I am ini a romantic being. Saya gak sembarang menjalani, memimpin, menyelesaikan hidup hanya karena saya ehm, jomblo. Saya tetap menikmati hidup yang Tuhan anugerahkan dan tidak menikmati hidup sampai adanya pasangan.

Dulu saya pernah dinanti cowok buaek buanget selama 14 tahun, kami berteman baik dan gak ada masalah. Lalu saya ajak dia untuk jadi salah satu peserta rombongan ziarah ke Israel karena saya yang mimpin, jawabannya adalah: “Saya menanti sampai saya punya pasangan (saya menanti kamu jadi isteri saya), baru saya akan menikmati perjalanan ke Israel.” Huwalah,… itu mah namanya hidup gak mau menikmati hidup.

Lalu waktu dia ajak saya melihat salah satu rumah yang dia beli dan nanya kok sofanya elek, dia juga jawab: “Nanti saya tunggu biar isteri saya yang milih (kamu yang milih – sebab dia berpengharapan saya jadi isterine).” Bahkan dia nanya mobil tipe kesukaan saya, dsb.

Dia cowok luar biasa, menyerahkan pilihan dan kenikmatan untuk dan dengan isteri. Tapi, kalau saya gak jadi isterinya (seperti yang telah terbukti), berarti dia nahan kebaikan dan kenikmatan hidup sampai nanti berdua… iya kalau berdua, kalau seperti saya yang menjalani hidup sendiri sampai merambat ke usia 75 seperti ini, trus gimana? (masih jauh sih, tapi khan merambat ke sana… gak usah persepsi dan ngitung-ngitung umur saya, gak penting banget sih).

fragnant  Ngomong long and wide soal menikmati hidup, saya menikmati waktu-waktu belajar di ruang khusus saya atau berduaan dengan Roh Kudus, saya suka aroma enak di alam ‘roh.’ Memang untuk kenikmatan ada ribetnya, kalo gak ribet ya semprot-semprot yang langsung baunya nguap dan gak berbekas, atau itu idung dileleti parfum.

Peralatan ini bisa bertahan 6 jam, saya suka aromanya. Beli perangkatnya di Ace fragnant-2Hardware, lilin isi 100 (bertahan 6 jam), sepertinya harganya 80 ribuan sekian. Ada korek, ada air yang harus isi ulang (not bad, air kran tok). Lalu ada aroma pewanginya. Tergantung suka wangi apa, saya suka wangi bunga dan wangi sesuatu yang mungkin karena saya agak lama hidup di luar negeri, saya mencicipi naluri dan kebiasaan di luar dan dari orang ‘luar.’ Extract itu bisa hanya 3 tetes sudah mewangikan ruang kecil dan bertahan 6 jam sesuai air dan lilin itu, sampai habis sendiri.

Jadi saat saya belajar, baca Firman, siapin khotbah/seminar/sesi, berduaan, saya tenang dengan udara dan aroma yang romantis bersama Kekasih Jiwa. So, this is a part of my romantic-enjoyable life while on earth. I love this life, I love to enjoy it with or without ami-dan-joyanyone around me. Just me, en-Joy. Joy is the proof of the presence of the Holy Spirit around me. Why wait?!


Just me, en-Joy