reaksi dan jawaban saya yang naik turun masih belum sabar. Paling tidak saya mengamatinya daripada saya lepas kontrol dan akhirnya makin tua saya makin bebal dan makin tidak sabar, makin cerewet, makin menjengkelkan, dan makin seperti iblis.

Saya juga belajar mengamati diri saya apakah saya MEMPERLAKUKAN ORANG LAIN SEPERTI YESUS? Saya memperhatikan reaksi saya dan jawaban saya terhadap pernyataan dan jawaban orang yang menjengkelkan terhadap saya, apakah saya memperlakukan mereka seperti saya memperlakukan Yesus? Apakah saya melihat Yesus dalam diri mereka dan menjawab dan berreaksi seolah kepada Yesus? Jika belum, maka saya tahu kasih saya kepada Yesus belum sempurna. Karena di dalam setiap diri anak Tuhan ada Yesus di dalamnya.

PERHATIKAN REAKSI & JAWABAN-JAWABAN SAUDARA. Tuhan memberikan KESEMPATAN-KESEMPATAN lewat orang-orang yang sama yang dihadirkan dalam hidup Saudara agar Saudara naik level melalui jawaban dan reaksi Saudara. Jika Tuhan masih mengirimkan dia, jika dia masih menjengkelkan berarti Saudara masih berlatih makin baik dan makin manis. Itu merupakan kesempatan. Indah, bukan?

PERHATIKAN FOTO ANDA YANG ADALAH CERMINAN DARI HATI ANDA, MUKA ANDA, CARA-CARA ANDA – kalau masih belum jelas menilai diri sendiri minta orang dekat menilai, tapi jangan dilabrak kalo dia ngritik.

2. Janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
-Bagaimana sih ciri-ciri orang bebal? Mudah, dia tidak berubah, jika diberitahu akan kesalahannya dia mengulanginya. (Amsal 26:11 Seperti anjing kembali ke muntahnya, demikianlah orang bebal yang mengulangi kebodohannya). Orang Arif? Sebaliknya tentunya.

Mari kita kupas orang bebal sedikit saja, karena dulu saya pernah menulis panjang-panjang dan menjabarkan satu persatu mengenai “Memperoleh Hikmat,” yaitu hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan seperti ini yang dikupas dari beberapa ayat.
*Bangsa Israel tergolong bangsa yang bebal.
*Nabal disebut orang yang bebal.
*Orang iri hati disebut orang bebal (Ayub 5:2)
*Orang bebal benci pengetahuan (Amsal 1:22)
*Perempuan yang cerewet disebut bebal (Amsal 9:3)
*Orang yang suka mencemarkan diri, cabul, jinah, porno, bersundal (kata yang tepat sebelum diperlunak dengan kata “selingkuh”, disebut bebal). (Amsal 10:23)
*Orang yang tidak jujur, bohong-bohong kecil, menutup-nutupi kebenaran, hanya mengatakan setengah kebenaran, pendusta namanya, dia disebut bebal (Amsal 15:7)
*Orang bebal kurang ajar terhadap orang tuanya; orang bebal sukanya berbantah; pemboros disebut juga sebagai orang bebal (banyak hutang, menghamburkan uang yang tak berguna), pemarah/orang yang cepat emosi disebut orang bebal.

3. Pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
-Mempergunakan waktu yang ada. Apakah Saudara memikirkan penggunaan waktu yang Tuhan percayakan untuk hal-hal rohani? TV? Pengetahuan otak? Hal yang tak penting, boros waktu? Apalagi membunuh waktu?
-Apakah Saudara menggunakan waktu dengan disiplin? Menghitung berapa jam untuk belajar, untuk membaca Firman, untuk berdoa, untuk berbicara dengan anak, untuk nonton TV, untuk browsing internet, untuk check FB, untuk menerima telepon, untuk tidur, untuk mandi, makan, dll? Jika Saudara tidak pernah mendisiplin waktu Saudara, maka jerat kejahatan mudah mencaplok waktu Saudara, ia tiba-tiba pergi dengan percuma dan hari berganti hari dengan sia-sia tanpa ditebus dengan kualitas hidup yang mahal dan sangat berkualitas.
– Dengan demikian kita belajar bahwa penentuan kualitas hidup ditentukan oleh seberapa kita menggunakan waktu dan mendisiplin waktu dengan bijaksana. Kita tidak akan disebut orang bijak sebelum mengetahui betapa pentingnya waktu ini dan menggunakannya dengan sangat perhitungan. Argo waktu, saya pelit mengeluarkannya. Kecuali untuk Tuhan, pelayanan, jiwa-jiwa hanyalah saya royal memberikannya.

4. “Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.”
Berarti jika ditanya apa KEHENDAK TUHAN DALAM HIDUPMU gak tahu, jelas Firman Tuhan bilang ia adalah seorang yang….BODOH. Kerjanya cuman cari duit melulu dan mengembangkan semua yang keduniawian, tidak mempersiapkan diri untuk perkara Sorga.

-“Mengerti kehendak Tuhan” merupakan wisdom tertinggi dalam kehidupan. Jadi jika tidak mengerti disebut BODOH. Kebodohan adalah jika manusia berjalan dengan kekuatannya sendiri, cita-citanya sendiri, cara pikir sendiri, dipengaruhi oleh latar belakang pribadi, berkeras hidup dalam pengertiannya sendiri, tidak mau belajar hal-hal baru yang Tuhan berikan lewat orang lain, mengatai atau menghakimi orang lain tanpa menanyakan kepada yang bersangkutan – ini semua rentetan ciri kebodohan.

-Orang bijak akan mengusahakan waktunya, pikirannya, hidupnya untuk DISELARASKAN DENGAN KEHENDAK TUHAN.
**Untuk mengerti KEHENDAK TUHAN HARUS DUDUK DENGAN TUHAN. Menyediakan waktu khusus, belajar khusus. Mungkin banyak dari Saudara pernah mendengar kisah tentang tukang kayu yang menebang kayu tanpa henti, tetapi lama kelamaan hasilnya makin sedikit, padahal jam kerjanya tetap sama. Mengapa? Karena ia tidak pernah mengasah kapaknya. Duduk dan asah ‘kapakmu’ dengan Tuhan.

Ini merupakan pelajaran panjang yang harus dikerjakan tahunan, agar kita tidak masuk kategori “orang bodoh,” kita harus mengenali 4 poin tersebut dengan seksama. Saya berdoa di akhir jaman ini anak-anak Tuhan sungguh mengejar, mencari Tuhan, mendapatkan hikmat, mengejar ketertinggalan, mengasah, mendengar, belajar, rendah hati, siap berubah siap dipakai jadi alat dahsyat. Kenali kehendak-Nya dalam hidupmu.

 

DVD dan MP3 pengajaran berikut dapat menolong Saudara untuk mempraktekkan Firman di atas:

DVD Dosa Membuat Muka Jelek
The Power of Problem – Mp3 Vol.8